alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

DPR Sebut Manusia Silver Bukti Angka Kemiskinan Naik

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – fenomena ‘Manusia Silver’kini marak dan terlihat berkeliaran di jalanan ibu kota dan sejumlah daerah harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia.

BACA JUGA: Giliran Nakes dan Teknis Direkrut untuk Formasi PPPK di Bondowoso

Hidayat Nur Wahid, Anggota Komisi VIII DPR RI mengatakan, fenomena manusia silver perlu dilakukan kajian mendalam. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keputusan mereka, sehingga mengambil jalan pintas untuk bekerja menjadi manusia silver.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak jarang, ditemukan anak-anak sengaja mengecat tubuh mereka seperti manusia silver.Secara prinsip fenomena seperti ini perlu dikaji lebih mendalam, tapi apapun alasan itu, konstitusi mewajibkan negara hadir untuk mensejahterakan rakyat,” kata Hidayat.

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS ini menginginkan, negara membuat terobosan bagi masyarakat yang memang membutuhkan sarana dan keahlian. Terlebih, dampak pandemi Covid-19 menambah jumlah angka kemiskinan.

Tak dipungkiri, jumlah angka kemiskinan berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Maret 2022 mencapai 26,6 juta orang. Secara rata-rata, jumlah tangga miskin di Indonesia in,i memiliki 4,74 orang anggota rumah tangga.

Besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata sebesar Rp 2.395.923,00 per rumah tangga miskin per bulan.Apalagi dampak dari Covid-19 angka kemiskinan naik dan jumlah PHK/pengangguran juga bertambah.” ujar Hidayat.

Oleh karena itu, Hidayat meminta negara harus membuat terobosan-terobosan baru, hal ini bisa dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka meminta pemerintah memastikan hak-hak anak terpenuhi dengan baik. Selama pandemi covid-19, anak-anak Indonesia banyak menghadapi tantangan tidak mudah.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – fenomena ‘Manusia Silver’kini marak dan terlihat berkeliaran di jalanan ibu kota dan sejumlah daerah harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia.

BACA JUGA: Giliran Nakes dan Teknis Direkrut untuk Formasi PPPK di Bondowoso

Hidayat Nur Wahid, Anggota Komisi VIII DPR RI mengatakan, fenomena manusia silver perlu dilakukan kajian mendalam. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keputusan mereka, sehingga mengambil jalan pintas untuk bekerja menjadi manusia silver.

Tak jarang, ditemukan anak-anak sengaja mengecat tubuh mereka seperti manusia silver.Secara prinsip fenomena seperti ini perlu dikaji lebih mendalam, tapi apapun alasan itu, konstitusi mewajibkan negara hadir untuk mensejahterakan rakyat,” kata Hidayat.

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS ini menginginkan, negara membuat terobosan bagi masyarakat yang memang membutuhkan sarana dan keahlian. Terlebih, dampak pandemi Covid-19 menambah jumlah angka kemiskinan.

Tak dipungkiri, jumlah angka kemiskinan berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Maret 2022 mencapai 26,6 juta orang. Secara rata-rata, jumlah tangga miskin di Indonesia in,i memiliki 4,74 orang anggota rumah tangga.

Besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata sebesar Rp 2.395.923,00 per rumah tangga miskin per bulan.Apalagi dampak dari Covid-19 angka kemiskinan naik dan jumlah PHK/pengangguran juga bertambah.” ujar Hidayat.

Oleh karena itu, Hidayat meminta negara harus membuat terobosan-terobosan baru, hal ini bisa dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka meminta pemerintah memastikan hak-hak anak terpenuhi dengan baik. Selama pandemi covid-19, anak-anak Indonesia banyak menghadapi tantangan tidak mudah.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – fenomena ‘Manusia Silver’kini marak dan terlihat berkeliaran di jalanan ibu kota dan sejumlah daerah harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia.

BACA JUGA: Giliran Nakes dan Teknis Direkrut untuk Formasi PPPK di Bondowoso

Hidayat Nur Wahid, Anggota Komisi VIII DPR RI mengatakan, fenomena manusia silver perlu dilakukan kajian mendalam. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keputusan mereka, sehingga mengambil jalan pintas untuk bekerja menjadi manusia silver.

Tak jarang, ditemukan anak-anak sengaja mengecat tubuh mereka seperti manusia silver.Secara prinsip fenomena seperti ini perlu dikaji lebih mendalam, tapi apapun alasan itu, konstitusi mewajibkan negara hadir untuk mensejahterakan rakyat,” kata Hidayat.

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS ini menginginkan, negara membuat terobosan bagi masyarakat yang memang membutuhkan sarana dan keahlian. Terlebih, dampak pandemi Covid-19 menambah jumlah angka kemiskinan.

Tak dipungkiri, jumlah angka kemiskinan berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Maret 2022 mencapai 26,6 juta orang. Secara rata-rata, jumlah tangga miskin di Indonesia in,i memiliki 4,74 orang anggota rumah tangga.

Besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata sebesar Rp 2.395.923,00 per rumah tangga miskin per bulan.Apalagi dampak dari Covid-19 angka kemiskinan naik dan jumlah PHK/pengangguran juga bertambah.” ujar Hidayat.

Oleh karena itu, Hidayat meminta negara harus membuat terobosan-terobosan baru, hal ini bisa dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka meminta pemerintah memastikan hak-hak anak terpenuhi dengan baik. Selama pandemi covid-19, anak-anak Indonesia banyak menghadapi tantangan tidak mudah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/