Nah, syarat untuk mendapatkan baret dan resmi dikatakan sebagai anggota Brimob adalah mengikuti pelatihan tersebut. Barung mengatakan, ada dua pendidikan yang harus ditempuh. Pendidikan itu berdurasi dua bulan. Ada teori dan praktik. Salah satu praktik yang ditempuh adalah pendidikan pengembangan spesialisasi. Nah, para korban yang tersambar petir sedang mengikuti kegiatan tersebut. ”Pendidikan wajib diikuti selama dua bulan,” ujarnya.

Barung menerangkan, dasar bintara (dasba) merupakan pelatihan yang meliputi ilmu-ilmu pedoman di Brimob, misalnya gerilya dan SAR. Setelah itu pendidikan terakhir adalah latganda. ”Aplikasi dari ilmu itu diterapkan di latganda. Para siswa tersebut mengikutinya dalam beberapa tim dan pelatih ” imbuhnya.

Meski demikian, perwira dengan tiga melati di pundak itu belum bisa menyebutkan jumlah pasti peserta yang mengikuti pelatihan dasar bintara. Sebab, jumlahnya selalu berubah setiap tahun. ”Besok (hari ini, Red) kami sampaikan secara utuh soal jumlah peserta,” ucap dia.

Yang pasti, setiap ilmu terapan yang diberikan pelatih pendidikan sudah diukur dan disesuaikan dengan kemampuan tim. Setiap tahapan pasti memiliki risiko. Namun, musibah yang menimpa delapan siswa itu terjadi di luar dugaan. ”Polda Jatim berduka atas insiden tersebut. Kami belum bisa memberikan konfirmasi secara utuh karena sedang dalam tahap evakuasi,” tuturnya.

Dari Mabes Polri di Jakarta, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa jajarannya masih berusaha mengevakuasi seluruh korban di Gunung Ringgit. ”Masih dalam proses,” katanya. Untuk mempercepat proses evakuasi, aparat kepolisian sudah mengirim personal tambahan ke Gunung Ringgit.

Pantauan Jawa Pos sekitar pukul 23.45 tadi malam, empat korban luka telah tiba di rumah sakit Bhayangkara, Surabaya. Mereka tampak dibawa langsung menuju ruang IGD. Di ruang tersebut tampak beberapa personel provos berjaga. “Rata-rata mengalami luka bakar. Baru empat yang datang, satunya masih belum, masih dalam perjalanan,’’ terang petugas keamanan yang berjaga di depan IGD.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : zal/fun/den/syn/c9/c10/oni