23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Jalani Sidang Pertama Gelapkan Dana Yayasan Rp 119,7 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID — Sidang perdana mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjalani sidang perdana, pada kasus dugaan penggelapan dana yang di lakukan secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, secara virtual, Selasa (15/11/).

BACA JUGA : Bandara Ngurah Rai Diwarnai Ajaran Trisakti Bung Karno

Ahyudin, Mantan Presiden sekaligus pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), didakwa melakukan penggelapan dana yayasan untuk kepentingan pribadi. Total ada Rp 117,9 miliar yang diduga diselewengkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Bahwa terdakwa Ahyudin selaku ketua Presiden Global Islamic Philantrophy bersama-sama dengan Ibnu Khajar selaku Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap dan juga menjabat selaku Senior Vice President Partnership Network Department GIP dan Hariyana Binti Hermain selaku Senior Vice President Operational GIP dan juga selaku Direktur Keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap telah menggunakan dana BCIF sebesar Rp 117.982.530.997,” ujar Jaksa Penuntut Umum saat membacakan dakwaan Ahyudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/11).

Jaksa menyebut, penyelewengan dana ini terkait dana CSR dari Boeing untuk ahli waris korban jatuhnya Lion Air JT-610. The Boeing Company diketahui menyediakan USD 25 juta sebagai Boeing Financial Assistance Fund (BFAF).

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID — Sidang perdana mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjalani sidang perdana, pada kasus dugaan penggelapan dana yang di lakukan secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, secara virtual, Selasa (15/11/).

BACA JUGA : Bandara Ngurah Rai Diwarnai Ajaran Trisakti Bung Karno

Ahyudin, Mantan Presiden sekaligus pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), didakwa melakukan penggelapan dana yayasan untuk kepentingan pribadi. Total ada Rp 117,9 miliar yang diduga diselewengkan.

“Bahwa terdakwa Ahyudin selaku ketua Presiden Global Islamic Philantrophy bersama-sama dengan Ibnu Khajar selaku Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap dan juga menjabat selaku Senior Vice President Partnership Network Department GIP dan Hariyana Binti Hermain selaku Senior Vice President Operational GIP dan juga selaku Direktur Keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap telah menggunakan dana BCIF sebesar Rp 117.982.530.997,” ujar Jaksa Penuntut Umum saat membacakan dakwaan Ahyudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/11).

Jaksa menyebut, penyelewengan dana ini terkait dana CSR dari Boeing untuk ahli waris korban jatuhnya Lion Air JT-610. The Boeing Company diketahui menyediakan USD 25 juta sebagai Boeing Financial Assistance Fund (BFAF).

JAKARTA, RADARJEMBER.ID — Sidang perdana mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin menjalani sidang perdana, pada kasus dugaan penggelapan dana yang di lakukan secara virtual di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, secara virtual, Selasa (15/11/).

BACA JUGA : Bandara Ngurah Rai Diwarnai Ajaran Trisakti Bung Karno

Ahyudin, Mantan Presiden sekaligus pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), didakwa melakukan penggelapan dana yayasan untuk kepentingan pribadi. Total ada Rp 117,9 miliar yang diduga diselewengkan.

“Bahwa terdakwa Ahyudin selaku ketua Presiden Global Islamic Philantrophy bersama-sama dengan Ibnu Khajar selaku Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap dan juga menjabat selaku Senior Vice President Partnership Network Department GIP dan Hariyana Binti Hermain selaku Senior Vice President Operational GIP dan juga selaku Direktur Keuangan Yayasan Aksi Cepat Tanggap telah menggunakan dana BCIF sebesar Rp 117.982.530.997,” ujar Jaksa Penuntut Umum saat membacakan dakwaan Ahyudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/11).

Jaksa menyebut, penyelewengan dana ini terkait dana CSR dari Boeing untuk ahli waris korban jatuhnya Lion Air JT-610. The Boeing Company diketahui menyediakan USD 25 juta sebagai Boeing Financial Assistance Fund (BFAF).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca