alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Jokowi Ingin Kendaraan Listrik selama KTT G20 Jadi Kendaraan Operasional

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali yang akan digelar akhir tahun 2022, akan melibatkan mobil listrik DFSK Gelora E Minibus dan Blind Van dari PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek (APM) DFSK di Indonesia.

BACA JUGA : Karta Hepiii Community Jember Serentak Perbaiki Fasilitas Umum di 18 Desa

Marketing Head of PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi dalam siaran resminya menyatakan, bahwa hal itu merupakan amanat Presiden Joko Widodo yang ingin menggunakan kendaraan listrik sebagai operasional selama KTT G20. Sehingga menjadi ajang pembuktian bahwa industri otomotif Indonesia sudah maju dan siap menjadi basis pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Mobile_AP_Rectangle 2

“DFSK sudah ikut serta dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air dengan memasarkan DFSK Gelora E yang 100 persen ditenagai oleh baterai dan menjadi kendaraan komersial listrik ringan pertama di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, untuk mendukung KTT G20, PLN telah meluncurkan program SPKLU Ultra Fast Charging di beberapa titik di Bali yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. DFSK juga turut serta dalam kegiatan yang berlangsung di Central Parkir ITDC Nusa Dua tersebut dengan memboyong DFSK Gelora E.

Untuk itu, DFSK menyatakan siap membantu kelancaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dari segi mobilitas (shuttle) dan logistik melalui armada Gelora E Minibus dan Blind Van.

DFSK Gelora E memiliki dimensi 4.500mm x 1.680mm x 2.000mm (PxLxT). DFSK Gelora E Minibus hadir dengan kapasitas 7 penumpang dan bisa dimaksimalkan lebih banyak penumpang lagi. Model Minibus itu cocok digunakan sebagai kendaraan angkutan shuttle di lingkungan KTT G20 dan tentunya nyaman dan ramah lingkungan untuk digunakan karena bebas polusi.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali yang akan digelar akhir tahun 2022, akan melibatkan mobil listrik DFSK Gelora E Minibus dan Blind Van dari PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek (APM) DFSK di Indonesia.

BACA JUGA : Karta Hepiii Community Jember Serentak Perbaiki Fasilitas Umum di 18 Desa

Marketing Head of PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi dalam siaran resminya menyatakan, bahwa hal itu merupakan amanat Presiden Joko Widodo yang ingin menggunakan kendaraan listrik sebagai operasional selama KTT G20. Sehingga menjadi ajang pembuktian bahwa industri otomotif Indonesia sudah maju dan siap menjadi basis pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

“DFSK sudah ikut serta dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air dengan memasarkan DFSK Gelora E yang 100 persen ditenagai oleh baterai dan menjadi kendaraan komersial listrik ringan pertama di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, untuk mendukung KTT G20, PLN telah meluncurkan program SPKLU Ultra Fast Charging di beberapa titik di Bali yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. DFSK juga turut serta dalam kegiatan yang berlangsung di Central Parkir ITDC Nusa Dua tersebut dengan memboyong DFSK Gelora E.

Untuk itu, DFSK menyatakan siap membantu kelancaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dari segi mobilitas (shuttle) dan logistik melalui armada Gelora E Minibus dan Blind Van.

DFSK Gelora E memiliki dimensi 4.500mm x 1.680mm x 2.000mm (PxLxT). DFSK Gelora E Minibus hadir dengan kapasitas 7 penumpang dan bisa dimaksimalkan lebih banyak penumpang lagi. Model Minibus itu cocok digunakan sebagai kendaraan angkutan shuttle di lingkungan KTT G20 dan tentunya nyaman dan ramah lingkungan untuk digunakan karena bebas polusi.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali yang akan digelar akhir tahun 2022, akan melibatkan mobil listrik DFSK Gelora E Minibus dan Blind Van dari PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek (APM) DFSK di Indonesia.

BACA JUGA : Karta Hepiii Community Jember Serentak Perbaiki Fasilitas Umum di 18 Desa

Marketing Head of PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi dalam siaran resminya menyatakan, bahwa hal itu merupakan amanat Presiden Joko Widodo yang ingin menggunakan kendaraan listrik sebagai operasional selama KTT G20. Sehingga menjadi ajang pembuktian bahwa industri otomotif Indonesia sudah maju dan siap menjadi basis pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

“DFSK sudah ikut serta dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air dengan memasarkan DFSK Gelora E yang 100 persen ditenagai oleh baterai dan menjadi kendaraan komersial listrik ringan pertama di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, untuk mendukung KTT G20, PLN telah meluncurkan program SPKLU Ultra Fast Charging di beberapa titik di Bali yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. DFSK juga turut serta dalam kegiatan yang berlangsung di Central Parkir ITDC Nusa Dua tersebut dengan memboyong DFSK Gelora E.

Untuk itu, DFSK menyatakan siap membantu kelancaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dari segi mobilitas (shuttle) dan logistik melalui armada Gelora E Minibus dan Blind Van.

DFSK Gelora E memiliki dimensi 4.500mm x 1.680mm x 2.000mm (PxLxT). DFSK Gelora E Minibus hadir dengan kapasitas 7 penumpang dan bisa dimaksimalkan lebih banyak penumpang lagi. Model Minibus itu cocok digunakan sebagai kendaraan angkutan shuttle di lingkungan KTT G20 dan tentunya nyaman dan ramah lingkungan untuk digunakan karena bebas polusi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/