alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Baru Terbang Delapan Menit Lalu Minta Mendarat Darurat

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Permintaan emergency landing atau pendaratan darurat diajukan pesawat Citilink rute Surabaya–Makassar Kamis (21/7) pagi. Pesawat tersebut terpaksa kembali mendarat di Bandara Juanda karena pilot mengalami incapacity (mengeluh sakit) saat sudah di udara.

BACA JUGA : DPR Minta Kemenhub Lakukan Investigasi Kasus Pilot Citilink Meninggal

Tindakan medis pun dilakukan. Nahas, Kapten Boy Awalia Asnil yang memimpin penerbangan tersebut akhirnya meninggal.Pesawat bernomor penerbangan QG307 tujuan Surabaya–Makassar (Sub–UPG) itu lepas landas dari Bandara Juanda pukul 06.15 WIB. Setelah delapan menit terbang, pesawat Citilink tersebut meminta return to base (RTB) atau kembali mendarat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pesawat sempat meminta holding untuk menghabiskan bahan bakar di udara. Manajer Operasi AirNav Cabang Surabaya R. Diyan Subismo menuturkan, pesawat kembali landing pada pukul 06.50 WIB. Saat mengajukan permintaan mendarat darurat itu, pesawat masih berada di atas Sumenep. Atau baru terbang di sekitar 40 NM (nautical miles).

Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardhi H. menyatakan, sesuai standard operating procedure (SOP), tindakan penanganan pun langsung dilakukan. ’’Kami berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” ucapnya. Ambulans dan tim medis disiapkan di apron.

Karena itu, kata Yuris, sebelum pesawat kembali landing, semua petugas medis sudah siap. Berikutnya, pilot dibawa ke rumah sakit terdekat, yakni RS Mitra Keluarga Waru. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KKP Kelas I Surabaya dr Acub Zaenal saat dikonfirmasi membenarkan bahwa saat diperiksa petugas, denyut nadi pilot berusia 48 tahun itu sudah tidak ada.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Permintaan emergency landing atau pendaratan darurat diajukan pesawat Citilink rute Surabaya–Makassar Kamis (21/7) pagi. Pesawat tersebut terpaksa kembali mendarat di Bandara Juanda karena pilot mengalami incapacity (mengeluh sakit) saat sudah di udara.

BACA JUGA : DPR Minta Kemenhub Lakukan Investigasi Kasus Pilot Citilink Meninggal

Tindakan medis pun dilakukan. Nahas, Kapten Boy Awalia Asnil yang memimpin penerbangan tersebut akhirnya meninggal.Pesawat bernomor penerbangan QG307 tujuan Surabaya–Makassar (Sub–UPG) itu lepas landas dari Bandara Juanda pukul 06.15 WIB. Setelah delapan menit terbang, pesawat Citilink tersebut meminta return to base (RTB) atau kembali mendarat.

Pesawat sempat meminta holding untuk menghabiskan bahan bakar di udara. Manajer Operasi AirNav Cabang Surabaya R. Diyan Subismo menuturkan, pesawat kembali landing pada pukul 06.50 WIB. Saat mengajukan permintaan mendarat darurat itu, pesawat masih berada di atas Sumenep. Atau baru terbang di sekitar 40 NM (nautical miles).

Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardhi H. menyatakan, sesuai standard operating procedure (SOP), tindakan penanganan pun langsung dilakukan. ’’Kami berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” ucapnya. Ambulans dan tim medis disiapkan di apron.

Karena itu, kata Yuris, sebelum pesawat kembali landing, semua petugas medis sudah siap. Berikutnya, pilot dibawa ke rumah sakit terdekat, yakni RS Mitra Keluarga Waru. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KKP Kelas I Surabaya dr Acub Zaenal saat dikonfirmasi membenarkan bahwa saat diperiksa petugas, denyut nadi pilot berusia 48 tahun itu sudah tidak ada.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Permintaan emergency landing atau pendaratan darurat diajukan pesawat Citilink rute Surabaya–Makassar Kamis (21/7) pagi. Pesawat tersebut terpaksa kembali mendarat di Bandara Juanda karena pilot mengalami incapacity (mengeluh sakit) saat sudah di udara.

BACA JUGA : DPR Minta Kemenhub Lakukan Investigasi Kasus Pilot Citilink Meninggal

Tindakan medis pun dilakukan. Nahas, Kapten Boy Awalia Asnil yang memimpin penerbangan tersebut akhirnya meninggal.Pesawat bernomor penerbangan QG307 tujuan Surabaya–Makassar (Sub–UPG) itu lepas landas dari Bandara Juanda pukul 06.15 WIB. Setelah delapan menit terbang, pesawat Citilink tersebut meminta return to base (RTB) atau kembali mendarat.

Pesawat sempat meminta holding untuk menghabiskan bahan bakar di udara. Manajer Operasi AirNav Cabang Surabaya R. Diyan Subismo menuturkan, pesawat kembali landing pada pukul 06.50 WIB. Saat mengajukan permintaan mendarat darurat itu, pesawat masih berada di atas Sumenep. Atau baru terbang di sekitar 40 NM (nautical miles).

Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardhi H. menyatakan, sesuai standard operating procedure (SOP), tindakan penanganan pun langsung dilakukan. ’’Kami berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” ucapnya. Ambulans dan tim medis disiapkan di apron.

Karena itu, kata Yuris, sebelum pesawat kembali landing, semua petugas medis sudah siap. Berikutnya, pilot dibawa ke rumah sakit terdekat, yakni RS Mitra Keluarga Waru. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KKP Kelas I Surabaya dr Acub Zaenal saat dikonfirmasi membenarkan bahwa saat diperiksa petugas, denyut nadi pilot berusia 48 tahun itu sudah tidak ada.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/