alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Jaksa Cantik Sering Tangani Kasus Kejahatan Seksual Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

KEDIRI, RADARJEMBER.ID- Sebagai seorang perempuan, Syaecha Diana, hatinya sering teriris melihat para korban kejahatan seksual kebanyakan masih anak-anak. Kesabaran ekstra juga harus dia miliki, agar para korban itu siap secara mental bersaksi melawan pelaku walau kadang adalah ayah kandungnya.

Saat itu, Syaecha duduk di depan mejanya dan terlihat dipenuhi tumpukan berkas. Ada lukisan sketsa wajah dari Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menempel di dinding tepat di belakang jaksa wanita ini.  

Sesaat kemudian, aktivitas salah satu jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri ini terhenti. Menggantinya dengan cerita tentang kasus-kasus kejahatan seksual pada anak dan sering dia tangani.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama ini, jaksa cantik itu sering ditunjuk menangani kasus kejahatan seksual dan korban masih di bawah umur. Beberapa kasus adalah orang tua bejat dan menyetubuhi anaknya sendiri. Padahal, usia sang anak itu masih kecil. Masih usia SD atau bahkan taman kanak-kanak.

Sang jaksa kemudian menyodorkan data yang membuat hati miris. Ternyata, kejahatan seksual seperti itu terjadi setiap tahun. Intensitasnya pun tergolong sering. Selain itu, mayoritas pelaku adalah orang terdekat korban. 

Menjadi tugasnya agar para korban itu tetap merasa aman saat berbicara di pengadilan. Bersaksi melawan pelaku kejahatan yang kadang adalah ayah kandungnya.Sebagai seorang ibu , ia sangat mengerti seperti apa perasaan para bocah korban kekerasan seksual itu. 

Apalagi, di usia-usia itu para korban masih sulit untuk diatur. Sifat anak-anaknya sangat dominan. Tidak hanya berlarian di ruang sidang, sering pula sang korban menangis di tengah-tengah persidangan.

Bila sudah seperti itu, dia harus cepat mencari solusinya. Pendekatan personal dengan memberi boneka maupun makanan kesukaan sang korban menjadi salah satu caranya.Ia harus bersabar dalam menangani kasus anak. 

- Advertisement -

KEDIRI, RADARJEMBER.ID- Sebagai seorang perempuan, Syaecha Diana, hatinya sering teriris melihat para korban kejahatan seksual kebanyakan masih anak-anak. Kesabaran ekstra juga harus dia miliki, agar para korban itu siap secara mental bersaksi melawan pelaku walau kadang adalah ayah kandungnya.

Saat itu, Syaecha duduk di depan mejanya dan terlihat dipenuhi tumpukan berkas. Ada lukisan sketsa wajah dari Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menempel di dinding tepat di belakang jaksa wanita ini.  

Sesaat kemudian, aktivitas salah satu jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri ini terhenti. Menggantinya dengan cerita tentang kasus-kasus kejahatan seksual pada anak dan sering dia tangani.

Selama ini, jaksa cantik itu sering ditunjuk menangani kasus kejahatan seksual dan korban masih di bawah umur. Beberapa kasus adalah orang tua bejat dan menyetubuhi anaknya sendiri. Padahal, usia sang anak itu masih kecil. Masih usia SD atau bahkan taman kanak-kanak.

Sang jaksa kemudian menyodorkan data yang membuat hati miris. Ternyata, kejahatan seksual seperti itu terjadi setiap tahun. Intensitasnya pun tergolong sering. Selain itu, mayoritas pelaku adalah orang terdekat korban. 

Menjadi tugasnya agar para korban itu tetap merasa aman saat berbicara di pengadilan. Bersaksi melawan pelaku kejahatan yang kadang adalah ayah kandungnya.Sebagai seorang ibu , ia sangat mengerti seperti apa perasaan para bocah korban kekerasan seksual itu. 

Apalagi, di usia-usia itu para korban masih sulit untuk diatur. Sifat anak-anaknya sangat dominan. Tidak hanya berlarian di ruang sidang, sering pula sang korban menangis di tengah-tengah persidangan.

Bila sudah seperti itu, dia harus cepat mencari solusinya. Pendekatan personal dengan memberi boneka maupun makanan kesukaan sang korban menjadi salah satu caranya.Ia harus bersabar dalam menangani kasus anak. 

KEDIRI, RADARJEMBER.ID- Sebagai seorang perempuan, Syaecha Diana, hatinya sering teriris melihat para korban kejahatan seksual kebanyakan masih anak-anak. Kesabaran ekstra juga harus dia miliki, agar para korban itu siap secara mental bersaksi melawan pelaku walau kadang adalah ayah kandungnya.

Saat itu, Syaecha duduk di depan mejanya dan terlihat dipenuhi tumpukan berkas. Ada lukisan sketsa wajah dari Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menempel di dinding tepat di belakang jaksa wanita ini.  

Sesaat kemudian, aktivitas salah satu jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri ini terhenti. Menggantinya dengan cerita tentang kasus-kasus kejahatan seksual pada anak dan sering dia tangani.

Selama ini, jaksa cantik itu sering ditunjuk menangani kasus kejahatan seksual dan korban masih di bawah umur. Beberapa kasus adalah orang tua bejat dan menyetubuhi anaknya sendiri. Padahal, usia sang anak itu masih kecil. Masih usia SD atau bahkan taman kanak-kanak.

Sang jaksa kemudian menyodorkan data yang membuat hati miris. Ternyata, kejahatan seksual seperti itu terjadi setiap tahun. Intensitasnya pun tergolong sering. Selain itu, mayoritas pelaku adalah orang terdekat korban. 

Menjadi tugasnya agar para korban itu tetap merasa aman saat berbicara di pengadilan. Bersaksi melawan pelaku kejahatan yang kadang adalah ayah kandungnya.Sebagai seorang ibu , ia sangat mengerti seperti apa perasaan para bocah korban kekerasan seksual itu. 

Apalagi, di usia-usia itu para korban masih sulit untuk diatur. Sifat anak-anaknya sangat dominan. Tidak hanya berlarian di ruang sidang, sering pula sang korban menangis di tengah-tengah persidangan.

Bila sudah seperti itu, dia harus cepat mencari solusinya. Pendekatan personal dengan memberi boneka maupun makanan kesukaan sang korban menjadi salah satu caranya.Ia harus bersabar dalam menangani kasus anak. 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/