alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Sapi Ambruk Sempat Diduga Terkena PMK 

Mobile_AP_Rectangle 1

BOYOLALI, RADARJEMBER.ID – Warga Jelok, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah geger, karena empat sapi lempoh alias tergeletak di pasar hewan desa tersebut . Sempat dikhawatirkan sapi-sapi itu karena terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca juga: Rilis Mini Album Summer Vibe, VIVIZ Ingin Jadi Ratu Musim Panas K-Pop

Setelah dicek, sapi-sapi tersebut mengalami kelelahan setelah dibawa dari Lumajang, Jawa Timur. Hal itu seperti dikatakan oleh Sapto Hadi Darmon , Kepala UPT Pasar Hewan Dinas Perdagangan dan Perindistrian (Disdagperin) Boyolali.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, ketujuh sapi tersebut milik pedagang asal Jelok, Cepogo. Sapi-sapi tersebut diturunkan di Pasar Hewan Jelok untuk sekadar untuk transit sekitar pukul 03.00, tanda-tanda terkena PMK.

Begitu mendapat informasi tersebut, Sapto langsung bergegas ke pasar sekitar pukul 05.00. Dia memastikan sendiri kondisi sapi dan mengonfirmasi pada pemilik. Saat itu diketahui, empat ekor sapi tergeletak di dalam Pasar Hewan Jelok.

“Kurang tahu kondisi PMK atau tidak empat ekor sapi tersebut, tapi kalau suhu panas memang benar kondisi kondisi panas karena faktor perjalanan jauh. Karena perjalanan jauh itu pas penurunan kan pada duduk, kelelahan. Setelah itu, bisa langsung bisa berdiri,” terang Sapto.

- Advertisement -

BOYOLALI, RADARJEMBER.ID – Warga Jelok, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah geger, karena empat sapi lempoh alias tergeletak di pasar hewan desa tersebut . Sempat dikhawatirkan sapi-sapi itu karena terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca juga: Rilis Mini Album Summer Vibe, VIVIZ Ingin Jadi Ratu Musim Panas K-Pop

Setelah dicek, sapi-sapi tersebut mengalami kelelahan setelah dibawa dari Lumajang, Jawa Timur. Hal itu seperti dikatakan oleh Sapto Hadi Darmon , Kepala UPT Pasar Hewan Dinas Perdagangan dan Perindistrian (Disdagperin) Boyolali.

Dia menjelaskan, ketujuh sapi tersebut milik pedagang asal Jelok, Cepogo. Sapi-sapi tersebut diturunkan di Pasar Hewan Jelok untuk sekadar untuk transit sekitar pukul 03.00, tanda-tanda terkena PMK.

Begitu mendapat informasi tersebut, Sapto langsung bergegas ke pasar sekitar pukul 05.00. Dia memastikan sendiri kondisi sapi dan mengonfirmasi pada pemilik. Saat itu diketahui, empat ekor sapi tergeletak di dalam Pasar Hewan Jelok.

“Kurang tahu kondisi PMK atau tidak empat ekor sapi tersebut, tapi kalau suhu panas memang benar kondisi kondisi panas karena faktor perjalanan jauh. Karena perjalanan jauh itu pas penurunan kan pada duduk, kelelahan. Setelah itu, bisa langsung bisa berdiri,” terang Sapto.

BOYOLALI, RADARJEMBER.ID – Warga Jelok, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah geger, karena empat sapi lempoh alias tergeletak di pasar hewan desa tersebut . Sempat dikhawatirkan sapi-sapi itu karena terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca juga: Rilis Mini Album Summer Vibe, VIVIZ Ingin Jadi Ratu Musim Panas K-Pop

Setelah dicek, sapi-sapi tersebut mengalami kelelahan setelah dibawa dari Lumajang, Jawa Timur. Hal itu seperti dikatakan oleh Sapto Hadi Darmon , Kepala UPT Pasar Hewan Dinas Perdagangan dan Perindistrian (Disdagperin) Boyolali.

Dia menjelaskan, ketujuh sapi tersebut milik pedagang asal Jelok, Cepogo. Sapi-sapi tersebut diturunkan di Pasar Hewan Jelok untuk sekadar untuk transit sekitar pukul 03.00, tanda-tanda terkena PMK.

Begitu mendapat informasi tersebut, Sapto langsung bergegas ke pasar sekitar pukul 05.00. Dia memastikan sendiri kondisi sapi dan mengonfirmasi pada pemilik. Saat itu diketahui, empat ekor sapi tergeletak di dalam Pasar Hewan Jelok.

“Kurang tahu kondisi PMK atau tidak empat ekor sapi tersebut, tapi kalau suhu panas memang benar kondisi kondisi panas karena faktor perjalanan jauh. Karena perjalanan jauh itu pas penurunan kan pada duduk, kelelahan. Setelah itu, bisa langsung bisa berdiri,” terang Sapto.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/