alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Kuda Kehujanan Jadi Perhatian Serius Pecinta Binatang

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGJA, RADARJEMBER.ID- Di Kota Jogjakarta terutama di kawasan keramaian Malioboro, kendaraan tempo dulu masih bisa ditemukan, namun bila hujan turun maka  binatang penarik andong itu jelas kehujanan. Kondisi seperti tersebut sempat menjadi bahasan netizen di media sosial (medsos) Jogjakarta, bahkan kuda kehujanan itu bikin Komunitas Animal Friends Jogja (AFJ) larut dalam kesedihan. 

Agar kuda tidak terus menerus kehujanan di kala musim hujan seperti sekarang ini, maka komunitas itu lantas bergerak cepat melakukan penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan jas hujan kuda di Malioboro. Jika dibiarkan kuda kehujanan maka akan jatuh sakit, tidak menutup kemungkinan binatang itu akan mati.

Nana salah satu founder AFJ memaparkan, saat  ini di Malioboro terdapat 400 andong. Untuk sementara dari jumlah tersebut, AFJ baru bisa memberikan bantuan berupa jas hujan terbuat dari terpal plastik kepada 100 andong saja, kini bantuan jas hujan itu dalam proses penjahitan setelah sempat diukur sebelumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini kali pertama dilakukan AFJ membantu memberikan  jas hujan kuda dan belum tahu seperti apa bentuk jas hujan tersebut, jadi harus browsing di internet karena dari bahan saja jas hujan kuda tentu tidak sama seperti jas hujan manusia dan harga jas hujan kuda ini satu mencapai Rp.100 ribu,” ucap Nana.

Ia menambahkan, jas hujan kuda ini akan tuntas dijahit sebelum lebaran dan saat musim lebaran bisa digunakan oleh kuda untuk melindungi badan agar tidak kehujanan. Selain itu ukuran jas tersebut harus sesuai ukuran kuda, jika terlalu besar dan longgar kuda akan terganggu karena akan menimbulkan suara saat terkena angin.

- Advertisement -

JOGJA, RADARJEMBER.ID- Di Kota Jogjakarta terutama di kawasan keramaian Malioboro, kendaraan tempo dulu masih bisa ditemukan, namun bila hujan turun maka  binatang penarik andong itu jelas kehujanan. Kondisi seperti tersebut sempat menjadi bahasan netizen di media sosial (medsos) Jogjakarta, bahkan kuda kehujanan itu bikin Komunitas Animal Friends Jogja (AFJ) larut dalam kesedihan. 

Agar kuda tidak terus menerus kehujanan di kala musim hujan seperti sekarang ini, maka komunitas itu lantas bergerak cepat melakukan penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan jas hujan kuda di Malioboro. Jika dibiarkan kuda kehujanan maka akan jatuh sakit, tidak menutup kemungkinan binatang itu akan mati.

Nana salah satu founder AFJ memaparkan, saat  ini di Malioboro terdapat 400 andong. Untuk sementara dari jumlah tersebut, AFJ baru bisa memberikan bantuan berupa jas hujan terbuat dari terpal plastik kepada 100 andong saja, kini bantuan jas hujan itu dalam proses penjahitan setelah sempat diukur sebelumnya.

“Ini kali pertama dilakukan AFJ membantu memberikan  jas hujan kuda dan belum tahu seperti apa bentuk jas hujan tersebut, jadi harus browsing di internet karena dari bahan saja jas hujan kuda tentu tidak sama seperti jas hujan manusia dan harga jas hujan kuda ini satu mencapai Rp.100 ribu,” ucap Nana.

Ia menambahkan, jas hujan kuda ini akan tuntas dijahit sebelum lebaran dan saat musim lebaran bisa digunakan oleh kuda untuk melindungi badan agar tidak kehujanan. Selain itu ukuran jas tersebut harus sesuai ukuran kuda, jika terlalu besar dan longgar kuda akan terganggu karena akan menimbulkan suara saat terkena angin.

JOGJA, RADARJEMBER.ID- Di Kota Jogjakarta terutama di kawasan keramaian Malioboro, kendaraan tempo dulu masih bisa ditemukan, namun bila hujan turun maka  binatang penarik andong itu jelas kehujanan. Kondisi seperti tersebut sempat menjadi bahasan netizen di media sosial (medsos) Jogjakarta, bahkan kuda kehujanan itu bikin Komunitas Animal Friends Jogja (AFJ) larut dalam kesedihan. 

Agar kuda tidak terus menerus kehujanan di kala musim hujan seperti sekarang ini, maka komunitas itu lantas bergerak cepat melakukan penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan jas hujan kuda di Malioboro. Jika dibiarkan kuda kehujanan maka akan jatuh sakit, tidak menutup kemungkinan binatang itu akan mati.

Nana salah satu founder AFJ memaparkan, saat  ini di Malioboro terdapat 400 andong. Untuk sementara dari jumlah tersebut, AFJ baru bisa memberikan bantuan berupa jas hujan terbuat dari terpal plastik kepada 100 andong saja, kini bantuan jas hujan itu dalam proses penjahitan setelah sempat diukur sebelumnya.

“Ini kali pertama dilakukan AFJ membantu memberikan  jas hujan kuda dan belum tahu seperti apa bentuk jas hujan tersebut, jadi harus browsing di internet karena dari bahan saja jas hujan kuda tentu tidak sama seperti jas hujan manusia dan harga jas hujan kuda ini satu mencapai Rp.100 ribu,” ucap Nana.

Ia menambahkan, jas hujan kuda ini akan tuntas dijahit sebelum lebaran dan saat musim lebaran bisa digunakan oleh kuda untuk melindungi badan agar tidak kehujanan. Selain itu ukuran jas tersebut harus sesuai ukuran kuda, jika terlalu besar dan longgar kuda akan terganggu karena akan menimbulkan suara saat terkena angin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/