alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Ribuan Ikan Mati Tercemar Limbah Sawit

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIMANTAN TENGAH, RADARJEMBER.ID-Ribuan ikan di Sungai Lamandau, tepat di Desa Kujan ditemukan mati mendadak. Kematian beraneka ikan itu dinilai janggal, lantaran terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA: Kanada Atur RUU Platform Streaming Online  untuk Dukung Konten Lokal

Diduga kematian ikan-ikan tersebut disebabkan tercemar air sungai oleh limbah pabrik pengolahan kelapa sawit dan berada di sekitar Desa Kujan. Salah seorang warga di bantaran Sungai Lamandau membenarkan perihal kematian ribuan ikan dalam beberapa hari terakhir.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini bukan kejadian pertama, seringkali terjadi. Tiap air pasang atau hujan deras, ditemukan ikan mati. Ada juga ikan masih hidup, tapi mengambang di atas permukaan sungai,” kata salah seorang warga enggan disebutkan nama.

Sumber serupa mengatakan, sepengetahuan warga di sepanjang Sungai Lamandau tidak pernah dan tidak berani meracuni ikan sungai. Karena ia sebagai pencari ikan, maka ia tahu betul siapa saja mencari ikan dan alat tangkap digunakan

Untuk diketahui, pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Sumber Adinusa Lestari (PT SAL) di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau pernah disegel oleh aparat dari Ditreskrimsus Polda Kalteng pada medio 2017 lalu karena terkait masalah limbah pabrik.

Husnul Maarif Lubis, Humas PT SALsaat dikonfirmasi awak media, mengaku sudah melakukan pengecekan bersama dinas lingkungan hidup (DLH) setempat, guna memastikan tidak ada tanggul limbah atau instalasi pembuangan air limbah (IPAL) bocor atau meluap.

- Advertisement -

KALIMANTAN TENGAH, RADARJEMBER.ID-Ribuan ikan di Sungai Lamandau, tepat di Desa Kujan ditemukan mati mendadak. Kematian beraneka ikan itu dinilai janggal, lantaran terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA: Kanada Atur RUU Platform Streaming Online  untuk Dukung Konten Lokal

Diduga kematian ikan-ikan tersebut disebabkan tercemar air sungai oleh limbah pabrik pengolahan kelapa sawit dan berada di sekitar Desa Kujan. Salah seorang warga di bantaran Sungai Lamandau membenarkan perihal kematian ribuan ikan dalam beberapa hari terakhir.

“Ini bukan kejadian pertama, seringkali terjadi. Tiap air pasang atau hujan deras, ditemukan ikan mati. Ada juga ikan masih hidup, tapi mengambang di atas permukaan sungai,” kata salah seorang warga enggan disebutkan nama.

Sumber serupa mengatakan, sepengetahuan warga di sepanjang Sungai Lamandau tidak pernah dan tidak berani meracuni ikan sungai. Karena ia sebagai pencari ikan, maka ia tahu betul siapa saja mencari ikan dan alat tangkap digunakan

Untuk diketahui, pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Sumber Adinusa Lestari (PT SAL) di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau pernah disegel oleh aparat dari Ditreskrimsus Polda Kalteng pada medio 2017 lalu karena terkait masalah limbah pabrik.

Husnul Maarif Lubis, Humas PT SALsaat dikonfirmasi awak media, mengaku sudah melakukan pengecekan bersama dinas lingkungan hidup (DLH) setempat, guna memastikan tidak ada tanggul limbah atau instalasi pembuangan air limbah (IPAL) bocor atau meluap.

KALIMANTAN TENGAH, RADARJEMBER.ID-Ribuan ikan di Sungai Lamandau, tepat di Desa Kujan ditemukan mati mendadak. Kematian beraneka ikan itu dinilai janggal, lantaran terjadi secara beruntun dalam beberapa hari terakhir.

BACA JUGA: Kanada Atur RUU Platform Streaming Online  untuk Dukung Konten Lokal

Diduga kematian ikan-ikan tersebut disebabkan tercemar air sungai oleh limbah pabrik pengolahan kelapa sawit dan berada di sekitar Desa Kujan. Salah seorang warga di bantaran Sungai Lamandau membenarkan perihal kematian ribuan ikan dalam beberapa hari terakhir.

“Ini bukan kejadian pertama, seringkali terjadi. Tiap air pasang atau hujan deras, ditemukan ikan mati. Ada juga ikan masih hidup, tapi mengambang di atas permukaan sungai,” kata salah seorang warga enggan disebutkan nama.

Sumber serupa mengatakan, sepengetahuan warga di sepanjang Sungai Lamandau tidak pernah dan tidak berani meracuni ikan sungai. Karena ia sebagai pencari ikan, maka ia tahu betul siapa saja mencari ikan dan alat tangkap digunakan

Untuk diketahui, pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Sumber Adinusa Lestari (PT SAL) di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau pernah disegel oleh aparat dari Ditreskrimsus Polda Kalteng pada medio 2017 lalu karena terkait masalah limbah pabrik.

Husnul Maarif Lubis, Humas PT SALsaat dikonfirmasi awak media, mengaku sudah melakukan pengecekan bersama dinas lingkungan hidup (DLH) setempat, guna memastikan tidak ada tanggul limbah atau instalasi pembuangan air limbah (IPAL) bocor atau meluap.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/