alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Investasi Kereta Gantung Rinjani Tembus Rp.2,1 Triliun

Mobile_AP_Rectangle 1

MATARAM, RADARJEMBER.ID – Pembangunan kereta gantung Rinjani bakal membawa keuntungan bagi NTB dari sisi investasi dan pertumbuhan ekonomi. Sebab, investor akan menggelontorkan dana hingga Rp 2,2 triliun untuk proyek tersebut.

”Investasinya sekitar Rp 2,2 triliun.,” kata Mohammad Rum, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nusa Tenggara Barat (NTB).Proyek yang berpotensi menjadi ikon baru pariwisata NTB ini digarap investor dari China.

Investor asing tersebut memakai bendera PT Indonesia Lombok Resort (ILR), investasi triliunan rupiah tersebut bukan sebatas pembangunan kereta gantung saja. Tapi ada pula fasilitas penunjang pariwisata lainnya, seperti resort, hingga rehabilitasi hutan di kaki Gunung Rinjani.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mereka (investor) sudah kirim sekitar Rp 600 miliar, itu mungkin untuk kereta gantungnya. Sisanya buat fasilitas penunjang lain,” ungkap Rum.Resort rencananya dibangun di titik mula dan akhir kereta gantung.

Sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama untuk menikmati panorama dan suasana Gunung Rinjani.Rum menyebut, kereta gantung bukan semacam jalan pintas bagi wisatawan untuk menaklukkan Gunung Rinjani. Sarana ini berfungsi untuk memudahkan wisatawan.

Sebab, jika ingin menuju puncak Gunung Rinjani maupun danau Segara Anak, wisatawan tetap harus berjalan kaki beberapa kilometer.”Tetap harus jalan. Karena itu rencananya disiapkan juga resort di atas,” ujar Rum.

Titik mula kereta gantung akan dibangun di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, menuju kawasan hutan di bagian atas. Rum memastikan jalur kereta gantung tidak berada di wilayah zona inti dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Ia mengatakan, investor tetap berkewajiban untuk melakukan rehabilitasi kawasan hutan yang gundul. Terutama di jalur-jalur yang dilewati kereta gantung. Rehabilitasi hutan ini sekaligus untuk menambah daya tarik panorama yang akan dilihat wisatawan.

”Yang mereka jual kan pemandangan alam. Kalau hutannya gundul, wisatawan bisa tidak tertarik,” imbuh pria tersebut.Rum sendiri nampak optimis soal rencana investasi tersebut. Investor juga telah menyerahkan uang jaminan investasi kepada pemprov sebesar Rp 5 miliar.

- Advertisement -

MATARAM, RADARJEMBER.ID – Pembangunan kereta gantung Rinjani bakal membawa keuntungan bagi NTB dari sisi investasi dan pertumbuhan ekonomi. Sebab, investor akan menggelontorkan dana hingga Rp 2,2 triliun untuk proyek tersebut.

”Investasinya sekitar Rp 2,2 triliun.,” kata Mohammad Rum, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nusa Tenggara Barat (NTB).Proyek yang berpotensi menjadi ikon baru pariwisata NTB ini digarap investor dari China.

Investor asing tersebut memakai bendera PT Indonesia Lombok Resort (ILR), investasi triliunan rupiah tersebut bukan sebatas pembangunan kereta gantung saja. Tapi ada pula fasilitas penunjang pariwisata lainnya, seperti resort, hingga rehabilitasi hutan di kaki Gunung Rinjani.

“Mereka (investor) sudah kirim sekitar Rp 600 miliar, itu mungkin untuk kereta gantungnya. Sisanya buat fasilitas penunjang lain,” ungkap Rum.Resort rencananya dibangun di titik mula dan akhir kereta gantung.

Sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama untuk menikmati panorama dan suasana Gunung Rinjani.Rum menyebut, kereta gantung bukan semacam jalan pintas bagi wisatawan untuk menaklukkan Gunung Rinjani. Sarana ini berfungsi untuk memudahkan wisatawan.

Sebab, jika ingin menuju puncak Gunung Rinjani maupun danau Segara Anak, wisatawan tetap harus berjalan kaki beberapa kilometer.”Tetap harus jalan. Karena itu rencananya disiapkan juga resort di atas,” ujar Rum.

Titik mula kereta gantung akan dibangun di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, menuju kawasan hutan di bagian atas. Rum memastikan jalur kereta gantung tidak berada di wilayah zona inti dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Ia mengatakan, investor tetap berkewajiban untuk melakukan rehabilitasi kawasan hutan yang gundul. Terutama di jalur-jalur yang dilewati kereta gantung. Rehabilitasi hutan ini sekaligus untuk menambah daya tarik panorama yang akan dilihat wisatawan.

”Yang mereka jual kan pemandangan alam. Kalau hutannya gundul, wisatawan bisa tidak tertarik,” imbuh pria tersebut.Rum sendiri nampak optimis soal rencana investasi tersebut. Investor juga telah menyerahkan uang jaminan investasi kepada pemprov sebesar Rp 5 miliar.

MATARAM, RADARJEMBER.ID – Pembangunan kereta gantung Rinjani bakal membawa keuntungan bagi NTB dari sisi investasi dan pertumbuhan ekonomi. Sebab, investor akan menggelontorkan dana hingga Rp 2,2 triliun untuk proyek tersebut.

”Investasinya sekitar Rp 2,2 triliun.,” kata Mohammad Rum, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nusa Tenggara Barat (NTB).Proyek yang berpotensi menjadi ikon baru pariwisata NTB ini digarap investor dari China.

Investor asing tersebut memakai bendera PT Indonesia Lombok Resort (ILR), investasi triliunan rupiah tersebut bukan sebatas pembangunan kereta gantung saja. Tapi ada pula fasilitas penunjang pariwisata lainnya, seperti resort, hingga rehabilitasi hutan di kaki Gunung Rinjani.

“Mereka (investor) sudah kirim sekitar Rp 600 miliar, itu mungkin untuk kereta gantungnya. Sisanya buat fasilitas penunjang lain,” ungkap Rum.Resort rencananya dibangun di titik mula dan akhir kereta gantung.

Sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama untuk menikmati panorama dan suasana Gunung Rinjani.Rum menyebut, kereta gantung bukan semacam jalan pintas bagi wisatawan untuk menaklukkan Gunung Rinjani. Sarana ini berfungsi untuk memudahkan wisatawan.

Sebab, jika ingin menuju puncak Gunung Rinjani maupun danau Segara Anak, wisatawan tetap harus berjalan kaki beberapa kilometer.”Tetap harus jalan. Karena itu rencananya disiapkan juga resort di atas,” ujar Rum.

Titik mula kereta gantung akan dibangun di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, menuju kawasan hutan di bagian atas. Rum memastikan jalur kereta gantung tidak berada di wilayah zona inti dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Ia mengatakan, investor tetap berkewajiban untuk melakukan rehabilitasi kawasan hutan yang gundul. Terutama di jalur-jalur yang dilewati kereta gantung. Rehabilitasi hutan ini sekaligus untuk menambah daya tarik panorama yang akan dilihat wisatawan.

”Yang mereka jual kan pemandangan alam. Kalau hutannya gundul, wisatawan bisa tidak tertarik,” imbuh pria tersebut.Rum sendiri nampak optimis soal rencana investasi tersebut. Investor juga telah menyerahkan uang jaminan investasi kepada pemprov sebesar Rp 5 miliar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/