alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

 Musim Mudik Larang Truk Masuk Tol

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Arus mudik tahun 2022 menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena dipastikan bakal terjadi lonjakan pemudik dan jalanan bakal dipenuhi oleh kendaraan umum dan pribadi, hal ini dikarenakan selama dua tahun terakhir ini pemerintah mengeluarkan larangan mudik dikarenakan situasi saat itu terjadi angka lonjakan kasus Covid-19.

Hal ini lantas menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan tidak menginginkan arus lalu-lintas macet parah di saat musim mudik kali ini, karena itu seperti diutarakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah berencana melakukan rekayasa arus lalu-lintas sehingga perjalanan mudik ke kampung halaman menggunakan jalur darat bisa lancar.

“Antisipasi kemacetan dilakukan pemerintah melalui rekayasa  lalu-lintas, menerapkan aturan ganjil genap, pemberlakuan satu arah dan larangan truk masuk di jalan tol.”tegas Jokowi dalam siaran You Tube Sekretariat Presiden, Selasa (18/4).Kepala negara berharap, himbauan itu hendaknya bisa dipatuhi oleh sopir truk.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu dalam siaran Youtube tersebut, Jokowi menghimbau kepada masyarakat untuk mudik lebih awal. Hal ini guna menghindari kemacetan di saat puncak arus mudik berlangsung, diperkirakan terjadi tanggal 28-30 April 2022. Oleh karena itu, tentu harus menyesuaikan libur dan cuti masing-masing masyarakat di tempat kerjanya.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Arus mudik tahun 2022 menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena dipastikan bakal terjadi lonjakan pemudik dan jalanan bakal dipenuhi oleh kendaraan umum dan pribadi, hal ini dikarenakan selama dua tahun terakhir ini pemerintah mengeluarkan larangan mudik dikarenakan situasi saat itu terjadi angka lonjakan kasus Covid-19.

Hal ini lantas menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan tidak menginginkan arus lalu-lintas macet parah di saat musim mudik kali ini, karena itu seperti diutarakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah berencana melakukan rekayasa arus lalu-lintas sehingga perjalanan mudik ke kampung halaman menggunakan jalur darat bisa lancar.

“Antisipasi kemacetan dilakukan pemerintah melalui rekayasa  lalu-lintas, menerapkan aturan ganjil genap, pemberlakuan satu arah dan larangan truk masuk di jalan tol.”tegas Jokowi dalam siaran You Tube Sekretariat Presiden, Selasa (18/4).Kepala negara berharap, himbauan itu hendaknya bisa dipatuhi oleh sopir truk.

Selain itu dalam siaran Youtube tersebut, Jokowi menghimbau kepada masyarakat untuk mudik lebih awal. Hal ini guna menghindari kemacetan di saat puncak arus mudik berlangsung, diperkirakan terjadi tanggal 28-30 April 2022. Oleh karena itu, tentu harus menyesuaikan libur dan cuti masing-masing masyarakat di tempat kerjanya.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Arus mudik tahun 2022 menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena dipastikan bakal terjadi lonjakan pemudik dan jalanan bakal dipenuhi oleh kendaraan umum dan pribadi, hal ini dikarenakan selama dua tahun terakhir ini pemerintah mengeluarkan larangan mudik dikarenakan situasi saat itu terjadi angka lonjakan kasus Covid-19.

Hal ini lantas menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan tidak menginginkan arus lalu-lintas macet parah di saat musim mudik kali ini, karena itu seperti diutarakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah berencana melakukan rekayasa arus lalu-lintas sehingga perjalanan mudik ke kampung halaman menggunakan jalur darat bisa lancar.

“Antisipasi kemacetan dilakukan pemerintah melalui rekayasa  lalu-lintas, menerapkan aturan ganjil genap, pemberlakuan satu arah dan larangan truk masuk di jalan tol.”tegas Jokowi dalam siaran You Tube Sekretariat Presiden, Selasa (18/4).Kepala negara berharap, himbauan itu hendaknya bisa dipatuhi oleh sopir truk.

Selain itu dalam siaran Youtube tersebut, Jokowi menghimbau kepada masyarakat untuk mudik lebih awal. Hal ini guna menghindari kemacetan di saat puncak arus mudik berlangsung, diperkirakan terjadi tanggal 28-30 April 2022. Oleh karena itu, tentu harus menyesuaikan libur dan cuti masing-masing masyarakat di tempat kerjanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/