alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Embat Dana Desa Kades Dituntut 2,4 tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Kuasa hukum pelapor berharap terdakwa ditutut seberat-beratnya agar menimbulkan efek jera untuk pejabat-pejabat desa yang lain. Apalagi kasus Kades Desa Ngadri tersebut sangat memalukan, karena dilakukan oleh seorang pemimpin desa terhadap warga desa sedeiri.

BACA JUGA: Megawati Ingatkan Kader Jangan Terus Berada di Zona Nyaman.

Fatony Yosi Abdullah Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, mengatakan, rangkaian pemeriksaan saksi sudah dilakukan. Beberapa hari lalu, perkara bantuan sosial tunai (BST) tersebut sudah memasuki tahap penuntutan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Menurut kami terdakwa terbukti bersalah telah melanggar undang-undang tentang penanganan fakir miskin. Kami menuntutnya dengan pidana penjara 2 tahun 4 bulan,” kata Fatony, kepada Jawa Pos Radar blitar.

Dia menambahkan, minggu ini dijadwalkan akan digelar sidang dengan agenda pembelaan. Karena itu pula, pihaknya optimistis awal bulan depan sudah ada putusan terkait perkara tersebut. Nantinya, sejumlah barang bukti perkara akan dikembalikan kepada pihak terkait.

Sebelum sidang putusan, jelas Yosi, biasanya majelis hakim memberikan kesempatan untuk terdakwa untuk membela diri. Ini penting sebagai salahsatu bahan pertimbangan hakim sebelum memutuskan perkara.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Kuasa hukum pelapor berharap terdakwa ditutut seberat-beratnya agar menimbulkan efek jera untuk pejabat-pejabat desa yang lain. Apalagi kasus Kades Desa Ngadri tersebut sangat memalukan, karena dilakukan oleh seorang pemimpin desa terhadap warga desa sedeiri.

BACA JUGA: Megawati Ingatkan Kader Jangan Terus Berada di Zona Nyaman.

Fatony Yosi Abdullah Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, mengatakan, rangkaian pemeriksaan saksi sudah dilakukan. Beberapa hari lalu, perkara bantuan sosial tunai (BST) tersebut sudah memasuki tahap penuntutan.

“Menurut kami terdakwa terbukti bersalah telah melanggar undang-undang tentang penanganan fakir miskin. Kami menuntutnya dengan pidana penjara 2 tahun 4 bulan,” kata Fatony, kepada Jawa Pos Radar blitar.

Dia menambahkan, minggu ini dijadwalkan akan digelar sidang dengan agenda pembelaan. Karena itu pula, pihaknya optimistis awal bulan depan sudah ada putusan terkait perkara tersebut. Nantinya, sejumlah barang bukti perkara akan dikembalikan kepada pihak terkait.

Sebelum sidang putusan, jelas Yosi, biasanya majelis hakim memberikan kesempatan untuk terdakwa untuk membela diri. Ini penting sebagai salahsatu bahan pertimbangan hakim sebelum memutuskan perkara.

RADARJEMBER.ID – Kuasa hukum pelapor berharap terdakwa ditutut seberat-beratnya agar menimbulkan efek jera untuk pejabat-pejabat desa yang lain. Apalagi kasus Kades Desa Ngadri tersebut sangat memalukan, karena dilakukan oleh seorang pemimpin desa terhadap warga desa sedeiri.

BACA JUGA: Megawati Ingatkan Kader Jangan Terus Berada di Zona Nyaman.

Fatony Yosi Abdullah Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, mengatakan, rangkaian pemeriksaan saksi sudah dilakukan. Beberapa hari lalu, perkara bantuan sosial tunai (BST) tersebut sudah memasuki tahap penuntutan.

“Menurut kami terdakwa terbukti bersalah telah melanggar undang-undang tentang penanganan fakir miskin. Kami menuntutnya dengan pidana penjara 2 tahun 4 bulan,” kata Fatony, kepada Jawa Pos Radar blitar.

Dia menambahkan, minggu ini dijadwalkan akan digelar sidang dengan agenda pembelaan. Karena itu pula, pihaknya optimistis awal bulan depan sudah ada putusan terkait perkara tersebut. Nantinya, sejumlah barang bukti perkara akan dikembalikan kepada pihak terkait.

Sebelum sidang putusan, jelas Yosi, biasanya majelis hakim memberikan kesempatan untuk terdakwa untuk membela diri. Ini penting sebagai salahsatu bahan pertimbangan hakim sebelum memutuskan perkara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/