alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Ingkari Perjuangan Anti Korupsi Bela Koruptur

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Tim kuasa hukum mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming, Bambang Widjojanto alias BW dan Denny Indrayana menuai sorotan publik. Hal ini lantaran BW merupakan mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Denny Indrayana ymantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkham).

BACA JUGA: Giliran Nakes dan Teknis Direkrut untuk Formasi PPPK di Bondowoso

Koordinator Tim Pembela Demokrasi (TPDI) Petrus Salestinus mengkritik keputusan BW dan Denny Indrayana y memilih untuk membela koruptor. Padahal, keduanya mengedepankan sikap antikorupsi.“Denny Indrayana dan BW selalu digembor-gemborkan sebagai aktivis gerakan antikorupsi justru melawan KPK,” kata Petrus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Petrus, keputusan Denny Indrayana yang memilih menjadi pengacara koruptor bertentangan dengan ucapan yang pernah dilontarkannya, bahwa penasihat hukum koruptor adalah koruptor.Sementara itu, lanjut Petrus, BW merupakan mantan pimpinan KPK dan juga pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW).

Lanjut Petrus, seharusnya mereka tak memilih untuk menjadi pengacara koruptor. Terlebih, ICW merupakan organisasi masyarakat dan sampai saat ini paling kencang suarakan antikorupsi.“Ketika melawan KPK, bertentangan dengan kodratnya selaku penggiat antikorupsi selama bertahun-tahun,” tegas Petrus.

Menurut Petrus, perkara yang menjerat Mardani Maming dalam kasus dugaan suap izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu bukan perkara besar. Menurut Petrus, kehadiran kedua aktivis antikorupsi itu untuk menjadi tim pengacara Mardani Maming karena terdapat kepentingan jauh lebih besar dipertukarkan dan dipertaruhkan.

KPK sebelumnya juga mempermasalahkan penunjukan Bambang Widjojanto sebagai kuasa hukum mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Tim kuasa hukum mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming, Bambang Widjojanto alias BW dan Denny Indrayana menuai sorotan publik. Hal ini lantaran BW merupakan mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Denny Indrayana ymantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkham).

BACA JUGA: Giliran Nakes dan Teknis Direkrut untuk Formasi PPPK di Bondowoso

Koordinator Tim Pembela Demokrasi (TPDI) Petrus Salestinus mengkritik keputusan BW dan Denny Indrayana y memilih untuk membela koruptor. Padahal, keduanya mengedepankan sikap antikorupsi.“Denny Indrayana dan BW selalu digembor-gemborkan sebagai aktivis gerakan antikorupsi justru melawan KPK,” kata Petrus.

Menurut Petrus, keputusan Denny Indrayana yang memilih menjadi pengacara koruptor bertentangan dengan ucapan yang pernah dilontarkannya, bahwa penasihat hukum koruptor adalah koruptor.Sementara itu, lanjut Petrus, BW merupakan mantan pimpinan KPK dan juga pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW).

Lanjut Petrus, seharusnya mereka tak memilih untuk menjadi pengacara koruptor. Terlebih, ICW merupakan organisasi masyarakat dan sampai saat ini paling kencang suarakan antikorupsi.“Ketika melawan KPK, bertentangan dengan kodratnya selaku penggiat antikorupsi selama bertahun-tahun,” tegas Petrus.

Menurut Petrus, perkara yang menjerat Mardani Maming dalam kasus dugaan suap izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu bukan perkara besar. Menurut Petrus, kehadiran kedua aktivis antikorupsi itu untuk menjadi tim pengacara Mardani Maming karena terdapat kepentingan jauh lebih besar dipertukarkan dan dipertaruhkan.

KPK sebelumnya juga mempermasalahkan penunjukan Bambang Widjojanto sebagai kuasa hukum mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Tim kuasa hukum mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming, Bambang Widjojanto alias BW dan Denny Indrayana menuai sorotan publik. Hal ini lantaran BW merupakan mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Denny Indrayana ymantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkham).

BACA JUGA: Giliran Nakes dan Teknis Direkrut untuk Formasi PPPK di Bondowoso

Koordinator Tim Pembela Demokrasi (TPDI) Petrus Salestinus mengkritik keputusan BW dan Denny Indrayana y memilih untuk membela koruptor. Padahal, keduanya mengedepankan sikap antikorupsi.“Denny Indrayana dan BW selalu digembor-gemborkan sebagai aktivis gerakan antikorupsi justru melawan KPK,” kata Petrus.

Menurut Petrus, keputusan Denny Indrayana yang memilih menjadi pengacara koruptor bertentangan dengan ucapan yang pernah dilontarkannya, bahwa penasihat hukum koruptor adalah koruptor.Sementara itu, lanjut Petrus, BW merupakan mantan pimpinan KPK dan juga pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW).

Lanjut Petrus, seharusnya mereka tak memilih untuk menjadi pengacara koruptor. Terlebih, ICW merupakan organisasi masyarakat dan sampai saat ini paling kencang suarakan antikorupsi.“Ketika melawan KPK, bertentangan dengan kodratnya selaku penggiat antikorupsi selama bertahun-tahun,” tegas Petrus.

Menurut Petrus, perkara yang menjerat Mardani Maming dalam kasus dugaan suap izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu bukan perkara besar. Menurut Petrus, kehadiran kedua aktivis antikorupsi itu untuk menjadi tim pengacara Mardani Maming karena terdapat kepentingan jauh lebih besar dipertukarkan dan dipertaruhkan.

KPK sebelumnya juga mempermasalahkan penunjukan Bambang Widjojanto sebagai kuasa hukum mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/