alexametrics
22.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Bermalam Sambil Bawa Hasil Bumi

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Warga dari beragam latar belakang terlihat tidur di bibir kawah Bromo, membawa berbagai hasil bumi, berselimut kabut, dalam suhu 10 derajat Celsius. Semua demi mengungkapkan rasa syukur.

BACA JUGA : Manusia Mati Meninggalkan Nama: Selamat Jalan Eril

Pukul 05.00 WIB, saat warga yang baru mengikuti larung sesajen mulai turun dari bibir kawah Gunung Bromo, Candra Hanafi, memilih bertahan.Petani dari Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, itu menunggu matahari terbit untuk melarung hasil pertanian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Petani tersebut sengaja datang ke tempat tersebut, sambil membawa bawang merah dan kubis.Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terbentang di empat kabupaten di Jawa Timur: Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Bagi warga di kawasan itu, salah satu makna Yadnya Kasada adalah wujud harmoni antarmanusia serta manusia dan alam.Bambang Suprapto, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo menuturkan riual itu merupa ungkapan syukur.

- Advertisement -

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Warga dari beragam latar belakang terlihat tidur di bibir kawah Bromo, membawa berbagai hasil bumi, berselimut kabut, dalam suhu 10 derajat Celsius. Semua demi mengungkapkan rasa syukur.

BACA JUGA : Manusia Mati Meninggalkan Nama: Selamat Jalan Eril

Pukul 05.00 WIB, saat warga yang baru mengikuti larung sesajen mulai turun dari bibir kawah Gunung Bromo, Candra Hanafi, memilih bertahan.Petani dari Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, itu menunggu matahari terbit untuk melarung hasil pertanian.

Petani tersebut sengaja datang ke tempat tersebut, sambil membawa bawang merah dan kubis.Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terbentang di empat kabupaten di Jawa Timur: Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Bagi warga di kawasan itu, salah satu makna Yadnya Kasada adalah wujud harmoni antarmanusia serta manusia dan alam.Bambang Suprapto, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo menuturkan riual itu merupa ungkapan syukur.

PROBOLINGGO, RADARJEMBER.ID- Warga dari beragam latar belakang terlihat tidur di bibir kawah Bromo, membawa berbagai hasil bumi, berselimut kabut, dalam suhu 10 derajat Celsius. Semua demi mengungkapkan rasa syukur.

BACA JUGA : Manusia Mati Meninggalkan Nama: Selamat Jalan Eril

Pukul 05.00 WIB, saat warga yang baru mengikuti larung sesajen mulai turun dari bibir kawah Gunung Bromo, Candra Hanafi, memilih bertahan.Petani dari Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, itu menunggu matahari terbit untuk melarung hasil pertanian.

Petani tersebut sengaja datang ke tempat tersebut, sambil membawa bawang merah dan kubis.Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terbentang di empat kabupaten di Jawa Timur: Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Bagi warga di kawasan itu, salah satu makna Yadnya Kasada adalah wujud harmoni antarmanusia serta manusia dan alam.Bambang Suprapto, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo menuturkan riual itu merupa ungkapan syukur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/