alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Sering Dipakai Cuci Piring Nasib Wastafel Mangkrak

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, RADARJEMBER.ID- Tempat cuci tangan berupa wastafel portabel paling tidak menjadi media untuk menjaga kebersihan, namun wastafel itu terkesan justru menjadi barang mangkrak dan kotor. Tidak lebih dari barang pajangan dan tidak berfungsi lagi. Padahal, pembelian wastafel tersebut memakan anggaran ratusan juta rupiah.

BACA JUGA: Sepak Bola Putri Jember Telan Kekalahan

Pengadaan wastafel portabel itu direalisasikan DLH Kabupaten Pasuruan pada 2020. Saat itu, pandemi Covid-19 sedang gawat. Pemkab Pasuruan kemudian menggulirkan dana Rp 150 juta untuk pengadaan 30 unit wastafel portabel.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lokasinya disebar. Jalan-jalan dekat fasilitas publik, pasar, rumah sakit, alun-alun, perkantoran, dan berbagai tempat lain.Sehingga ketika orang butuh membersihkan tangan, cukup di wastafel tersebut dan dilengkap pula sabun cair.

Bagaimana kondisinya sekarang? Rata-rata tidak lagi difungsikan. Masyarakat tidak lagi menggunakan fasilitas tersebut. Akibatnya, kondisi wastafel kotor. Debu tebal menempel. Sebagian malah dimasuki sampah.

Heru Ferianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, keberadaan wastafel portabel tersebut tidak difungsikan maksimal karena kerap dipakai untuk hal tak lazim.

- Advertisement -

PASURUAN, RADARJEMBER.ID- Tempat cuci tangan berupa wastafel portabel paling tidak menjadi media untuk menjaga kebersihan, namun wastafel itu terkesan justru menjadi barang mangkrak dan kotor. Tidak lebih dari barang pajangan dan tidak berfungsi lagi. Padahal, pembelian wastafel tersebut memakan anggaran ratusan juta rupiah.

BACA JUGA: Sepak Bola Putri Jember Telan Kekalahan

Pengadaan wastafel portabel itu direalisasikan DLH Kabupaten Pasuruan pada 2020. Saat itu, pandemi Covid-19 sedang gawat. Pemkab Pasuruan kemudian menggulirkan dana Rp 150 juta untuk pengadaan 30 unit wastafel portabel.

Lokasinya disebar. Jalan-jalan dekat fasilitas publik, pasar, rumah sakit, alun-alun, perkantoran, dan berbagai tempat lain.Sehingga ketika orang butuh membersihkan tangan, cukup di wastafel tersebut dan dilengkap pula sabun cair.

Bagaimana kondisinya sekarang? Rata-rata tidak lagi difungsikan. Masyarakat tidak lagi menggunakan fasilitas tersebut. Akibatnya, kondisi wastafel kotor. Debu tebal menempel. Sebagian malah dimasuki sampah.

Heru Ferianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, keberadaan wastafel portabel tersebut tidak difungsikan maksimal karena kerap dipakai untuk hal tak lazim.

PASURUAN, RADARJEMBER.ID- Tempat cuci tangan berupa wastafel portabel paling tidak menjadi media untuk menjaga kebersihan, namun wastafel itu terkesan justru menjadi barang mangkrak dan kotor. Tidak lebih dari barang pajangan dan tidak berfungsi lagi. Padahal, pembelian wastafel tersebut memakan anggaran ratusan juta rupiah.

BACA JUGA: Sepak Bola Putri Jember Telan Kekalahan

Pengadaan wastafel portabel itu direalisasikan DLH Kabupaten Pasuruan pada 2020. Saat itu, pandemi Covid-19 sedang gawat. Pemkab Pasuruan kemudian menggulirkan dana Rp 150 juta untuk pengadaan 30 unit wastafel portabel.

Lokasinya disebar. Jalan-jalan dekat fasilitas publik, pasar, rumah sakit, alun-alun, perkantoran, dan berbagai tempat lain.Sehingga ketika orang butuh membersihkan tangan, cukup di wastafel tersebut dan dilengkap pula sabun cair.

Bagaimana kondisinya sekarang? Rata-rata tidak lagi difungsikan. Masyarakat tidak lagi menggunakan fasilitas tersebut. Akibatnya, kondisi wastafel kotor. Debu tebal menempel. Sebagian malah dimasuki sampah.

Heru Ferianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, keberadaan wastafel portabel tersebut tidak difungsikan maksimal karena kerap dipakai untuk hal tak lazim.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/