alexametrics
21.9 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Mantan Teller BRI Dompu Divonis Curi Uang Nasabah.

Mobile_AP_Rectangle 1

MATARAM-RADARJEMBER.ID-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram menyatakan terdakwa Anna Ernawati terbukti melakukan tindak pidana korupsi, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama enam tahun.

BACA JUGA: Tegas Berantas Korupsi, Erick Thohir Layak Diacungi Jempol

Ketika sidang berlangsung Catur Bayu Sulistiyo, Ketua Majelis Hakim PN Tipikor Mataram saat itu didampingi hakim anggota Agung Prasetyo dan Djoko Soepriyono membacakan amar putusan, Jumat (15/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, terdakwa mantan teller BRI Unit Woja, Dompu, itu dibebankan membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Anna juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 934 juta. Dia diberikan waktu selama satu bulan setelah putusan inkrah.

Dalam pertimbangan majelis hakim disebutkan, Anna Ernawati telah menarik uang sejumlah nasabah. Modusnya mencuri data dan menarik uang nasabah.Dari dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), uang nasabah dicuri itu antara lain milik H Abdullah M Saleh Rp 90 juta.

Tidak itu saja, uang nasabah bernama Gede Santra Rp 1,02 miliar; Abdul Malik Ahmad Rp 421 juta; Hafsah Rp 24,9 juta; Misbah H Abdullah Rp 50 juta; Fifi Sumanti Rp 50 juta; Chandra Rp 24 juta; Mulyati Rp 30 juta; Nur Hidayati Rp 45 juta; dan Desak Ketut Nuryati Rp 65 juta.

”Sehingga mengakibatkan pihak PT BRI merugi,” kata majelis hakim.Berdasarkan fakta persidangan, uang nasabah itu telah ditarik digunakan untuk berbagai kebutuhan. Seperti membeli sebidang tanah di daerah Calabai seharga Rp 100 juta.

Kemudian membeli tanah milik Gusti Made di Dompu Rp 60 juta; membeli tanah milik Gusti Putu Pacung Rp 80 juta. Selain itu, meminjamkan uang tunai ke Jawiah Rp 129 juta untuk pembelian pupuk; pinjaman uang ke Dwi Soehartono Rp 100 juta untuk keperluan pribadi.

- Advertisement -

MATARAM-RADARJEMBER.ID-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram menyatakan terdakwa Anna Ernawati terbukti melakukan tindak pidana korupsi, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama enam tahun.

BACA JUGA: Tegas Berantas Korupsi, Erick Thohir Layak Diacungi Jempol

Ketika sidang berlangsung Catur Bayu Sulistiyo, Ketua Majelis Hakim PN Tipikor Mataram saat itu didampingi hakim anggota Agung Prasetyo dan Djoko Soepriyono membacakan amar putusan, Jumat (15/7).

Selain itu, terdakwa mantan teller BRI Unit Woja, Dompu, itu dibebankan membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Anna juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 934 juta. Dia diberikan waktu selama satu bulan setelah putusan inkrah.

Dalam pertimbangan majelis hakim disebutkan, Anna Ernawati telah menarik uang sejumlah nasabah. Modusnya mencuri data dan menarik uang nasabah.Dari dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), uang nasabah dicuri itu antara lain milik H Abdullah M Saleh Rp 90 juta.

Tidak itu saja, uang nasabah bernama Gede Santra Rp 1,02 miliar; Abdul Malik Ahmad Rp 421 juta; Hafsah Rp 24,9 juta; Misbah H Abdullah Rp 50 juta; Fifi Sumanti Rp 50 juta; Chandra Rp 24 juta; Mulyati Rp 30 juta; Nur Hidayati Rp 45 juta; dan Desak Ketut Nuryati Rp 65 juta.

”Sehingga mengakibatkan pihak PT BRI merugi,” kata majelis hakim.Berdasarkan fakta persidangan, uang nasabah itu telah ditarik digunakan untuk berbagai kebutuhan. Seperti membeli sebidang tanah di daerah Calabai seharga Rp 100 juta.

Kemudian membeli tanah milik Gusti Made di Dompu Rp 60 juta; membeli tanah milik Gusti Putu Pacung Rp 80 juta. Selain itu, meminjamkan uang tunai ke Jawiah Rp 129 juta untuk pembelian pupuk; pinjaman uang ke Dwi Soehartono Rp 100 juta untuk keperluan pribadi.

MATARAM-RADARJEMBER.ID-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram menyatakan terdakwa Anna Ernawati terbukti melakukan tindak pidana korupsi, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama enam tahun.

BACA JUGA: Tegas Berantas Korupsi, Erick Thohir Layak Diacungi Jempol

Ketika sidang berlangsung Catur Bayu Sulistiyo, Ketua Majelis Hakim PN Tipikor Mataram saat itu didampingi hakim anggota Agung Prasetyo dan Djoko Soepriyono membacakan amar putusan, Jumat (15/7).

Selain itu, terdakwa mantan teller BRI Unit Woja, Dompu, itu dibebankan membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Anna juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 934 juta. Dia diberikan waktu selama satu bulan setelah putusan inkrah.

Dalam pertimbangan majelis hakim disebutkan, Anna Ernawati telah menarik uang sejumlah nasabah. Modusnya mencuri data dan menarik uang nasabah.Dari dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), uang nasabah dicuri itu antara lain milik H Abdullah M Saleh Rp 90 juta.

Tidak itu saja, uang nasabah bernama Gede Santra Rp 1,02 miliar; Abdul Malik Ahmad Rp 421 juta; Hafsah Rp 24,9 juta; Misbah H Abdullah Rp 50 juta; Fifi Sumanti Rp 50 juta; Chandra Rp 24 juta; Mulyati Rp 30 juta; Nur Hidayati Rp 45 juta; dan Desak Ketut Nuryati Rp 65 juta.

”Sehingga mengakibatkan pihak PT BRI merugi,” kata majelis hakim.Berdasarkan fakta persidangan, uang nasabah itu telah ditarik digunakan untuk berbagai kebutuhan. Seperti membeli sebidang tanah di daerah Calabai seharga Rp 100 juta.

Kemudian membeli tanah milik Gusti Made di Dompu Rp 60 juta; membeli tanah milik Gusti Putu Pacung Rp 80 juta. Selain itu, meminjamkan uang tunai ke Jawiah Rp 129 juta untuk pembelian pupuk; pinjaman uang ke Dwi Soehartono Rp 100 juta untuk keperluan pribadi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/