alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Harga Minyak Jadi Tidak Terkendali

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Kebijakan harga eceran tertinggi (HET) telah dicabut, hal ini pun menyebabkan harga minyak goreng kemasan menjadi tidak terkendali di pasar. Tentu fenomena ini menjadi pertanyaan oleh publik.

Mengenai itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan bahwa mahalnya harga minyak itu adalah karena harga minyak sawit mentah dunia tengah meningkat akibat konflik antara Rusia dan Ukraina.

“Ada yang tanya kenapa kok harga tinggi, kita tahu bahwa invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan harga-harga barang tinggi,” kata dia di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (17/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Adapun, Rusia dan Ukraina sendiri merupakan negara produsen minyak nabati atau lebih dikenal dengan minyak biji matahari atau sunflower. Akan tetapi, dengan konflik ini, pengguna minyak biji matahari beralih ke CPO yang mengakibatkan harga komoditas itu meningkat karena permintaan meningkat.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Kebijakan harga eceran tertinggi (HET) telah dicabut, hal ini pun menyebabkan harga minyak goreng kemasan menjadi tidak terkendali di pasar. Tentu fenomena ini menjadi pertanyaan oleh publik.

Mengenai itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan bahwa mahalnya harga minyak itu adalah karena harga minyak sawit mentah dunia tengah meningkat akibat konflik antara Rusia dan Ukraina.

“Ada yang tanya kenapa kok harga tinggi, kita tahu bahwa invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan harga-harga barang tinggi,” kata dia di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (17/3).

Adapun, Rusia dan Ukraina sendiri merupakan negara produsen minyak nabati atau lebih dikenal dengan minyak biji matahari atau sunflower. Akan tetapi, dengan konflik ini, pengguna minyak biji matahari beralih ke CPO yang mengakibatkan harga komoditas itu meningkat karena permintaan meningkat.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Kebijakan harga eceran tertinggi (HET) telah dicabut, hal ini pun menyebabkan harga minyak goreng kemasan menjadi tidak terkendali di pasar. Tentu fenomena ini menjadi pertanyaan oleh publik.

Mengenai itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan bahwa mahalnya harga minyak itu adalah karena harga minyak sawit mentah dunia tengah meningkat akibat konflik antara Rusia dan Ukraina.

“Ada yang tanya kenapa kok harga tinggi, kita tahu bahwa invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan harga-harga barang tinggi,” kata dia di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (17/3).

Adapun, Rusia dan Ukraina sendiri merupakan negara produsen minyak nabati atau lebih dikenal dengan minyak biji matahari atau sunflower. Akan tetapi, dengan konflik ini, pengguna minyak biji matahari beralih ke CPO yang mengakibatkan harga komoditas itu meningkat karena permintaan meningkat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/