alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Sasar Anak Muda Bogor Melek Al Qur’an 

Mobile_AP_Rectangle 1

BOGOR, RADARJEMBER.ID- Sebagai Wali Kota Bogor Bima Arya memiliki program Bogor Mengaji, program itu bertujuan membidik generasi muda di kota tersebut agar bisa melek Al Qur’an. Sementara ini Bogor Mengaji tersebut diikuti oleh kaum lanjut usia (lansia), namun Arya berjanji bakal membidik anak muda untuk ikut program tersebut.

“Bogor Mengaji ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka menuntaskan buta aksara Al Qur’an di Kota Bogor, sekarang ini program tersebut didominasi oleh lansia dan insyaallah tahun depan anak-anak muda bisa ambil bagian di program mengaji ini,”tutur Arya, usai menghadiri wisuda 1500 peserta tuntas mengaji (Tasmi) di GOR Pajajaran Bogor.

Untuk itu Walikota Arya berharap, DPRD Kota Bogor ikut mendukung program Bogor Mengaji tersebut melalui anggaran. Jika hal itu terlaksana, maka peserta kegiatan bisa bertambah termasuk melibatkan para ustadz dan ustadzah di bawah koordinasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor dan jaringan pesantren. 

Mobile_AP_Rectangle 2

Adi Novan, Kepala Bagian Kemasyarakatan, Setda Kota Bogor menerangkan, awal kali pertama Bogor Mengaji ini digulirkan sangat diminati oleh warga. Mengingat keterbatasan anggaran dan tenaga pengajar, maka calon peserta Bogor Mengaji ini terpaksa harus diseleksi dan jumlah peserta dibatasi.

“Target awal dari Program Bogor Mengaji adalah 30 santriwan-santriwati setiap kelurahan dengan total 2.040 peserta, seiring waktu berkurang jadi 1.500 peserta. Untuk angkatan kedua yang direncanakan pada Juli 2022 pasca Idul Fitri, jumlah peserta ditargetkan sebanyak 2.040 dengan tujuan untuk memaksimalkan,” ungkap Adi .(*)

- Advertisement -

BOGOR, RADARJEMBER.ID- Sebagai Wali Kota Bogor Bima Arya memiliki program Bogor Mengaji, program itu bertujuan membidik generasi muda di kota tersebut agar bisa melek Al Qur’an. Sementara ini Bogor Mengaji tersebut diikuti oleh kaum lanjut usia (lansia), namun Arya berjanji bakal membidik anak muda untuk ikut program tersebut.

“Bogor Mengaji ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka menuntaskan buta aksara Al Qur’an di Kota Bogor, sekarang ini program tersebut didominasi oleh lansia dan insyaallah tahun depan anak-anak muda bisa ambil bagian di program mengaji ini,”tutur Arya, usai menghadiri wisuda 1500 peserta tuntas mengaji (Tasmi) di GOR Pajajaran Bogor.

Untuk itu Walikota Arya berharap, DPRD Kota Bogor ikut mendukung program Bogor Mengaji tersebut melalui anggaran. Jika hal itu terlaksana, maka peserta kegiatan bisa bertambah termasuk melibatkan para ustadz dan ustadzah di bawah koordinasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor dan jaringan pesantren. 

Adi Novan, Kepala Bagian Kemasyarakatan, Setda Kota Bogor menerangkan, awal kali pertama Bogor Mengaji ini digulirkan sangat diminati oleh warga. Mengingat keterbatasan anggaran dan tenaga pengajar, maka calon peserta Bogor Mengaji ini terpaksa harus diseleksi dan jumlah peserta dibatasi.

“Target awal dari Program Bogor Mengaji adalah 30 santriwan-santriwati setiap kelurahan dengan total 2.040 peserta, seiring waktu berkurang jadi 1.500 peserta. Untuk angkatan kedua yang direncanakan pada Juli 2022 pasca Idul Fitri, jumlah peserta ditargetkan sebanyak 2.040 dengan tujuan untuk memaksimalkan,” ungkap Adi .(*)

BOGOR, RADARJEMBER.ID- Sebagai Wali Kota Bogor Bima Arya memiliki program Bogor Mengaji, program itu bertujuan membidik generasi muda di kota tersebut agar bisa melek Al Qur’an. Sementara ini Bogor Mengaji tersebut diikuti oleh kaum lanjut usia (lansia), namun Arya berjanji bakal membidik anak muda untuk ikut program tersebut.

“Bogor Mengaji ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka menuntaskan buta aksara Al Qur’an di Kota Bogor, sekarang ini program tersebut didominasi oleh lansia dan insyaallah tahun depan anak-anak muda bisa ambil bagian di program mengaji ini,”tutur Arya, usai menghadiri wisuda 1500 peserta tuntas mengaji (Tasmi) di GOR Pajajaran Bogor.

Untuk itu Walikota Arya berharap, DPRD Kota Bogor ikut mendukung program Bogor Mengaji tersebut melalui anggaran. Jika hal itu terlaksana, maka peserta kegiatan bisa bertambah termasuk melibatkan para ustadz dan ustadzah di bawah koordinasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor dan jaringan pesantren. 

Adi Novan, Kepala Bagian Kemasyarakatan, Setda Kota Bogor menerangkan, awal kali pertama Bogor Mengaji ini digulirkan sangat diminati oleh warga. Mengingat keterbatasan anggaran dan tenaga pengajar, maka calon peserta Bogor Mengaji ini terpaksa harus diseleksi dan jumlah peserta dibatasi.

“Target awal dari Program Bogor Mengaji adalah 30 santriwan-santriwati setiap kelurahan dengan total 2.040 peserta, seiring waktu berkurang jadi 1.500 peserta. Untuk angkatan kedua yang direncanakan pada Juli 2022 pasca Idul Fitri, jumlah peserta ditargetkan sebanyak 2.040 dengan tujuan untuk memaksimalkan,” ungkap Adi .(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/