alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Butuh Rp 380 Miliar Agar Surabaya Tidak Terendam Air

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA-RADARJEMBER.ID-Kota Pahlawan belum bebas dari genangan. Dua hari lalu, misalnya, selepas hujan deras, sejumlah wilayah di Surabaya Timur terendam air. Untuk mencegah genangan, pemkot sudah menganggarkan anggaran Rp 380 miliar guna membenahi saluran air.

BACA JUGA : Wali Murid Tolak Penutupan SD Meski Kurang Murid

Lilik Arijanto, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Lilik menyampaikan, penanganan genangan menjadi salah satu indikator keberhasilan instansi tersebut. Itu masuk poin kontrak kinerja bersama Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.Kalau ia tidak bisa mencapai target, maka harus meletakkan jabatan.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Lama genangan, contohnya. Batas waktu genangan maksimal 20 menit, air harus surut. Indikator lain juga dilihat dari tinggi genangan yang tidak boleh melebihi 30 sentimeter serta luas maksimal 450 hektare. ”Ini akan dihitung. Semua ada formula menjadi penilaian indikator kinerja,” jelas Lilik.

 

Lilik mengakui genangan kerap terjadi di titik tertentu. Debitnya juga cukup tinggi. Kondisi itu kerap terjadi di lokasi yang landai dengan saluran yang berukuran panjang. Di antaranya, Ketintang, Tenggilis, Medokan Ayu, Rungkut, Gunung Anyar, serta kawasan Kertajaya. Selama ini, kawasan itu dikenal sebagai daerah langganan genangan.

- Advertisement -

SURABAYA-RADARJEMBER.ID-Kota Pahlawan belum bebas dari genangan. Dua hari lalu, misalnya, selepas hujan deras, sejumlah wilayah di Surabaya Timur terendam air. Untuk mencegah genangan, pemkot sudah menganggarkan anggaran Rp 380 miliar guna membenahi saluran air.

BACA JUGA : Wali Murid Tolak Penutupan SD Meski Kurang Murid

Lilik Arijanto, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Lilik menyampaikan, penanganan genangan menjadi salah satu indikator keberhasilan instansi tersebut. Itu masuk poin kontrak kinerja bersama Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.Kalau ia tidak bisa mencapai target, maka harus meletakkan jabatan.

 

Lama genangan, contohnya. Batas waktu genangan maksimal 20 menit, air harus surut. Indikator lain juga dilihat dari tinggi genangan yang tidak boleh melebihi 30 sentimeter serta luas maksimal 450 hektare. ”Ini akan dihitung. Semua ada formula menjadi penilaian indikator kinerja,” jelas Lilik.

 

Lilik mengakui genangan kerap terjadi di titik tertentu. Debitnya juga cukup tinggi. Kondisi itu kerap terjadi di lokasi yang landai dengan saluran yang berukuran panjang. Di antaranya, Ketintang, Tenggilis, Medokan Ayu, Rungkut, Gunung Anyar, serta kawasan Kertajaya. Selama ini, kawasan itu dikenal sebagai daerah langganan genangan.

SURABAYA-RADARJEMBER.ID-Kota Pahlawan belum bebas dari genangan. Dua hari lalu, misalnya, selepas hujan deras, sejumlah wilayah di Surabaya Timur terendam air. Untuk mencegah genangan, pemkot sudah menganggarkan anggaran Rp 380 miliar guna membenahi saluran air.

BACA JUGA : Wali Murid Tolak Penutupan SD Meski Kurang Murid

Lilik Arijanto, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Lilik menyampaikan, penanganan genangan menjadi salah satu indikator keberhasilan instansi tersebut. Itu masuk poin kontrak kinerja bersama Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.Kalau ia tidak bisa mencapai target, maka harus meletakkan jabatan.

 

Lama genangan, contohnya. Batas waktu genangan maksimal 20 menit, air harus surut. Indikator lain juga dilihat dari tinggi genangan yang tidak boleh melebihi 30 sentimeter serta luas maksimal 450 hektare. ”Ini akan dihitung. Semua ada formula menjadi penilaian indikator kinerja,” jelas Lilik.

 

Lilik mengakui genangan kerap terjadi di titik tertentu. Debitnya juga cukup tinggi. Kondisi itu kerap terjadi di lokasi yang landai dengan saluran yang berukuran panjang. Di antaranya, Ketintang, Tenggilis, Medokan Ayu, Rungkut, Gunung Anyar, serta kawasan Kertajaya. Selama ini, kawasan itu dikenal sebagai daerah langganan genangan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/