alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Dari Keluarga Cendana Hingga Bu Mega Suka Gudeg Bu Tinah

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Pasar Boplo menjadi tempat berjualan gudeg bagi bude Bu Tinah sejak tahun 1968 silam, usaha itu terus berlangsung hingga pasar itu berganti nama menjadi Pasar Jaya Gondangdia.Bermula dari sekedar membantu Bude berjualan, Tinah kemudian mahir membikin makanan khas Jogjakarta itu.

Kelezatan gudeg tersebut memantik keinginan orang untuk mencoba, sekali mencoba maka dipastikan bila orang bakal kembali membeli gudeg milik perempuan itu.Bahkan keluarga Cendana dan Bu Megawati sangat menggemari gudeg tersebut dan telah menjadi pelanggan tetap.

Kala itu, setelah menikah Tinah membuka usaha gudeg sendiri berlokasi di Stasiun Gondangdia, resep warisan keluarga tetap dipertahankan serta menyesuaikan dengan bahan yang tersedia di Jakarta.Sejak itulah nama Gudeg Bu Tinah melejit, pelanggan pun semakin bertambah dan mereka mengakui rasa gudeg itu sangat istimewa sekali.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gudeg Jogja Bu Tinah berdiri tahun 1986 dan awal mula membuka usaha menempati area di dalam Stasiun Gondangdia, di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Semenjak stasiun itu diserilan dari pedagang kaki lima (PKL), warung itu bergeser ke lorong samping Stasiun Gondangdia.(sto)

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Pasar Boplo menjadi tempat berjualan gudeg bagi bude Bu Tinah sejak tahun 1968 silam, usaha itu terus berlangsung hingga pasar itu berganti nama menjadi Pasar Jaya Gondangdia.Bermula dari sekedar membantu Bude berjualan, Tinah kemudian mahir membikin makanan khas Jogjakarta itu.

Kelezatan gudeg tersebut memantik keinginan orang untuk mencoba, sekali mencoba maka dipastikan bila orang bakal kembali membeli gudeg milik perempuan itu.Bahkan keluarga Cendana dan Bu Megawati sangat menggemari gudeg tersebut dan telah menjadi pelanggan tetap.

Kala itu, setelah menikah Tinah membuka usaha gudeg sendiri berlokasi di Stasiun Gondangdia, resep warisan keluarga tetap dipertahankan serta menyesuaikan dengan bahan yang tersedia di Jakarta.Sejak itulah nama Gudeg Bu Tinah melejit, pelanggan pun semakin bertambah dan mereka mengakui rasa gudeg itu sangat istimewa sekali.

Gudeg Jogja Bu Tinah berdiri tahun 1986 dan awal mula membuka usaha menempati area di dalam Stasiun Gondangdia, di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Semenjak stasiun itu diserilan dari pedagang kaki lima (PKL), warung itu bergeser ke lorong samping Stasiun Gondangdia.(sto)

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Pasar Boplo menjadi tempat berjualan gudeg bagi bude Bu Tinah sejak tahun 1968 silam, usaha itu terus berlangsung hingga pasar itu berganti nama menjadi Pasar Jaya Gondangdia.Bermula dari sekedar membantu Bude berjualan, Tinah kemudian mahir membikin makanan khas Jogjakarta itu.

Kelezatan gudeg tersebut memantik keinginan orang untuk mencoba, sekali mencoba maka dipastikan bila orang bakal kembali membeli gudeg milik perempuan itu.Bahkan keluarga Cendana dan Bu Megawati sangat menggemari gudeg tersebut dan telah menjadi pelanggan tetap.

Kala itu, setelah menikah Tinah membuka usaha gudeg sendiri berlokasi di Stasiun Gondangdia, resep warisan keluarga tetap dipertahankan serta menyesuaikan dengan bahan yang tersedia di Jakarta.Sejak itulah nama Gudeg Bu Tinah melejit, pelanggan pun semakin bertambah dan mereka mengakui rasa gudeg itu sangat istimewa sekali.

Gudeg Jogja Bu Tinah berdiri tahun 1986 dan awal mula membuka usaha menempati area di dalam Stasiun Gondangdia, di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat. Semenjak stasiun itu diserilan dari pedagang kaki lima (PKL), warung itu bergeser ke lorong samping Stasiun Gondangdia.(sto)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/