alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Frank Walter Presiden Jerman Kunjungi Borobudur

Mobile_AP_Rectangle 1

MAGELANG-RADARJEMBER.ID- Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, rombongan Presiden Jerman tiba di kompleks Candi Borobudur sekitar pukul 09.46. Mereka masuk melalui pintu 7. Rombongan disambut oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati, Corporate Scretary PT TWC AY Suharyanto, dan beberapa pejabat lain.

BACA JUGA : Lansia di Jember Bacok Tetangga Gara-Gara Salah Paham Batas Lahan

Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati memaparkan, Frank-Walter Steinmeier kali pertama langsung meninjau Laboratorium Fisik. Ia diperlihatkan bagaimana kegiatan kolaborasi antara Indonesia dengan Jerman. “Pemerintah Jerman telah menyumbang peralatan untuk membuat mortar dan monitoring drainase Candi Borobudur,” katanya kepada koran ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya rombongan Frank Walter Steinmeier meninjau ruangan arsip Memory of The World (MOW). Di situlah Pemerintah Jerman punya peran dalam membantu pengelolaan arsip pemugaran Candi Borobudur. Yakni, berupa tenaga ahli (expert) yang memberikan masukan terkait pengelolaan arsip. “Sampai pada akhirnya Candi Borobudur mendapatkan status sebagai Ingatan Dunia,” jelasnya.

Presiden Jerman dan rombongan juga berkesempatan naik struktur Candi Borobudur sampai ke lantai paling atas atau stupa induk. Presiden Frank Walter Steinmeier puas dan sempat dikenalkan dengan sandal upanat sebagai perlengkapan naik ke atas candi dalam upaya konservasi.

“Tetapi karena waktu terbatas, jadi tidak sempat membuka sepatu. Jadi, beliau hanya membawa pulang sandal tersebut. Tetapi pesannya sudah sampai bahwa sandal salah satu inisiatif untuk menjaga kelestarian candi,” kata. Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid.

- Advertisement -

MAGELANG-RADARJEMBER.ID- Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, rombongan Presiden Jerman tiba di kompleks Candi Borobudur sekitar pukul 09.46. Mereka masuk melalui pintu 7. Rombongan disambut oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati, Corporate Scretary PT TWC AY Suharyanto, dan beberapa pejabat lain.

BACA JUGA : Lansia di Jember Bacok Tetangga Gara-Gara Salah Paham Batas Lahan

Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati memaparkan, Frank-Walter Steinmeier kali pertama langsung meninjau Laboratorium Fisik. Ia diperlihatkan bagaimana kegiatan kolaborasi antara Indonesia dengan Jerman. “Pemerintah Jerman telah menyumbang peralatan untuk membuat mortar dan monitoring drainase Candi Borobudur,” katanya kepada koran ini.

Selanjutnya rombongan Frank Walter Steinmeier meninjau ruangan arsip Memory of The World (MOW). Di situlah Pemerintah Jerman punya peran dalam membantu pengelolaan arsip pemugaran Candi Borobudur. Yakni, berupa tenaga ahli (expert) yang memberikan masukan terkait pengelolaan arsip. “Sampai pada akhirnya Candi Borobudur mendapatkan status sebagai Ingatan Dunia,” jelasnya.

Presiden Jerman dan rombongan juga berkesempatan naik struktur Candi Borobudur sampai ke lantai paling atas atau stupa induk. Presiden Frank Walter Steinmeier puas dan sempat dikenalkan dengan sandal upanat sebagai perlengkapan naik ke atas candi dalam upaya konservasi.

“Tetapi karena waktu terbatas, jadi tidak sempat membuka sepatu. Jadi, beliau hanya membawa pulang sandal tersebut. Tetapi pesannya sudah sampai bahwa sandal salah satu inisiatif untuk menjaga kelestarian candi,” kata. Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid.

MAGELANG-RADARJEMBER.ID- Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, rombongan Presiden Jerman tiba di kompleks Candi Borobudur sekitar pukul 09.46. Mereka masuk melalui pintu 7. Rombongan disambut oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati, Corporate Scretary PT TWC AY Suharyanto, dan beberapa pejabat lain.

BACA JUGA : Lansia di Jember Bacok Tetangga Gara-Gara Salah Paham Batas Lahan

Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati memaparkan, Frank-Walter Steinmeier kali pertama langsung meninjau Laboratorium Fisik. Ia diperlihatkan bagaimana kegiatan kolaborasi antara Indonesia dengan Jerman. “Pemerintah Jerman telah menyumbang peralatan untuk membuat mortar dan monitoring drainase Candi Borobudur,” katanya kepada koran ini.

Selanjutnya rombongan Frank Walter Steinmeier meninjau ruangan arsip Memory of The World (MOW). Di situlah Pemerintah Jerman punya peran dalam membantu pengelolaan arsip pemugaran Candi Borobudur. Yakni, berupa tenaga ahli (expert) yang memberikan masukan terkait pengelolaan arsip. “Sampai pada akhirnya Candi Borobudur mendapatkan status sebagai Ingatan Dunia,” jelasnya.

Presiden Jerman dan rombongan juga berkesempatan naik struktur Candi Borobudur sampai ke lantai paling atas atau stupa induk. Presiden Frank Walter Steinmeier puas dan sempat dikenalkan dengan sandal upanat sebagai perlengkapan naik ke atas candi dalam upaya konservasi.

“Tetapi karena waktu terbatas, jadi tidak sempat membuka sepatu. Jadi, beliau hanya membawa pulang sandal tersebut. Tetapi pesannya sudah sampai bahwa sandal salah satu inisiatif untuk menjaga kelestarian candi,” kata. Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/