alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Light Of Piece, 2022 Lampion Warnai Langit Borobudur

Mobile_AP_Rectangle 1

MAGELANG, RADARJEMBER.ID  – Warnai langit Borobudur tadi malam (16/5), bertajuk ‘light of piece’ sebanyak 2.022 lampion diterbangkan yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 19.30 dan sesi kedua pukul 21.00.

BACA JUGA : Viral di Medsos, Ratusan Motor Menumpuk Macet di Puncak

Ketua II DPD Walubi Jawa Tengah Tanto Soegito Harsono menuturkan, penerbangan lampion ini memang dibagi menjadi dua sesi. Pasalnya, jika diterbangkan dalam satu sesi, kondisi sekitar Candi Borobudur akan crowded. Penerbangan tidak hanya diikuti oleh umat Buddha saja, namun bisa diikuti oleh masyarakat umum. Masyarakat dapat mendaftarkan diri kepada panitia di lokasi. “Diikuti masyarakat umum, siapa pun boleh ikut, bebas. Karena memang diperuntukkan secara umum,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tanto menambahkan, lampion buatan Thailand yang diterbangkan berdimensi 90 sentimeter dengan tinggi satu meter. Setiap lampion diterbangkan oleh empat orang dan pernah diterbangkan di Candi Borobudur saat perayaan Waisak pada 2019 lalu. Namun, ada perbaikan tertentu.

Dia mengatakan, setiap tahun, panitia akan mempelajari kekurangan dari lampion tersebut, sehingga akan lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Memang tiap tahun kami cari yang lebih baik. Kami perbaiki agar lebih baik lagi,” tuturnya.

Menurut dia, lampion ini bermakna pelita. Setiap manusia memiliki pelita kehidupan. Semua orang memanjatkan doa agar semua kegiatan dan harapannya berjalan dengan lancar. “Semua sehat, semua rukun, dan semua bahagia,” sambungnya.

Sementara itu, ketua panitia Agus Jaya mengatakan, lampion yang terjual 80 persen dari total 2.022 lampion. Dia menyebut, lampion ini terbuat dari bahan kertas khusus dengan kerangka yang terbuat dari bambu. Pada saat ketinggian tertentu dan sumbunya menyala, posisi lampion akan lebih sempurna. Penerbangannya akan melaju dengan ketinggian tertentu dan akhirnya terbakar. Dengan ketinggian yang tidak terjangkau. “Karena lampion daya tendangnya tinggi, panasnya juga cukup. Kami belinya dari Thailand, perusahaannya khusus produksi lampion,” paparnya.

- Advertisement -

MAGELANG, RADARJEMBER.ID  – Warnai langit Borobudur tadi malam (16/5), bertajuk ‘light of piece’ sebanyak 2.022 lampion diterbangkan yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 19.30 dan sesi kedua pukul 21.00.

BACA JUGA : Viral di Medsos, Ratusan Motor Menumpuk Macet di Puncak

Ketua II DPD Walubi Jawa Tengah Tanto Soegito Harsono menuturkan, penerbangan lampion ini memang dibagi menjadi dua sesi. Pasalnya, jika diterbangkan dalam satu sesi, kondisi sekitar Candi Borobudur akan crowded. Penerbangan tidak hanya diikuti oleh umat Buddha saja, namun bisa diikuti oleh masyarakat umum. Masyarakat dapat mendaftarkan diri kepada panitia di lokasi. “Diikuti masyarakat umum, siapa pun boleh ikut, bebas. Karena memang diperuntukkan secara umum,” ujarnya.

Tanto menambahkan, lampion buatan Thailand yang diterbangkan berdimensi 90 sentimeter dengan tinggi satu meter. Setiap lampion diterbangkan oleh empat orang dan pernah diterbangkan di Candi Borobudur saat perayaan Waisak pada 2019 lalu. Namun, ada perbaikan tertentu.

Dia mengatakan, setiap tahun, panitia akan mempelajari kekurangan dari lampion tersebut, sehingga akan lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Memang tiap tahun kami cari yang lebih baik. Kami perbaiki agar lebih baik lagi,” tuturnya.

Menurut dia, lampion ini bermakna pelita. Setiap manusia memiliki pelita kehidupan. Semua orang memanjatkan doa agar semua kegiatan dan harapannya berjalan dengan lancar. “Semua sehat, semua rukun, dan semua bahagia,” sambungnya.

Sementara itu, ketua panitia Agus Jaya mengatakan, lampion yang terjual 80 persen dari total 2.022 lampion. Dia menyebut, lampion ini terbuat dari bahan kertas khusus dengan kerangka yang terbuat dari bambu. Pada saat ketinggian tertentu dan sumbunya menyala, posisi lampion akan lebih sempurna. Penerbangannya akan melaju dengan ketinggian tertentu dan akhirnya terbakar. Dengan ketinggian yang tidak terjangkau. “Karena lampion daya tendangnya tinggi, panasnya juga cukup. Kami belinya dari Thailand, perusahaannya khusus produksi lampion,” paparnya.

MAGELANG, RADARJEMBER.ID  – Warnai langit Borobudur tadi malam (16/5), bertajuk ‘light of piece’ sebanyak 2.022 lampion diterbangkan yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 19.30 dan sesi kedua pukul 21.00.

BACA JUGA : Viral di Medsos, Ratusan Motor Menumpuk Macet di Puncak

Ketua II DPD Walubi Jawa Tengah Tanto Soegito Harsono menuturkan, penerbangan lampion ini memang dibagi menjadi dua sesi. Pasalnya, jika diterbangkan dalam satu sesi, kondisi sekitar Candi Borobudur akan crowded. Penerbangan tidak hanya diikuti oleh umat Buddha saja, namun bisa diikuti oleh masyarakat umum. Masyarakat dapat mendaftarkan diri kepada panitia di lokasi. “Diikuti masyarakat umum, siapa pun boleh ikut, bebas. Karena memang diperuntukkan secara umum,” ujarnya.

Tanto menambahkan, lampion buatan Thailand yang diterbangkan berdimensi 90 sentimeter dengan tinggi satu meter. Setiap lampion diterbangkan oleh empat orang dan pernah diterbangkan di Candi Borobudur saat perayaan Waisak pada 2019 lalu. Namun, ada perbaikan tertentu.

Dia mengatakan, setiap tahun, panitia akan mempelajari kekurangan dari lampion tersebut, sehingga akan lebih baik lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Memang tiap tahun kami cari yang lebih baik. Kami perbaiki agar lebih baik lagi,” tuturnya.

Menurut dia, lampion ini bermakna pelita. Setiap manusia memiliki pelita kehidupan. Semua orang memanjatkan doa agar semua kegiatan dan harapannya berjalan dengan lancar. “Semua sehat, semua rukun, dan semua bahagia,” sambungnya.

Sementara itu, ketua panitia Agus Jaya mengatakan, lampion yang terjual 80 persen dari total 2.022 lampion. Dia menyebut, lampion ini terbuat dari bahan kertas khusus dengan kerangka yang terbuat dari bambu. Pada saat ketinggian tertentu dan sumbunya menyala, posisi lampion akan lebih sempurna. Penerbangannya akan melaju dengan ketinggian tertentu dan akhirnya terbakar. Dengan ketinggian yang tidak terjangkau. “Karena lampion daya tendangnya tinggi, panasnya juga cukup. Kami belinya dari Thailand, perusahaannya khusus produksi lampion,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/