alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Dua Ratus Sekolah Tidak Memiliki Pemimpin

Mobile_AP_Rectangle 1

MADIUN, RADARJEMBER.ID- Mendesak untuk dilakukan pengisian kekosongan jabatan sekolah (Kasek) , hal tersebut selain menghambat kualitas pendidikan, ’’dualisme jabatan’’ melekat pada seseorang dinilai kurang optimal dalam mengemban amanah.

Catatan Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, tak kurang dari 200-an sekolah kini dipimpin pelaksana tugas (Plt) Kasek. Mereka dobel jabatan itu notabene Kasek di sekolah lain. Kekosongan Kasek definitif itu didominasi SD (75 persen), disusul SMP dan paling sedikit TK.

‘’Butuh percepatan (pengisian jabatan, Red) agar tidak ada lagi Plt Kasek,’’ kata Nurhadi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ponorogo.Nurhadi tak menampik bahwa kekosongan jabatan Kasek definitif berdampak pada kualitas pendidikan di sekolah terkait.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nurhadi mengungkapkan pula,padahal dunia pendidikan hari ini dituntut efektif, efisien, dan berkualitas. Tiap sekolah membutuhkan pemimpin komunikatif dan memiliki kemampuan manajerial mumpuni untuk memajukan dunia pendidikan di kabupaten tersebut.
Aturan main pengangkatan Kasek dimandatkan Permendikbudristek 40/2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Merujuk aturan itu, salah satu kreteria mengharuskan memiliki sertifikat Guru Penggerak.

- Advertisement -

MADIUN, RADARJEMBER.ID- Mendesak untuk dilakukan pengisian kekosongan jabatan sekolah (Kasek) , hal tersebut selain menghambat kualitas pendidikan, ’’dualisme jabatan’’ melekat pada seseorang dinilai kurang optimal dalam mengemban amanah.

Catatan Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, tak kurang dari 200-an sekolah kini dipimpin pelaksana tugas (Plt) Kasek. Mereka dobel jabatan itu notabene Kasek di sekolah lain. Kekosongan Kasek definitif itu didominasi SD (75 persen), disusul SMP dan paling sedikit TK.

‘’Butuh percepatan (pengisian jabatan, Red) agar tidak ada lagi Plt Kasek,’’ kata Nurhadi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ponorogo.Nurhadi tak menampik bahwa kekosongan jabatan Kasek definitif berdampak pada kualitas pendidikan di sekolah terkait.

Nurhadi mengungkapkan pula,padahal dunia pendidikan hari ini dituntut efektif, efisien, dan berkualitas. Tiap sekolah membutuhkan pemimpin komunikatif dan memiliki kemampuan manajerial mumpuni untuk memajukan dunia pendidikan di kabupaten tersebut.
Aturan main pengangkatan Kasek dimandatkan Permendikbudristek 40/2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Merujuk aturan itu, salah satu kreteria mengharuskan memiliki sertifikat Guru Penggerak.

MADIUN, RADARJEMBER.ID- Mendesak untuk dilakukan pengisian kekosongan jabatan sekolah (Kasek) , hal tersebut selain menghambat kualitas pendidikan, ’’dualisme jabatan’’ melekat pada seseorang dinilai kurang optimal dalam mengemban amanah.

Catatan Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, tak kurang dari 200-an sekolah kini dipimpin pelaksana tugas (Plt) Kasek. Mereka dobel jabatan itu notabene Kasek di sekolah lain. Kekosongan Kasek definitif itu didominasi SD (75 persen), disusul SMP dan paling sedikit TK.

‘’Butuh percepatan (pengisian jabatan, Red) agar tidak ada lagi Plt Kasek,’’ kata Nurhadi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ponorogo.Nurhadi tak menampik bahwa kekosongan jabatan Kasek definitif berdampak pada kualitas pendidikan di sekolah terkait.

Nurhadi mengungkapkan pula,padahal dunia pendidikan hari ini dituntut efektif, efisien, dan berkualitas. Tiap sekolah membutuhkan pemimpin komunikatif dan memiliki kemampuan manajerial mumpuni untuk memajukan dunia pendidikan di kabupaten tersebut.
Aturan main pengangkatan Kasek dimandatkan Permendikbudristek 40/2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Merujuk aturan itu, salah satu kreteria mengharuskan memiliki sertifikat Guru Penggerak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/