alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Lahan Pisang Dijadikan Tempat Timbun Sabu-Sabu 29 Kg

Mobile_AP_Rectangle 1

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Edan! Siapa sangka kalau di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, Jatim, ditemukan barang bukti narkoba dengan jumlah fantastis. Terbesar di Jatim. Sebanyak 29 kilogram (kg) sabu-sabu.

Nilai barang haram itu mencapai puluhan miliar rupiah terkubur di rerimbunan pohon pisang.Lebih mencengangkan lagi, di kampung wilayah kecamatan berbatasan Gresik tersebut juga ditemukan tumpukan dus berisi pil koplo atau pil dobel L.

Jumlah mencapai satu truk. Pil itu disimpan di sebuah garasi rumah salah seorang warga.Kasus tersebut terungkap saat aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, melakukan penggerebekan ke lokasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, penemuan itu bermula dari keberhasilan polisi menangkap TJF. Pemuda yang baru berusia 27 tahun itu diduga terlibat jaringan pengedar narkoba internasinal.

Lalu, polisi melakukan penggeledahan di rumah orang tua TJF. Di Desa Temuireng itu/’’Ada 10 sampai 12 petugas berpakaian biasa yang datang ke lokasi,” kata warga ketika mengetahui langsung proses penggerebekan kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dari tempat penangkapan TJF, polisi menyita sebanyak 113 dus berisi pil dobel L. Pil sesat itu ditumpuk di garasi rumah dan selama ini ditinggali oleh ibu dan nenek TJF. ”Pil koplo diangkut pakai truk sampai hampir tidak muat,” imbuh pria itu.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian juga bergerak ke ladang jagung milik orangtua TJF di Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong. Berjarak sekitar satu kilometer dari tempat penggerebekan pertama.

Dari tempat itu, ditemukan tiga ransel berisi sabu-sabu dengan berat total 29 kg. Serbuk kristal itu ditimbun tepat di bawah pohon pisang. ”Yang satu (ransel) isi 5 kilogram sabu-sabu sama alat-alat hisapnya, satu lagi berisi 12 kilogram, dan satunya lagi isi 12 kilogram,” ungkap dia..

Barang haram itu ditanam di tanah sedalam kurang lebih 50 sentimeter. Lokasi penemuan itu berjarak sekitar 200 meter sisi barat tempat pemakamam umum Dusun Guyangan, Desa Madureso. Kabarnya, proses penggerebekan berlangsung hampir tiga jam.

Petugas tidak melibatkan petugas Polsek Dawarblandong maupun Polres Mojokerto Kota.Kasatresnarkoba Polres Mojokerto Kota AKP Edi Purwo Santoso dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto membenarkan penangkapan tersebut.

Menurut dia, penggerebekan yang dilakukan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di wilayah hukumnya itu merupakan pengembangan kasus yang ditangani pihak bea cukai. ”Yang menggerebek dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” terangnya.

Dia juga tidak menampik informasi yang didapat barang bukti yang diamankan meliputi 29 kg sabu-sabut dan ratusan karton berisi pil dobel L. ”Hasil cek di lapangan seperti itu, untuk lebih jelasnya dari pihak Polres Pelabuhan Tanjung yang lebih paham,” ujar Edi.

Sementara itu, TJF terbilang begitu lihai menyembunyikan keterlibatan dirinya dalam jaringan narkoba kelas kakap tersebut. Kabarnya, satu truk berisi pil dobel L itu datang pada akhir Juli 2022 lalu. Namun, tak ada satupun warga yang menaruh curiga.(*)

Editor:Winardyasto HasriKirono

Foto:Jawa Pos Radar Mojokerto

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Mojokerto

 

 

- Advertisement -

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Edan! Siapa sangka kalau di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, Jatim, ditemukan barang bukti narkoba dengan jumlah fantastis. Terbesar di Jatim. Sebanyak 29 kilogram (kg) sabu-sabu.

Nilai barang haram itu mencapai puluhan miliar rupiah terkubur di rerimbunan pohon pisang.Lebih mencengangkan lagi, di kampung wilayah kecamatan berbatasan Gresik tersebut juga ditemukan tumpukan dus berisi pil koplo atau pil dobel L.

Jumlah mencapai satu truk. Pil itu disimpan di sebuah garasi rumah salah seorang warga.Kasus tersebut terungkap saat aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, melakukan penggerebekan ke lokasi.

Penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, penemuan itu bermula dari keberhasilan polisi menangkap TJF. Pemuda yang baru berusia 27 tahun itu diduga terlibat jaringan pengedar narkoba internasinal.

Lalu, polisi melakukan penggeledahan di rumah orang tua TJF. Di Desa Temuireng itu/’’Ada 10 sampai 12 petugas berpakaian biasa yang datang ke lokasi,” kata warga ketika mengetahui langsung proses penggerebekan kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dari tempat penangkapan TJF, polisi menyita sebanyak 113 dus berisi pil dobel L. Pil sesat itu ditumpuk di garasi rumah dan selama ini ditinggali oleh ibu dan nenek TJF. ”Pil koplo diangkut pakai truk sampai hampir tidak muat,” imbuh pria itu.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian juga bergerak ke ladang jagung milik orangtua TJF di Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong. Berjarak sekitar satu kilometer dari tempat penggerebekan pertama.

Dari tempat itu, ditemukan tiga ransel berisi sabu-sabu dengan berat total 29 kg. Serbuk kristal itu ditimbun tepat di bawah pohon pisang. ”Yang satu (ransel) isi 5 kilogram sabu-sabu sama alat-alat hisapnya, satu lagi berisi 12 kilogram, dan satunya lagi isi 12 kilogram,” ungkap dia..

Barang haram itu ditanam di tanah sedalam kurang lebih 50 sentimeter. Lokasi penemuan itu berjarak sekitar 200 meter sisi barat tempat pemakamam umum Dusun Guyangan, Desa Madureso. Kabarnya, proses penggerebekan berlangsung hampir tiga jam.

Petugas tidak melibatkan petugas Polsek Dawarblandong maupun Polres Mojokerto Kota.Kasatresnarkoba Polres Mojokerto Kota AKP Edi Purwo Santoso dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto membenarkan penangkapan tersebut.

Menurut dia, penggerebekan yang dilakukan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di wilayah hukumnya itu merupakan pengembangan kasus yang ditangani pihak bea cukai. ”Yang menggerebek dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” terangnya.

Dia juga tidak menampik informasi yang didapat barang bukti yang diamankan meliputi 29 kg sabu-sabut dan ratusan karton berisi pil dobel L. ”Hasil cek di lapangan seperti itu, untuk lebih jelasnya dari pihak Polres Pelabuhan Tanjung yang lebih paham,” ujar Edi.

Sementara itu, TJF terbilang begitu lihai menyembunyikan keterlibatan dirinya dalam jaringan narkoba kelas kakap tersebut. Kabarnya, satu truk berisi pil dobel L itu datang pada akhir Juli 2022 lalu. Namun, tak ada satupun warga yang menaruh curiga.(*)

Editor:Winardyasto HasriKirono

Foto:Jawa Pos Radar Mojokerto

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Mojokerto

 

 

MOJOKERTO, RADARJEMBER.ID – Edan! Siapa sangka kalau di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, Jatim, ditemukan barang bukti narkoba dengan jumlah fantastis. Terbesar di Jatim. Sebanyak 29 kilogram (kg) sabu-sabu.

Nilai barang haram itu mencapai puluhan miliar rupiah terkubur di rerimbunan pohon pisang.Lebih mencengangkan lagi, di kampung wilayah kecamatan berbatasan Gresik tersebut juga ditemukan tumpukan dus berisi pil koplo atau pil dobel L.

Jumlah mencapai satu truk. Pil itu disimpan di sebuah garasi rumah salah seorang warga.Kasus tersebut terungkap saat aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, melakukan penggerebekan ke lokasi.

Penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, penemuan itu bermula dari keberhasilan polisi menangkap TJF. Pemuda yang baru berusia 27 tahun itu diduga terlibat jaringan pengedar narkoba internasinal.

Lalu, polisi melakukan penggeledahan di rumah orang tua TJF. Di Desa Temuireng itu/’’Ada 10 sampai 12 petugas berpakaian biasa yang datang ke lokasi,” kata warga ketika mengetahui langsung proses penggerebekan kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dari tempat penangkapan TJF, polisi menyita sebanyak 113 dus berisi pil dobel L. Pil sesat itu ditumpuk di garasi rumah dan selama ini ditinggali oleh ibu dan nenek TJF. ”Pil koplo diangkut pakai truk sampai hampir tidak muat,” imbuh pria itu.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian juga bergerak ke ladang jagung milik orangtua TJF di Desa Madureso, Kecamatan Dawarblandong. Berjarak sekitar satu kilometer dari tempat penggerebekan pertama.

Dari tempat itu, ditemukan tiga ransel berisi sabu-sabu dengan berat total 29 kg. Serbuk kristal itu ditimbun tepat di bawah pohon pisang. ”Yang satu (ransel) isi 5 kilogram sabu-sabu sama alat-alat hisapnya, satu lagi berisi 12 kilogram, dan satunya lagi isi 12 kilogram,” ungkap dia..

Barang haram itu ditanam di tanah sedalam kurang lebih 50 sentimeter. Lokasi penemuan itu berjarak sekitar 200 meter sisi barat tempat pemakamam umum Dusun Guyangan, Desa Madureso. Kabarnya, proses penggerebekan berlangsung hampir tiga jam.

Petugas tidak melibatkan petugas Polsek Dawarblandong maupun Polres Mojokerto Kota.Kasatresnarkoba Polres Mojokerto Kota AKP Edi Purwo Santoso dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto membenarkan penangkapan tersebut.

Menurut dia, penggerebekan yang dilakukan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di wilayah hukumnya itu merupakan pengembangan kasus yang ditangani pihak bea cukai. ”Yang menggerebek dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” terangnya.

Dia juga tidak menampik informasi yang didapat barang bukti yang diamankan meliputi 29 kg sabu-sabut dan ratusan karton berisi pil dobel L. ”Hasil cek di lapangan seperti itu, untuk lebih jelasnya dari pihak Polres Pelabuhan Tanjung yang lebih paham,” ujar Edi.

Sementara itu, TJF terbilang begitu lihai menyembunyikan keterlibatan dirinya dalam jaringan narkoba kelas kakap tersebut. Kabarnya, satu truk berisi pil dobel L itu datang pada akhir Juli 2022 lalu. Namun, tak ada satupun warga yang menaruh curiga.(*)

Editor:Winardyasto HasriKirono

Foto:Jawa Pos Radar Mojokerto

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Mojokerto

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/