alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Tiga Bulan Jalan Ambrol Belum Diperbaiki

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, RADARJEMBER.ID- Tanjakan Jerapah di Kabupaten Pasuruan belum diperbaiki, kini muncul lagi kerusakan jalan di Kecamatan Prigen. Lokasi jalan rusak tersebut berada di Dusun Kebonalas, Desa Sukoreno. Di jalan tersebut  terdapat bahu jalan ambrol, selain itu badan jalan juga retak.

Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan, hingga kini belum juga diperbaiki.Tentu  jalan itu menjadi semakin sempit dan mengundang kerawanan, padahal volume kendaraan setiap hari cukup padat. Kendaraan saat melintas di jalan itu, terpaksa harus berhati-hati terutama kendaraan besar harus bergantian melalui jalan tersebut, agar tidak terperosok ke jurang

“Jalan ambrol sekitar sekitar tiga bulan lalu, sudah kami laporkan ke kantor Kecamatan Prigen dan instansi terkait. Seperti BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Namun belum juga ada perbaikan entah kapan bakal diperbaiki,” ujar Darmawan, Kepala Desa Sukoreno.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ia menjelentrehkan, lebar badan jalan ambrol sekitar lima meter, ketinggian sekitar tiga meter.Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, pemerintah desa memberi tanda jalan ambrol ini menggunakan sak berisi pasir. Dengan harapan, pengendara tidak terlalu menepi. 

Eko Bagus , Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan mengaku, akan berusaha untuk memperbaiki jalan tersebut  tahun 2022 ini. Tetap belum bisa memastikan kapan akan mulai digarap, karena itu ia berharap warga untuk bersabar dan tetap untuk berhati-hati agar tidak mengalami musibah.(*). 

- Advertisement -

PASURUAN, RADARJEMBER.ID- Tanjakan Jerapah di Kabupaten Pasuruan belum diperbaiki, kini muncul lagi kerusakan jalan di Kecamatan Prigen. Lokasi jalan rusak tersebut berada di Dusun Kebonalas, Desa Sukoreno. Di jalan tersebut  terdapat bahu jalan ambrol, selain itu badan jalan juga retak.

Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan, hingga kini belum juga diperbaiki.Tentu  jalan itu menjadi semakin sempit dan mengundang kerawanan, padahal volume kendaraan setiap hari cukup padat. Kendaraan saat melintas di jalan itu, terpaksa harus berhati-hati terutama kendaraan besar harus bergantian melalui jalan tersebut, agar tidak terperosok ke jurang

“Jalan ambrol sekitar sekitar tiga bulan lalu, sudah kami laporkan ke kantor Kecamatan Prigen dan instansi terkait. Seperti BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Namun belum juga ada perbaikan entah kapan bakal diperbaiki,” ujar Darmawan, Kepala Desa Sukoreno.

Ia menjelentrehkan, lebar badan jalan ambrol sekitar lima meter, ketinggian sekitar tiga meter.Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, pemerintah desa memberi tanda jalan ambrol ini menggunakan sak berisi pasir. Dengan harapan, pengendara tidak terlalu menepi. 

Eko Bagus , Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan mengaku, akan berusaha untuk memperbaiki jalan tersebut  tahun 2022 ini. Tetap belum bisa memastikan kapan akan mulai digarap, karena itu ia berharap warga untuk bersabar dan tetap untuk berhati-hati agar tidak mengalami musibah.(*). 

PASURUAN, RADARJEMBER.ID- Tanjakan Jerapah di Kabupaten Pasuruan belum diperbaiki, kini muncul lagi kerusakan jalan di Kecamatan Prigen. Lokasi jalan rusak tersebut berada di Dusun Kebonalas, Desa Sukoreno. Di jalan tersebut  terdapat bahu jalan ambrol, selain itu badan jalan juga retak.

Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan, hingga kini belum juga diperbaiki.Tentu  jalan itu menjadi semakin sempit dan mengundang kerawanan, padahal volume kendaraan setiap hari cukup padat. Kendaraan saat melintas di jalan itu, terpaksa harus berhati-hati terutama kendaraan besar harus bergantian melalui jalan tersebut, agar tidak terperosok ke jurang

“Jalan ambrol sekitar sekitar tiga bulan lalu, sudah kami laporkan ke kantor Kecamatan Prigen dan instansi terkait. Seperti BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Namun belum juga ada perbaikan entah kapan bakal diperbaiki,” ujar Darmawan, Kepala Desa Sukoreno.

Ia menjelentrehkan, lebar badan jalan ambrol sekitar lima meter, ketinggian sekitar tiga meter.Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, pemerintah desa memberi tanda jalan ambrol ini menggunakan sak berisi pasir. Dengan harapan, pengendara tidak terlalu menepi. 

Eko Bagus , Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan mengaku, akan berusaha untuk memperbaiki jalan tersebut  tahun 2022 ini. Tetap belum bisa memastikan kapan akan mulai digarap, karena itu ia berharap warga untuk bersabar dan tetap untuk berhati-hati agar tidak mengalami musibah.(*). 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/