alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Polisi Selidiki Kematian Wabup Sangihe

Dugaan kematian Wabup Sangihe setelah gencar melakukan penolakan usaha tambang emas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER,RADAR JEMBER.ID- Wakil Bupati Sangihe Helmud Hotong dikabarkan meninggal di dalam pesawat Lion Air JT-740 saat dalam perjalanan pulang dari Denpasar Bali menuju Makasar rabu (9/6). Wakil Bupati Helmud meninggal setelah batuk dan mengeluarkan darah dari mulut dan telinganya.

Beberapa pihak ada yang menyangkut- pautkan kematian Helmud dengan kasus penolakannya terhadap usaha PT. Tambang Mas Sangihe (TMS). Kematiannya dianggap janggal oleh beberapa aktivis seperti salah satunya Jaringan Advokasi Tambang (JATAM). Sebelum meninggal Helmud diketahui mengirim surat penolakan kepada TMS. Pihak kepolisian pun melakukan pemeriksaan terhadap kasus kematian Wabup Sangihe tersebut.

Dilansir dari sumber jawapos.com polisi menjelaskan jika kematian Helmud murni karena penyakit kompilasi yang dideritanya. Sebelumnya diketahui jika Helmud memiliki riwayat penyakit kompilasi jantung, gula darah, mag dan asma.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Senin (14/6) menuturkan, saat ini penyidik baru menyelesaikan autopsi. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan racun di jenazah Helmud. Penyebab kematian sementara dipastikan karena sakit.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Autopsi sudah dilaksanakan, pemeriksaan secara Laboratoris organ-organ kan butuh waktu pemeriksaannya, keterangan keluarga almarhum memiliki riwayat sakit jantung, darah tinggi sementara belum ditemukan tanda-tanda keracunan,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER,RADAR JEMBER.ID- Wakil Bupati Sangihe Helmud Hotong dikabarkan meninggal di dalam pesawat Lion Air JT-740 saat dalam perjalanan pulang dari Denpasar Bali menuju Makasar rabu (9/6). Wakil Bupati Helmud meninggal setelah batuk dan mengeluarkan darah dari mulut dan telinganya.

Beberapa pihak ada yang menyangkut- pautkan kematian Helmud dengan kasus penolakannya terhadap usaha PT. Tambang Mas Sangihe (TMS). Kematiannya dianggap janggal oleh beberapa aktivis seperti salah satunya Jaringan Advokasi Tambang (JATAM). Sebelum meninggal Helmud diketahui mengirim surat penolakan kepada TMS. Pihak kepolisian pun melakukan pemeriksaan terhadap kasus kematian Wabup Sangihe tersebut.

Dilansir dari sumber jawapos.com polisi menjelaskan jika kematian Helmud murni karena penyakit kompilasi yang dideritanya. Sebelumnya diketahui jika Helmud memiliki riwayat penyakit kompilasi jantung, gula darah, mag dan asma.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Senin (14/6) menuturkan, saat ini penyidik baru menyelesaikan autopsi. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan racun di jenazah Helmud. Penyebab kematian sementara dipastikan karena sakit.

“Autopsi sudah dilaksanakan, pemeriksaan secara Laboratoris organ-organ kan butuh waktu pemeriksaannya, keterangan keluarga almarhum memiliki riwayat sakit jantung, darah tinggi sementara belum ditemukan tanda-tanda keracunan,” imbuhnya.

JEMBER,RADAR JEMBER.ID- Wakil Bupati Sangihe Helmud Hotong dikabarkan meninggal di dalam pesawat Lion Air JT-740 saat dalam perjalanan pulang dari Denpasar Bali menuju Makasar rabu (9/6). Wakil Bupati Helmud meninggal setelah batuk dan mengeluarkan darah dari mulut dan telinganya.

Beberapa pihak ada yang menyangkut- pautkan kematian Helmud dengan kasus penolakannya terhadap usaha PT. Tambang Mas Sangihe (TMS). Kematiannya dianggap janggal oleh beberapa aktivis seperti salah satunya Jaringan Advokasi Tambang (JATAM). Sebelum meninggal Helmud diketahui mengirim surat penolakan kepada TMS. Pihak kepolisian pun melakukan pemeriksaan terhadap kasus kematian Wabup Sangihe tersebut.

Dilansir dari sumber jawapos.com polisi menjelaskan jika kematian Helmud murni karena penyakit kompilasi yang dideritanya. Sebelumnya diketahui jika Helmud memiliki riwayat penyakit kompilasi jantung, gula darah, mag dan asma.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Senin (14/6) menuturkan, saat ini penyidik baru menyelesaikan autopsi. Hasilnya, tidak ditemukan kandungan racun di jenazah Helmud. Penyebab kematian sementara dipastikan karena sakit.

“Autopsi sudah dilaksanakan, pemeriksaan secara Laboratoris organ-organ kan butuh waktu pemeriksaannya, keterangan keluarga almarhum memiliki riwayat sakit jantung, darah tinggi sementara belum ditemukan tanda-tanda keracunan,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/