alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Pemkot Pasuruan Antisipasi Perundungan-Kekerasan Seksual

Wacanakan Pasang CCTV Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, RADARJEMBER.ID – Wacana pemasangan closed circuit television (CCTV) di sekolah-sekolah terus diupayakan Pemkot Pasuruan guna meningkatkan keamanan di lembaga pendidikan. Tujuannya, mengawasi dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

BACA JUGA : Jendela Sekolah Jadi Incaran Maling

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengaku, tengah memetakan kebutuhan pemasangan CCTV sekolah bila benar-benar direalisasikan. Pemasangan CCTV memang belum bisa dikerjakan tahun ini. Namun, paling tidak sudah punya gambaran bila wacana ini diterapkan. “Sekarang kami petakan dulu. Yang jelas menyesuaikan area sekolahnya masing-masing,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, kebutuhan kamera pemantau sekolah memang banyak. Karena sekolah negeri saja mencapai puluhan. Tingkat SD ada 47 lembaga SD dan 11 lembaga SMP. Masing-masing sekolah tentu perlu lebih dari dua CCTV.

Karena itu, lebih dulu dilakukan pemetaan untuk mengetahui lebih jelas seberapa banyak kebutuhannya. “Kemungkinan akan direalisasikan mulai tahun depan. Tapi, tidak seketika semua sekolah. Secara bertahap dulu, kami upayakan beberapa sekolah,” ujar pria yang akrab disapa Ayik tersebut.

Ia mengatakan, perangkat tersebut diperlukan tidak hanya untuk memastikan keamanan. Yang utama adalah untuk menjamin lingkungan sekolah benar-benar aman bagi siswa. “Isu krusialnya adalah untuk menyikapi tiga dosa besar pendidikan. Yakni, perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi,” jelasnya.

Ia mengaku tidak ingin kejadian terkait tiga isu tersebut terjadi di lingkungan sekolah di Kota Pasuruan. Karena itu, pihaknya mewacanakan pemasangan CCTV sebagai salah satu langkah antisipasi. (*)

- Advertisement -

PASURUAN, RADARJEMBER.ID – Wacana pemasangan closed circuit television (CCTV) di sekolah-sekolah terus diupayakan Pemkot Pasuruan guna meningkatkan keamanan di lembaga pendidikan. Tujuannya, mengawasi dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

BACA JUGA : Jendela Sekolah Jadi Incaran Maling

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengaku, tengah memetakan kebutuhan pemasangan CCTV sekolah bila benar-benar direalisasikan. Pemasangan CCTV memang belum bisa dikerjakan tahun ini. Namun, paling tidak sudah punya gambaran bila wacana ini diterapkan. “Sekarang kami petakan dulu. Yang jelas menyesuaikan area sekolahnya masing-masing,” katanya.

Menurut dia, kebutuhan kamera pemantau sekolah memang banyak. Karena sekolah negeri saja mencapai puluhan. Tingkat SD ada 47 lembaga SD dan 11 lembaga SMP. Masing-masing sekolah tentu perlu lebih dari dua CCTV.

Karena itu, lebih dulu dilakukan pemetaan untuk mengetahui lebih jelas seberapa banyak kebutuhannya. “Kemungkinan akan direalisasikan mulai tahun depan. Tapi, tidak seketika semua sekolah. Secara bertahap dulu, kami upayakan beberapa sekolah,” ujar pria yang akrab disapa Ayik tersebut.

Ia mengatakan, perangkat tersebut diperlukan tidak hanya untuk memastikan keamanan. Yang utama adalah untuk menjamin lingkungan sekolah benar-benar aman bagi siswa. “Isu krusialnya adalah untuk menyikapi tiga dosa besar pendidikan. Yakni, perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi,” jelasnya.

Ia mengaku tidak ingin kejadian terkait tiga isu tersebut terjadi di lingkungan sekolah di Kota Pasuruan. Karena itu, pihaknya mewacanakan pemasangan CCTV sebagai salah satu langkah antisipasi. (*)

PASURUAN, RADARJEMBER.ID – Wacana pemasangan closed circuit television (CCTV) di sekolah-sekolah terus diupayakan Pemkot Pasuruan guna meningkatkan keamanan di lembaga pendidikan. Tujuannya, mengawasi dan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

BACA JUGA : Jendela Sekolah Jadi Incaran Maling

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengaku, tengah memetakan kebutuhan pemasangan CCTV sekolah bila benar-benar direalisasikan. Pemasangan CCTV memang belum bisa dikerjakan tahun ini. Namun, paling tidak sudah punya gambaran bila wacana ini diterapkan. “Sekarang kami petakan dulu. Yang jelas menyesuaikan area sekolahnya masing-masing,” katanya.

Menurut dia, kebutuhan kamera pemantau sekolah memang banyak. Karena sekolah negeri saja mencapai puluhan. Tingkat SD ada 47 lembaga SD dan 11 lembaga SMP. Masing-masing sekolah tentu perlu lebih dari dua CCTV.

Karena itu, lebih dulu dilakukan pemetaan untuk mengetahui lebih jelas seberapa banyak kebutuhannya. “Kemungkinan akan direalisasikan mulai tahun depan. Tapi, tidak seketika semua sekolah. Secara bertahap dulu, kami upayakan beberapa sekolah,” ujar pria yang akrab disapa Ayik tersebut.

Ia mengatakan, perangkat tersebut diperlukan tidak hanya untuk memastikan keamanan. Yang utama adalah untuk menjamin lingkungan sekolah benar-benar aman bagi siswa. “Isu krusialnya adalah untuk menyikapi tiga dosa besar pendidikan. Yakni, perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi,” jelasnya.

Ia mengaku tidak ingin kejadian terkait tiga isu tersebut terjadi di lingkungan sekolah di Kota Pasuruan. Karena itu, pihaknya mewacanakan pemasangan CCTV sebagai salah satu langkah antisipasi. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/