alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Menkes Akan Mewajibkan Vaksin Kanker Serviks

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Indonesia akan menambahkan vaksin HPV atau Human Papilloma Virus ke dalam daftar vaksin wajib bagi masyarakat Indonesia. Pemberian vaksin HPV akan berlangsung secara bersamaan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilaksanakan pada bulan Agustus dan November di setiap tahun. Alasan diwajibkannya vaksin ini karena di Indonesia banyak warganya yang meninggal akibat kanker serviks payudara. Jenis kanker yang hanya terjadi pada perempuan, yaitu payudara dan serviks menjadi penyumbang terbesar dari seluruh jenis kanker.

Sebenarnya program vaksin kanker sudah berjalan sejak 2021 yang baru berlangsung di 2 provinsi dan 5 kota. Lalu, pada 2022 berlangsung di 3 provinsi dan 5 kota. Selanjutnya pada 2023 dan 2024 rencananya akan berlaku di seluruh provinsi Indonesia. Target untuk vaksin HPV ini adalah siswi kelas 5 SD untuk dosis pertama dan kelas 6 SD untuk dosis kedua. Selain 2 kelompok tersebut, maka vaksin HPV bersifat berbayar karena tidak termasuk program imunisasi nasional.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Indonesia akan menambahkan vaksin HPV atau Human Papilloma Virus ke dalam daftar vaksin wajib bagi masyarakat Indonesia. Pemberian vaksin HPV akan berlangsung secara bersamaan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilaksanakan pada bulan Agustus dan November di setiap tahun. Alasan diwajibkannya vaksin ini karena di Indonesia banyak warganya yang meninggal akibat kanker serviks payudara. Jenis kanker yang hanya terjadi pada perempuan, yaitu payudara dan serviks menjadi penyumbang terbesar dari seluruh jenis kanker.

Sebenarnya program vaksin kanker sudah berjalan sejak 2021 yang baru berlangsung di 2 provinsi dan 5 kota. Lalu, pada 2022 berlangsung di 3 provinsi dan 5 kota. Selanjutnya pada 2023 dan 2024 rencananya akan berlaku di seluruh provinsi Indonesia. Target untuk vaksin HPV ini adalah siswi kelas 5 SD untuk dosis pertama dan kelas 6 SD untuk dosis kedua. Selain 2 kelompok tersebut, maka vaksin HPV bersifat berbayar karena tidak termasuk program imunisasi nasional.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Indonesia akan menambahkan vaksin HPV atau Human Papilloma Virus ke dalam daftar vaksin wajib bagi masyarakat Indonesia. Pemberian vaksin HPV akan berlangsung secara bersamaan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilaksanakan pada bulan Agustus dan November di setiap tahun. Alasan diwajibkannya vaksin ini karena di Indonesia banyak warganya yang meninggal akibat kanker serviks payudara. Jenis kanker yang hanya terjadi pada perempuan, yaitu payudara dan serviks menjadi penyumbang terbesar dari seluruh jenis kanker.

Sebenarnya program vaksin kanker sudah berjalan sejak 2021 yang baru berlangsung di 2 provinsi dan 5 kota. Lalu, pada 2022 berlangsung di 3 provinsi dan 5 kota. Selanjutnya pada 2023 dan 2024 rencananya akan berlaku di seluruh provinsi Indonesia. Target untuk vaksin HPV ini adalah siswi kelas 5 SD untuk dosis pertama dan kelas 6 SD untuk dosis kedua. Selain 2 kelompok tersebut, maka vaksin HPV bersifat berbayar karena tidak termasuk program imunisasi nasional.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/