alexametrics
23.2 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Bupati Trenggalek Digugat Kontraktor Jogja

Mobile_AP_Rectangle 1

TRENGGALEK, RADARJEMBER.ID- Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Trenggalek akan bertambah. Dengan catatan jika kalah dalam sidang perdata yang diapungkan Kukuh Yulianto.

BACA JUGA : Gagal Panen Alasan Harga Cabai Rawit- Bawang Merah Naik

Pasalnya, pria yang diketahui sebagai kontraktor tersebut menggugat Bupati Trenggalek cq Direktur RSUD dr Soedomo sebagai tergugat I, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD dr Soedomo Trenggalek sebagai tergugat II sebesar sekitar Rp 9,8 miliar.Hal tersebut lantaran RSUD dr Soedomo Trenggalek tidak membayar pekerjaan proyek yang dikerjakan kontraktor.

Mobile_AP_Rectangle 2

Alhasil penggugat mengalami berbagai kerugian. Seperti kerugian material tidak terbayar, prestasi penyelesaian pekerjaan penggugat dengan bobot 100 persen atas pekerjaan pengadaan aset tak berwujud sistem informasi manajemen Rumah sakit sebesar sekitar Rp 1,5 miliar.

Selain itu juga ada kerugian material hilangnya keuntungan dan deposito selama 15 bulan dengan bunga 1,5 persen per bulan yaitu sebesar Rp 344 juta, dan kerugian immaterial sebesar Rp 5 miliar. “Gugatan itu telah didaftarkan ke kami pada Jumat (13/5) lalu, dan ini tengah diproses,” ungkap Humas Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek Abraham Amrullah.

Disamping tuntutan ganti rugi sekitar Rp 9,87 tersebut, ada tiga poin tuntutan lain yang dikabulkan PN. Itu seperti menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya; menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang dimohonkan, serta menyatakan secara hukum bahwa para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum merugikan penggugat.

“Gugatan itu masuk ke kami dengan nomor perkara 6/Pdt.G/2022/PN Trk, dan saat ini masih masa persidangan dengan lama proses 20 hari hingga hari ini (kemarin, 22/6-red),” kata Abraham.Sehingga proses persidangan tersebut telah dimulai sidang pertama pada Rabu (25/5) dengan agenda memangil para pihak.
Setelah tersebut sidang dilakukan kembali pada Kamis (2/6) lalu dengan memanggil tergugat II untuk proses mediasi. Dari situ untuk proses sidang mediasi berikutnya direncanakan akan dijadwalkan pada bulan depan (Juli-red) “Jadi proses mediasi telah dimulai pada Kamis itu (2/6-red), dan sejauh ini pertemuan dengan pihak baru terjadi dua kali,” jelas Abraham.

- Advertisement -

TRENGGALEK, RADARJEMBER.ID- Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Trenggalek akan bertambah. Dengan catatan jika kalah dalam sidang perdata yang diapungkan Kukuh Yulianto.

BACA JUGA : Gagal Panen Alasan Harga Cabai Rawit- Bawang Merah Naik

Pasalnya, pria yang diketahui sebagai kontraktor tersebut menggugat Bupati Trenggalek cq Direktur RSUD dr Soedomo sebagai tergugat I, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD dr Soedomo Trenggalek sebagai tergugat II sebesar sekitar Rp 9,8 miliar.Hal tersebut lantaran RSUD dr Soedomo Trenggalek tidak membayar pekerjaan proyek yang dikerjakan kontraktor.

Alhasil penggugat mengalami berbagai kerugian. Seperti kerugian material tidak terbayar, prestasi penyelesaian pekerjaan penggugat dengan bobot 100 persen atas pekerjaan pengadaan aset tak berwujud sistem informasi manajemen Rumah sakit sebesar sekitar Rp 1,5 miliar.

Selain itu juga ada kerugian material hilangnya keuntungan dan deposito selama 15 bulan dengan bunga 1,5 persen per bulan yaitu sebesar Rp 344 juta, dan kerugian immaterial sebesar Rp 5 miliar. “Gugatan itu telah didaftarkan ke kami pada Jumat (13/5) lalu, dan ini tengah diproses,” ungkap Humas Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek Abraham Amrullah.

Disamping tuntutan ganti rugi sekitar Rp 9,87 tersebut, ada tiga poin tuntutan lain yang dikabulkan PN. Itu seperti menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya; menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang dimohonkan, serta menyatakan secara hukum bahwa para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum merugikan penggugat.

“Gugatan itu masuk ke kami dengan nomor perkara 6/Pdt.G/2022/PN Trk, dan saat ini masih masa persidangan dengan lama proses 20 hari hingga hari ini (kemarin, 22/6-red),” kata Abraham.Sehingga proses persidangan tersebut telah dimulai sidang pertama pada Rabu (25/5) dengan agenda memangil para pihak.
Setelah tersebut sidang dilakukan kembali pada Kamis (2/6) lalu dengan memanggil tergugat II untuk proses mediasi. Dari situ untuk proses sidang mediasi berikutnya direncanakan akan dijadwalkan pada bulan depan (Juli-red) “Jadi proses mediasi telah dimulai pada Kamis itu (2/6-red), dan sejauh ini pertemuan dengan pihak baru terjadi dua kali,” jelas Abraham.

TRENGGALEK, RADARJEMBER.ID- Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Trenggalek akan bertambah. Dengan catatan jika kalah dalam sidang perdata yang diapungkan Kukuh Yulianto.

BACA JUGA : Gagal Panen Alasan Harga Cabai Rawit- Bawang Merah Naik

Pasalnya, pria yang diketahui sebagai kontraktor tersebut menggugat Bupati Trenggalek cq Direktur RSUD dr Soedomo sebagai tergugat I, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD dr Soedomo Trenggalek sebagai tergugat II sebesar sekitar Rp 9,8 miliar.Hal tersebut lantaran RSUD dr Soedomo Trenggalek tidak membayar pekerjaan proyek yang dikerjakan kontraktor.

Alhasil penggugat mengalami berbagai kerugian. Seperti kerugian material tidak terbayar, prestasi penyelesaian pekerjaan penggugat dengan bobot 100 persen atas pekerjaan pengadaan aset tak berwujud sistem informasi manajemen Rumah sakit sebesar sekitar Rp 1,5 miliar.

Selain itu juga ada kerugian material hilangnya keuntungan dan deposito selama 15 bulan dengan bunga 1,5 persen per bulan yaitu sebesar Rp 344 juta, dan kerugian immaterial sebesar Rp 5 miliar. “Gugatan itu telah didaftarkan ke kami pada Jumat (13/5) lalu, dan ini tengah diproses,” ungkap Humas Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek Abraham Amrullah.

Disamping tuntutan ganti rugi sekitar Rp 9,87 tersebut, ada tiga poin tuntutan lain yang dikabulkan PN. Itu seperti menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya; menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang dimohonkan, serta menyatakan secara hukum bahwa para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum merugikan penggugat.

“Gugatan itu masuk ke kami dengan nomor perkara 6/Pdt.G/2022/PN Trk, dan saat ini masih masa persidangan dengan lama proses 20 hari hingga hari ini (kemarin, 22/6-red),” kata Abraham.Sehingga proses persidangan tersebut telah dimulai sidang pertama pada Rabu (25/5) dengan agenda memangil para pihak.
Setelah tersebut sidang dilakukan kembali pada Kamis (2/6) lalu dengan memanggil tergugat II untuk proses mediasi. Dari situ untuk proses sidang mediasi berikutnya direncanakan akan dijadwalkan pada bulan depan (Juli-red) “Jadi proses mediasi telah dimulai pada Kamis itu (2/6-red), dan sejauh ini pertemuan dengan pihak baru terjadi dua kali,” jelas Abraham.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/