alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Pengguna Teknologi Digital Harus Berhati-hati dengan Kejahatan Dunia Maya

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Aktivitas penggunaan teknologi digital mampu membuat perubahan besar terhadap perkembangan dunia. Namun di balik hal itu terdapat ancaman kejahatan siber yang menyertainya.

Dosen Universitas Ahmad Dahlan, Devi Ardiyanti menjelaskan pentingnya menjaga data pribadi saat beraktivitas di dunia digital, sebab terdapat ancaman yang cukup besar akibat pengelolaan data pribadi yang kurang baik.

“Belakangan ini muncul beberapa masalah, ada nasabah yang tiba-tiba kehilangan uang, hal itu bisa karena terjadi karena penyalinan data pribadi di kartu ATM dan pada akhirnya dana bisa berpindah ke tempat yang lain,” ujar Devi seperti dalam keterangan pers yang diterima.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal tersebut disampaikan Devi dalam webinar berjudul Kiat-kiat Aman Berselancar di Internet yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi baru-baru ini.

Devi mengatakan perlindungan data pribadi sebenarnya telah diatur di Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun masyarakat tetap harus berhati-hati dalam menggunakan data pribadi di dunia maya.

Kepada masyarakat, dia menyarankan untuk menggunakan autentifikasi dua faktor kata sandi, selalu memperbarui peramban, dan tidak memasukkan data pribadi ke perangkat publik.

Sementara itu, Pengamat media sosial Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa tiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak yang bisa berdampak baik atau buruk.

Dia pun membagi tips dalam mengelola jejak digital dan data pribadi di dunia maya. Pertama adalah menggunakan nama atau profil yang sama di semua akun, tidak mengunggah informasi lokasi keberadaan diri secara langsung di media sosial, dan menggunakan fitur keamanan yang tersedia.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Aktivitas penggunaan teknologi digital mampu membuat perubahan besar terhadap perkembangan dunia. Namun di balik hal itu terdapat ancaman kejahatan siber yang menyertainya.

Dosen Universitas Ahmad Dahlan, Devi Ardiyanti menjelaskan pentingnya menjaga data pribadi saat beraktivitas di dunia digital, sebab terdapat ancaman yang cukup besar akibat pengelolaan data pribadi yang kurang baik.

“Belakangan ini muncul beberapa masalah, ada nasabah yang tiba-tiba kehilangan uang, hal itu bisa karena terjadi karena penyalinan data pribadi di kartu ATM dan pada akhirnya dana bisa berpindah ke tempat yang lain,” ujar Devi seperti dalam keterangan pers yang diterima.

Hal tersebut disampaikan Devi dalam webinar berjudul Kiat-kiat Aman Berselancar di Internet yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi baru-baru ini.

Devi mengatakan perlindungan data pribadi sebenarnya telah diatur di Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun masyarakat tetap harus berhati-hati dalam menggunakan data pribadi di dunia maya.

Kepada masyarakat, dia menyarankan untuk menggunakan autentifikasi dua faktor kata sandi, selalu memperbarui peramban, dan tidak memasukkan data pribadi ke perangkat publik.

Sementara itu, Pengamat media sosial Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa tiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak yang bisa berdampak baik atau buruk.

Dia pun membagi tips dalam mengelola jejak digital dan data pribadi di dunia maya. Pertama adalah menggunakan nama atau profil yang sama di semua akun, tidak mengunggah informasi lokasi keberadaan diri secara langsung di media sosial, dan menggunakan fitur keamanan yang tersedia.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Aktivitas penggunaan teknologi digital mampu membuat perubahan besar terhadap perkembangan dunia. Namun di balik hal itu terdapat ancaman kejahatan siber yang menyertainya.

Dosen Universitas Ahmad Dahlan, Devi Ardiyanti menjelaskan pentingnya menjaga data pribadi saat beraktivitas di dunia digital, sebab terdapat ancaman yang cukup besar akibat pengelolaan data pribadi yang kurang baik.

“Belakangan ini muncul beberapa masalah, ada nasabah yang tiba-tiba kehilangan uang, hal itu bisa karena terjadi karena penyalinan data pribadi di kartu ATM dan pada akhirnya dana bisa berpindah ke tempat yang lain,” ujar Devi seperti dalam keterangan pers yang diterima.

Hal tersebut disampaikan Devi dalam webinar berjudul Kiat-kiat Aman Berselancar di Internet yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi baru-baru ini.

Devi mengatakan perlindungan data pribadi sebenarnya telah diatur di Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun masyarakat tetap harus berhati-hati dalam menggunakan data pribadi di dunia maya.

Kepada masyarakat, dia menyarankan untuk menggunakan autentifikasi dua faktor kata sandi, selalu memperbarui peramban, dan tidak memasukkan data pribadi ke perangkat publik.

Sementara itu, Pengamat media sosial Komunikonten Hariqo Wibawa Satria mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa tiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak yang bisa berdampak baik atau buruk.

Dia pun membagi tips dalam mengelola jejak digital dan data pribadi di dunia maya. Pertama adalah menggunakan nama atau profil yang sama di semua akun, tidak mengunggah informasi lokasi keberadaan diri secara langsung di media sosial, dan menggunakan fitur keamanan yang tersedia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/