23 C
Jember
Saturday, 25 March 2023

Aktivitas Gunung Karangetang Tinggi, Pengungsi Bebali Belum Boleh Pulang

Mobile_AP_Rectangle 1

Manado, RADARJEMBER.ID – Warga terdampak erupsi efusif Gunung Karangetang diungsikan pada 15 Februari 2023 belum diizinkan pulang. Para pengungsi tersebut terdiri 28 Kepala Keluarga (KK) atau 77 jiwa warga Kelurahan Bebali, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

BACA JUGA : Sudah Berjuang Selama Sembilan Tahun

“Kami terus membangun komunikasi dengan pos petugas pos pengamatan Gunung Api Karangetang, tapi jawabannya belum bisa (dipulangkan),” sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Sonny Belseran di Manado, Jumat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Alasan belum bisa dipulangkan sebanyak 28 KK tersebut, kata dia,  karena aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih tinggi, yang dicirikan dengan masih terjadi luncuran guguran lava pijar dari puncak kawah menuju lereng dengan jarak luncur bervariasi.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan petugas pos gunung api terkait dengan kondisi terkini gunung tersebut,” ujarnya.

Dia juga berharap warga mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

- Advertisement -

Manado, RADARJEMBER.ID – Warga terdampak erupsi efusif Gunung Karangetang diungsikan pada 15 Februari 2023 belum diizinkan pulang. Para pengungsi tersebut terdiri 28 Kepala Keluarga (KK) atau 77 jiwa warga Kelurahan Bebali, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

BACA JUGA : Sudah Berjuang Selama Sembilan Tahun

“Kami terus membangun komunikasi dengan pos petugas pos pengamatan Gunung Api Karangetang, tapi jawabannya belum bisa (dipulangkan),” sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Sonny Belseran di Manado, Jumat.

Alasan belum bisa dipulangkan sebanyak 28 KK tersebut, kata dia,  karena aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih tinggi, yang dicirikan dengan masih terjadi luncuran guguran lava pijar dari puncak kawah menuju lereng dengan jarak luncur bervariasi.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan petugas pos gunung api terkait dengan kondisi terkini gunung tersebut,” ujarnya.

Dia juga berharap warga mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Manado, RADARJEMBER.ID – Warga terdampak erupsi efusif Gunung Karangetang diungsikan pada 15 Februari 2023 belum diizinkan pulang. Para pengungsi tersebut terdiri 28 Kepala Keluarga (KK) atau 77 jiwa warga Kelurahan Bebali, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

BACA JUGA : Sudah Berjuang Selama Sembilan Tahun

“Kami terus membangun komunikasi dengan pos petugas pos pengamatan Gunung Api Karangetang, tapi jawabannya belum bisa (dipulangkan),” sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Sonny Belseran di Manado, Jumat.

Alasan belum bisa dipulangkan sebanyak 28 KK tersebut, kata dia,  karena aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih tinggi, yang dicirikan dengan masih terjadi luncuran guguran lava pijar dari puncak kawah menuju lereng dengan jarak luncur bervariasi.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan petugas pos gunung api terkait dengan kondisi terkini gunung tersebut,” ujarnya.

Dia juga berharap warga mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca