alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Sungai Berubah Fungsi Jadi Tempat Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Kesadaran warga Kabupaten Malang agar tidak membuang sampah sembarangan masih rendah, bila hal tersebut tidak bisa dicegah maka bisa jadi warga Bumi Kanjuruhan tersebut tidak lagi membutuhkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

BACA JUGA : Terapkan Pengawasan Berkala

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mencatat , pengangkutan sampah di TPA sekitar 1.000 ton per hari. Sampah terbuang di TPA itu tidak sampai 50 persen dari total volume sampah, karena masih ada sampah di sungai sehingga petugas kewalahan untuk membersihkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

”Sampah masuk (TPA) berasal dari 43 truk armada DLH. Truk-truk ini mengangkuti sampah dari TPS (tempat pengelolaan sampah) ke TPA. Ini baru 40-45 persen produksi sampah Kabupaten Malang,” ujar Renung Rubiyatadji, pejabat DLH Kabupaten Malang.

Lantas ke mana sisanya 55 persen sampai 60 persen sampah? Renung memastikan tidak sampai ke TPA. Dia mengatakan, warga masih cenderung membuang sampah ke sungai. Sungai menjadi tidak tidak bersih dan seolah menjadi TPA baru.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Kesadaran warga Kabupaten Malang agar tidak membuang sampah sembarangan masih rendah, bila hal tersebut tidak bisa dicegah maka bisa jadi warga Bumi Kanjuruhan tersebut tidak lagi membutuhkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

BACA JUGA : Terapkan Pengawasan Berkala

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mencatat , pengangkutan sampah di TPA sekitar 1.000 ton per hari. Sampah terbuang di TPA itu tidak sampai 50 persen dari total volume sampah, karena masih ada sampah di sungai sehingga petugas kewalahan untuk membersihkan.

”Sampah masuk (TPA) berasal dari 43 truk armada DLH. Truk-truk ini mengangkuti sampah dari TPS (tempat pengelolaan sampah) ke TPA. Ini baru 40-45 persen produksi sampah Kabupaten Malang,” ujar Renung Rubiyatadji, pejabat DLH Kabupaten Malang.

Lantas ke mana sisanya 55 persen sampai 60 persen sampah? Renung memastikan tidak sampai ke TPA. Dia mengatakan, warga masih cenderung membuang sampah ke sungai. Sungai menjadi tidak tidak bersih dan seolah menjadi TPA baru.

RADARJEMBER.ID – Kesadaran warga Kabupaten Malang agar tidak membuang sampah sembarangan masih rendah, bila hal tersebut tidak bisa dicegah maka bisa jadi warga Bumi Kanjuruhan tersebut tidak lagi membutuhkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

BACA JUGA : Terapkan Pengawasan Berkala

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mencatat , pengangkutan sampah di TPA sekitar 1.000 ton per hari. Sampah terbuang di TPA itu tidak sampai 50 persen dari total volume sampah, karena masih ada sampah di sungai sehingga petugas kewalahan untuk membersihkan.

”Sampah masuk (TPA) berasal dari 43 truk armada DLH. Truk-truk ini mengangkuti sampah dari TPS (tempat pengelolaan sampah) ke TPA. Ini baru 40-45 persen produksi sampah Kabupaten Malang,” ujar Renung Rubiyatadji, pejabat DLH Kabupaten Malang.

Lantas ke mana sisanya 55 persen sampai 60 persen sampah? Renung memastikan tidak sampai ke TPA. Dia mengatakan, warga masih cenderung membuang sampah ke sungai. Sungai menjadi tidak tidak bersih dan seolah menjadi TPA baru.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/