23.2 C
Jember
Wednesday, 22 March 2023

Ngabuburit Unik Mancing Sambil Berendam Air Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Selama ini orang mancing selalu berada di pinggir kolam atau sungai buka, namun Tegek Coklek Ngawi tampil beda untuk urusan mancing. Para anggota komunitas mancing mania tersebut, melemparkan kail pancing hingga menunggu umpan disambar ikan berendam di dalam air. Mereka harus tahan saat berendam di air sungai karenai tu kondisi fisik harus prima, bahkan sampai berjam-jam karena ikan tidak kunjung melahap umpan.

Felda Satria Ketua Komunitas Tegek Coklek Ngawi menututurkan, mancing unik tersebut menggunakan teknik ngobok.Untuk itu setiap amnggota komunitas tersebut harus rela pakaian dan tubuh mereka basah ketika berendam di air sungai.Namun demikian, mancing ngobok ini tidak membuat pemancing terlalu kecapekan karena berada di dalam air dan itu berbeda bila mereka mancing diatas permukaan kolam atau sungai.

“Orang mengira ketikja ada pemancing turun dan erendam di sungai bikin ikan takut makan umpan, terbukti saat mengikuti mancing ngobok ini para pemancing tetap berhasil mendapatkan ikan.Mengingat mancing mania ini berendam di air maka praktis tubuh badan lebih terjaga, hal ini tidak sama keika mereka harus mancing di pinggir kolam atau sungai,”terang Fela, saat berada diantara anggita Komunitas Tegek Coklek Ngawi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakan pula oleh pria tersebut, mancing ngobok ini sengaja dilakukan sore hari dan merupakan bagian dari ngabuburit.Tercatat 140 orang anggota komunitas itu mengikuti kegiatan mancing ngobok, lokasi mancing ini berada di Kali Mati kawasan Wisata Taman Candi, Desa Kartoharjo, Ngawi.Alasan Kali Mati dijadikan tempat mati karena memiliki spot menarik, selain itu tempat tersebut memiliki fasilitas lengkap seperti perahu dan warung apung.(*)

Penulis: Winardyasto
Foto: R.Bagus Rahadi/Jawa Pos Radar Ngawi
Sumber Berita: Radar Madiun

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Selama ini orang mancing selalu berada di pinggir kolam atau sungai buka, namun Tegek Coklek Ngawi tampil beda untuk urusan mancing. Para anggota komunitas mancing mania tersebut, melemparkan kail pancing hingga menunggu umpan disambar ikan berendam di dalam air. Mereka harus tahan saat berendam di air sungai karenai tu kondisi fisik harus prima, bahkan sampai berjam-jam karena ikan tidak kunjung melahap umpan.

Felda Satria Ketua Komunitas Tegek Coklek Ngawi menututurkan, mancing unik tersebut menggunakan teknik ngobok.Untuk itu setiap amnggota komunitas tersebut harus rela pakaian dan tubuh mereka basah ketika berendam di air sungai.Namun demikian, mancing ngobok ini tidak membuat pemancing terlalu kecapekan karena berada di dalam air dan itu berbeda bila mereka mancing diatas permukaan kolam atau sungai.

“Orang mengira ketikja ada pemancing turun dan erendam di sungai bikin ikan takut makan umpan, terbukti saat mengikuti mancing ngobok ini para pemancing tetap berhasil mendapatkan ikan.Mengingat mancing mania ini berendam di air maka praktis tubuh badan lebih terjaga, hal ini tidak sama keika mereka harus mancing di pinggir kolam atau sungai,”terang Fela, saat berada diantara anggita Komunitas Tegek Coklek Ngawi.

Dikatakan pula oleh pria tersebut, mancing ngobok ini sengaja dilakukan sore hari dan merupakan bagian dari ngabuburit.Tercatat 140 orang anggota komunitas itu mengikuti kegiatan mancing ngobok, lokasi mancing ini berada di Kali Mati kawasan Wisata Taman Candi, Desa Kartoharjo, Ngawi.Alasan Kali Mati dijadikan tempat mati karena memiliki spot menarik, selain itu tempat tersebut memiliki fasilitas lengkap seperti perahu dan warung apung.(*)

Penulis: Winardyasto
Foto: R.Bagus Rahadi/Jawa Pos Radar Ngawi
Sumber Berita: Radar Madiun

RADARJEMBER.ID – Selama ini orang mancing selalu berada di pinggir kolam atau sungai buka, namun Tegek Coklek Ngawi tampil beda untuk urusan mancing. Para anggota komunitas mancing mania tersebut, melemparkan kail pancing hingga menunggu umpan disambar ikan berendam di dalam air. Mereka harus tahan saat berendam di air sungai karenai tu kondisi fisik harus prima, bahkan sampai berjam-jam karena ikan tidak kunjung melahap umpan.

Felda Satria Ketua Komunitas Tegek Coklek Ngawi menututurkan, mancing unik tersebut menggunakan teknik ngobok.Untuk itu setiap amnggota komunitas tersebut harus rela pakaian dan tubuh mereka basah ketika berendam di air sungai.Namun demikian, mancing ngobok ini tidak membuat pemancing terlalu kecapekan karena berada di dalam air dan itu berbeda bila mereka mancing diatas permukaan kolam atau sungai.

“Orang mengira ketikja ada pemancing turun dan erendam di sungai bikin ikan takut makan umpan, terbukti saat mengikuti mancing ngobok ini para pemancing tetap berhasil mendapatkan ikan.Mengingat mancing mania ini berendam di air maka praktis tubuh badan lebih terjaga, hal ini tidak sama keika mereka harus mancing di pinggir kolam atau sungai,”terang Fela, saat berada diantara anggita Komunitas Tegek Coklek Ngawi.

Dikatakan pula oleh pria tersebut, mancing ngobok ini sengaja dilakukan sore hari dan merupakan bagian dari ngabuburit.Tercatat 140 orang anggota komunitas itu mengikuti kegiatan mancing ngobok, lokasi mancing ini berada di Kali Mati kawasan Wisata Taman Candi, Desa Kartoharjo, Ngawi.Alasan Kali Mati dijadikan tempat mati karena memiliki spot menarik, selain itu tempat tersebut memiliki fasilitas lengkap seperti perahu dan warung apung.(*)

Penulis: Winardyasto
Foto: R.Bagus Rahadi/Jawa Pos Radar Ngawi
Sumber Berita: Radar Madiun

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca