alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kini KTP dan KK Boleh Ditulis Aliran Kepercayaan 

Mobile_AP_Rectangle 1

SRAGEN, RADARJEMBER.ID- Kabar gembira kini dirasakan oleh mereka penganut aliran kepercayaan di Indonesia, karena secara administrasi kependudukan (adminduk) boleh menuliskan aliran kepercayaan pada kolom agama. Namun hal itu belum banyak ditemukan, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dari total penduduk terdapat 61 orang menganut aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Hal itu seperti dijelaskan oleh Adi Siswanto, Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Sragen,tidak banyak warga kabupaten tersebut terang-terangan menyebutkan dirinya sebagai  penganut kepercayaan.Padahal secara konstitusi dan hukum di Indonesia, mereka telah diberikan kebebasan, termasuk dalam adminduk dan dituliskan di kolom agama.

 “Data Dispenduk Capil Kabupaten Sragen mencatat ada sekitar puluhan orang ber KTP aliran kepercayaan, sekitar nol koma sekian persen dari jumlah penduduk Sragen sekitar 1 juta orang lebih. Memang sedikit sekali jumlah mereka ini, dibandingkan penganut jumlah enam agama resmi di Indonesia,” kata Adi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu Adi menerangkan, mereka ber-KTP kepercayaan terhadap Tuhan Yang Mahesa itu adalah warga berusia lanjut.Ia juga menilai, banyak juga penganut agama yang menjalankan ritual kepercayaan dan itu menjadi ranah mereka masing-masing.Adi juga mengakui, di kelompok masyarakat terdapat paguyuban tertentu yang melakukan prosesi kepercayaan.

- Advertisement -

SRAGEN, RADARJEMBER.ID- Kabar gembira kini dirasakan oleh mereka penganut aliran kepercayaan di Indonesia, karena secara administrasi kependudukan (adminduk) boleh menuliskan aliran kepercayaan pada kolom agama. Namun hal itu belum banyak ditemukan, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dari total penduduk terdapat 61 orang menganut aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Hal itu seperti dijelaskan oleh Adi Siswanto, Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Sragen,tidak banyak warga kabupaten tersebut terang-terangan menyebutkan dirinya sebagai  penganut kepercayaan.Padahal secara konstitusi dan hukum di Indonesia, mereka telah diberikan kebebasan, termasuk dalam adminduk dan dituliskan di kolom agama.

 “Data Dispenduk Capil Kabupaten Sragen mencatat ada sekitar puluhan orang ber KTP aliran kepercayaan, sekitar nol koma sekian persen dari jumlah penduduk Sragen sekitar 1 juta orang lebih. Memang sedikit sekali jumlah mereka ini, dibandingkan penganut jumlah enam agama resmi di Indonesia,” kata Adi.

Selain itu Adi menerangkan, mereka ber-KTP kepercayaan terhadap Tuhan Yang Mahesa itu adalah warga berusia lanjut.Ia juga menilai, banyak juga penganut agama yang menjalankan ritual kepercayaan dan itu menjadi ranah mereka masing-masing.Adi juga mengakui, di kelompok masyarakat terdapat paguyuban tertentu yang melakukan prosesi kepercayaan.

SRAGEN, RADARJEMBER.ID- Kabar gembira kini dirasakan oleh mereka penganut aliran kepercayaan di Indonesia, karena secara administrasi kependudukan (adminduk) boleh menuliskan aliran kepercayaan pada kolom agama. Namun hal itu belum banyak ditemukan, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dari total penduduk terdapat 61 orang menganut aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Hal itu seperti dijelaskan oleh Adi Siswanto, Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Sragen,tidak banyak warga kabupaten tersebut terang-terangan menyebutkan dirinya sebagai  penganut kepercayaan.Padahal secara konstitusi dan hukum di Indonesia, mereka telah diberikan kebebasan, termasuk dalam adminduk dan dituliskan di kolom agama.

 “Data Dispenduk Capil Kabupaten Sragen mencatat ada sekitar puluhan orang ber KTP aliran kepercayaan, sekitar nol koma sekian persen dari jumlah penduduk Sragen sekitar 1 juta orang lebih. Memang sedikit sekali jumlah mereka ini, dibandingkan penganut jumlah enam agama resmi di Indonesia,” kata Adi.

Selain itu Adi menerangkan, mereka ber-KTP kepercayaan terhadap Tuhan Yang Mahesa itu adalah warga berusia lanjut.Ia juga menilai, banyak juga penganut agama yang menjalankan ritual kepercayaan dan itu menjadi ranah mereka masing-masing.Adi juga mengakui, di kelompok masyarakat terdapat paguyuban tertentu yang melakukan prosesi kepercayaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/