alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Dulu Sempat Jualan Koran Kini Jadi Petinggi Pabrik Gula

Mobile_AP_Rectangle 1

NGANJUK, RADARJEMBER.ID – Sosok Sugiharto Bisri selaku General Manager (GM) Pabrik Gula Lestari dikenal sangat dekat dengan koran. Bahkan, dia sempat merasakan menjadi pengasong saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Malang.

6.065 Orang Bojonegoro Belum Lunasi PBB

“Pagi sekolah, lalu di sore hari saya jadi pengasong,” kenang Sugiharo, saat ditemui wartawan.Bisri mengaku jika dia nekat menjadi pengasong tanpa izin orang tua. Saat itu, dia ingin memiliki penghasilan sendiri untuk uang jajan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan sembunyi-sembunyi, dia menjajakan koran di perempatan traffic light. “Senang sekali dapat uang Rp 500 dari jualan koran. Lumayan bisa buat jajan,” ujar pria tersebut. Sebenarnya, kata Bisri, sebelum memutuskan untuk menjadi pengasong, dia berencana menjadi tukang semir.

Namun, mantan GM PG Meritjan ini khawatir ketahuan orang tuanya. Sehingga, bisa kena marah. “Akhirnya iya jualan koran,” ungkapnya.Pekerjaan pengasong ini ditekuni Bisri sekitar dua bulan.

Setelah itu, dia berhenti. Karena harus fokus ke sekolah. Selain itu, dia khawatir ketahuan orang tua dan kena marah. “Lumayan lah punya pengalaman jualan koran,” ungkap pria asli Malang ini.

- Advertisement -

NGANJUK, RADARJEMBER.ID – Sosok Sugiharto Bisri selaku General Manager (GM) Pabrik Gula Lestari dikenal sangat dekat dengan koran. Bahkan, dia sempat merasakan menjadi pengasong saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Malang.

6.065 Orang Bojonegoro Belum Lunasi PBB

“Pagi sekolah, lalu di sore hari saya jadi pengasong,” kenang Sugiharo, saat ditemui wartawan.Bisri mengaku jika dia nekat menjadi pengasong tanpa izin orang tua. Saat itu, dia ingin memiliki penghasilan sendiri untuk uang jajan.

Dengan sembunyi-sembunyi, dia menjajakan koran di perempatan traffic light. “Senang sekali dapat uang Rp 500 dari jualan koran. Lumayan bisa buat jajan,” ujar pria tersebut. Sebenarnya, kata Bisri, sebelum memutuskan untuk menjadi pengasong, dia berencana menjadi tukang semir.

Namun, mantan GM PG Meritjan ini khawatir ketahuan orang tuanya. Sehingga, bisa kena marah. “Akhirnya iya jualan koran,” ungkapnya.Pekerjaan pengasong ini ditekuni Bisri sekitar dua bulan.

Setelah itu, dia berhenti. Karena harus fokus ke sekolah. Selain itu, dia khawatir ketahuan orang tua dan kena marah. “Lumayan lah punya pengalaman jualan koran,” ungkap pria asli Malang ini.

NGANJUK, RADARJEMBER.ID – Sosok Sugiharto Bisri selaku General Manager (GM) Pabrik Gula Lestari dikenal sangat dekat dengan koran. Bahkan, dia sempat merasakan menjadi pengasong saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Malang.

6.065 Orang Bojonegoro Belum Lunasi PBB

“Pagi sekolah, lalu di sore hari saya jadi pengasong,” kenang Sugiharo, saat ditemui wartawan.Bisri mengaku jika dia nekat menjadi pengasong tanpa izin orang tua. Saat itu, dia ingin memiliki penghasilan sendiri untuk uang jajan.

Dengan sembunyi-sembunyi, dia menjajakan koran di perempatan traffic light. “Senang sekali dapat uang Rp 500 dari jualan koran. Lumayan bisa buat jajan,” ujar pria tersebut. Sebenarnya, kata Bisri, sebelum memutuskan untuk menjadi pengasong, dia berencana menjadi tukang semir.

Namun, mantan GM PG Meritjan ini khawatir ketahuan orang tuanya. Sehingga, bisa kena marah. “Akhirnya iya jualan koran,” ungkapnya.Pekerjaan pengasong ini ditekuni Bisri sekitar dua bulan.

Setelah itu, dia berhenti. Karena harus fokus ke sekolah. Selain itu, dia khawatir ketahuan orang tua dan kena marah. “Lumayan lah punya pengalaman jualan koran,” ungkap pria asli Malang ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/