alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pemprov Babel Fokus Penghijauan di Bekas Tambang  

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGKALPINANG, RADARJEMBER.ID – Tingkat radiasi tinggi dari bekas tambang timah yang ada Kepulauan Bangka Belitung, bisa berdampak pada kesehatan masyarakat sekitarnya. Hal itu kini menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

BACA JUGA : KPK Gadungan Banyak Lakukan Penipuan, Masyarakat Diimbau Waspada

Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin di Pangkalpinang mengatakan, pemprov memfokuskan program reklamasi atau penghijauan di lahan bekas penambangan bijih timah, guna menekan tingkat radiasi tinggi yang akan mengganggu kesehatan masyarakat. “Saat ini fokus utama menggencarkan kegiatan penanaman pohon di lahan bekas tambang timah,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ridwan mengatakan, kegiatan reklamasi melalui program Hijau Biro Babelku sangat penting, untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta menekan tingkat radiasi yang ditimbulkan lahan bekas penambangan bijih timah yang tinggi.

“Gerakan ini harus segera dilaksanakan dan tidak perlu menunggu-nunggu lagi, sebab nanti akan terus tertunda. Tinggal siapkan data dan peta lahan yang akan kita tanami,” ujarnya.

Ridwan Djamaluddin juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM menjelaskan Bangka Belitung memiliki luas daratan 16.424, 06 km dari daratan itu 57,2 persen kawasan ini merupakan izin usaha pertambangan. Dengan kandungan mineral logam timah 55,53 persen.

“Yang kita lihat ini hanya setengah dari 60.400 hektare bukaan lahan akibat tambang ilegal. Dari total luas wilayah IUP 288 hektar. Artinya mendekati 21 persennya bukaan lahan akibat tambang ilegal,” katanya.

- Advertisement -

PANGKALPINANG, RADARJEMBER.ID – Tingkat radiasi tinggi dari bekas tambang timah yang ada Kepulauan Bangka Belitung, bisa berdampak pada kesehatan masyarakat sekitarnya. Hal itu kini menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

BACA JUGA : KPK Gadungan Banyak Lakukan Penipuan, Masyarakat Diimbau Waspada

Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin di Pangkalpinang mengatakan, pemprov memfokuskan program reklamasi atau penghijauan di lahan bekas penambangan bijih timah, guna menekan tingkat radiasi tinggi yang akan mengganggu kesehatan masyarakat. “Saat ini fokus utama menggencarkan kegiatan penanaman pohon di lahan bekas tambang timah,” katanya.

Ridwan mengatakan, kegiatan reklamasi melalui program Hijau Biro Babelku sangat penting, untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta menekan tingkat radiasi yang ditimbulkan lahan bekas penambangan bijih timah yang tinggi.

“Gerakan ini harus segera dilaksanakan dan tidak perlu menunggu-nunggu lagi, sebab nanti akan terus tertunda. Tinggal siapkan data dan peta lahan yang akan kita tanami,” ujarnya.

Ridwan Djamaluddin juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM menjelaskan Bangka Belitung memiliki luas daratan 16.424, 06 km dari daratan itu 57,2 persen kawasan ini merupakan izin usaha pertambangan. Dengan kandungan mineral logam timah 55,53 persen.

“Yang kita lihat ini hanya setengah dari 60.400 hektare bukaan lahan akibat tambang ilegal. Dari total luas wilayah IUP 288 hektar. Artinya mendekati 21 persennya bukaan lahan akibat tambang ilegal,” katanya.

PANGKALPINANG, RADARJEMBER.ID – Tingkat radiasi tinggi dari bekas tambang timah yang ada Kepulauan Bangka Belitung, bisa berdampak pada kesehatan masyarakat sekitarnya. Hal itu kini menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

BACA JUGA : KPK Gadungan Banyak Lakukan Penipuan, Masyarakat Diimbau Waspada

Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin di Pangkalpinang mengatakan, pemprov memfokuskan program reklamasi atau penghijauan di lahan bekas penambangan bijih timah, guna menekan tingkat radiasi tinggi yang akan mengganggu kesehatan masyarakat. “Saat ini fokus utama menggencarkan kegiatan penanaman pohon di lahan bekas tambang timah,” katanya.

Ridwan mengatakan, kegiatan reklamasi melalui program Hijau Biro Babelku sangat penting, untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta menekan tingkat radiasi yang ditimbulkan lahan bekas penambangan bijih timah yang tinggi.

“Gerakan ini harus segera dilaksanakan dan tidak perlu menunggu-nunggu lagi, sebab nanti akan terus tertunda. Tinggal siapkan data dan peta lahan yang akan kita tanami,” ujarnya.

Ridwan Djamaluddin juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM menjelaskan Bangka Belitung memiliki luas daratan 16.424, 06 km dari daratan itu 57,2 persen kawasan ini merupakan izin usaha pertambangan. Dengan kandungan mineral logam timah 55,53 persen.

“Yang kita lihat ini hanya setengah dari 60.400 hektare bukaan lahan akibat tambang ilegal. Dari total luas wilayah IUP 288 hektar. Artinya mendekati 21 persennya bukaan lahan akibat tambang ilegal,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/