alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Meluas, PMK Hewan Ternak Ditemukan di Sepuluh Provinsi

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –  Wabah PMK  Hewan Ternak semakin meluas. Kini daerah yang terjangkit merambah ke sepuluh provinsi. Meski begitu, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut tren kesembuhan PMK cukup terkendali. ”Wabah PMK itu ada dan kita lihat tren penyembuhan yang sangat positif. Kecepatan kita bereaksi mengambil tindakan itu menentukan hasil,’’ kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang terdapat kasus PMK. Salah satunya, Jawa Tengah. Yasin menegaskan perlunya langkah cepat antara pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan stakeholder. Caranya, meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penyembuhan ternak yang teridentifikasi positif PMK. Persiapan bantuan obat hewan, disinfektan dan APD, serta telah membentuk gugus tugas nasional penanganan PMK tengah dilakukan Kemnetan.

Sahrul juga mengapresiasi pemda yang bergerak cepat. Dia mendapat laporan bahwa situasi PMK di Jawa Tengah membaik. ”Saya lega melihat perkembangan ternak di Klaten dan Boyolali yang memiliki populasi ternak sangat besar, terutama susu. Tidak boleh terkontaminasi PMK,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, ada beberapa kunci upaya mempercepat penanganan PMK. Pertama, semua pihak bersikap tenang. Dia meyakinkan bahwa pemerintah bekerja cepat. ”Kedua, perbaiki data. Ini saatnya kita benahi dan faktualisasi data, termasuk berapa jumlah populasi, jumlah yang terkena PMK, dan lainnya,’’ bebernya.

Ketiga, pemerintah telah membentuk gugus tugas nasional sehingga harus ditindaklanjuti secara serius. Gugus tugas tidak hanya berada di pusat, namun juga di provinsi dan kabupaten. ”Gugus tugas ini berfungsi menyusun dan melakukan agenda aksi serta sebagai pusat informasi,’’ katanya. Dari gugus tugas akan lahir satuan tugas (satgas) yang didukung Polri, TNI, dan kejaksaan untuk mendukung percepatan penanganan PMK.

Selanjutnya, Kementan memiliki agenda penanganan saat agenda darurat, yakni lockdown atau menutup daerah. Lalu, agenda temporary, yakni penyuntikan, penyembuhan, dan lainnya.

Ada pula agenda recovery, yaitu ternak yang mati diganti, disembuhkan, dan ditambahkan. ”Yang terpenting juga dilakukan yaitu sosialisasi terkait PMK itu tidak berbahaya pada manusia. Kemudian, daging yang terkena PMK aman asalkan dimasak sampai matang,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jappdi Asnawi menyatakan bahwa virus PMK sudah meningkat dari semula menjangkiti dua provinsi kini melebar menjadi 10 provinsi. Meski demikian, Asnawi menegaskan bahwa harga daging, khususnya di Jabodetabek, tidak terpengaruh adanya virus tersebut. ”Justru harga posisi masih melandai, penyesuaian penurunan dari posisi Lebaran lalu. Dari peak harga Rp 160 ribu sampai Rp 180 ribu menjadi Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu,’’ jelas Asnawi kemarin.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –  Wabah PMK  Hewan Ternak semakin meluas. Kini daerah yang terjangkit merambah ke sepuluh provinsi. Meski begitu, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut tren kesembuhan PMK cukup terkendali. ”Wabah PMK itu ada dan kita lihat tren penyembuhan yang sangat positif. Kecepatan kita bereaksi mengambil tindakan itu menentukan hasil,’’ kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang terdapat kasus PMK. Salah satunya, Jawa Tengah. Yasin menegaskan perlunya langkah cepat antara pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan stakeholder. Caranya, meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penyembuhan ternak yang teridentifikasi positif PMK. Persiapan bantuan obat hewan, disinfektan dan APD, serta telah membentuk gugus tugas nasional penanganan PMK tengah dilakukan Kemnetan.

Sahrul juga mengapresiasi pemda yang bergerak cepat. Dia mendapat laporan bahwa situasi PMK di Jawa Tengah membaik. ”Saya lega melihat perkembangan ternak di Klaten dan Boyolali yang memiliki populasi ternak sangat besar, terutama susu. Tidak boleh terkontaminasi PMK,” ujarnya.

Menurut dia, ada beberapa kunci upaya mempercepat penanganan PMK. Pertama, semua pihak bersikap tenang. Dia meyakinkan bahwa pemerintah bekerja cepat. ”Kedua, perbaiki data. Ini saatnya kita benahi dan faktualisasi data, termasuk berapa jumlah populasi, jumlah yang terkena PMK, dan lainnya,’’ bebernya.

Ketiga, pemerintah telah membentuk gugus tugas nasional sehingga harus ditindaklanjuti secara serius. Gugus tugas tidak hanya berada di pusat, namun juga di provinsi dan kabupaten. ”Gugus tugas ini berfungsi menyusun dan melakukan agenda aksi serta sebagai pusat informasi,’’ katanya. Dari gugus tugas akan lahir satuan tugas (satgas) yang didukung Polri, TNI, dan kejaksaan untuk mendukung percepatan penanganan PMK.

Selanjutnya, Kementan memiliki agenda penanganan saat agenda darurat, yakni lockdown atau menutup daerah. Lalu, agenda temporary, yakni penyuntikan, penyembuhan, dan lainnya.

Ada pula agenda recovery, yaitu ternak yang mati diganti, disembuhkan, dan ditambahkan. ”Yang terpenting juga dilakukan yaitu sosialisasi terkait PMK itu tidak berbahaya pada manusia. Kemudian, daging yang terkena PMK aman asalkan dimasak sampai matang,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jappdi Asnawi menyatakan bahwa virus PMK sudah meningkat dari semula menjangkiti dua provinsi kini melebar menjadi 10 provinsi. Meski demikian, Asnawi menegaskan bahwa harga daging, khususnya di Jabodetabek, tidak terpengaruh adanya virus tersebut. ”Justru harga posisi masih melandai, penyesuaian penurunan dari posisi Lebaran lalu. Dari peak harga Rp 160 ribu sampai Rp 180 ribu menjadi Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu,’’ jelas Asnawi kemarin.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –  Wabah PMK  Hewan Ternak semakin meluas. Kini daerah yang terjangkit merambah ke sepuluh provinsi. Meski begitu, Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut tren kesembuhan PMK cukup terkendali. ”Wabah PMK itu ada dan kita lihat tren penyembuhan yang sangat positif. Kecepatan kita bereaksi mengambil tindakan itu menentukan hasil,’’ kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang terdapat kasus PMK. Salah satunya, Jawa Tengah. Yasin menegaskan perlunya langkah cepat antara pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan stakeholder. Caranya, meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penyembuhan ternak yang teridentifikasi positif PMK. Persiapan bantuan obat hewan, disinfektan dan APD, serta telah membentuk gugus tugas nasional penanganan PMK tengah dilakukan Kemnetan.

Sahrul juga mengapresiasi pemda yang bergerak cepat. Dia mendapat laporan bahwa situasi PMK di Jawa Tengah membaik. ”Saya lega melihat perkembangan ternak di Klaten dan Boyolali yang memiliki populasi ternak sangat besar, terutama susu. Tidak boleh terkontaminasi PMK,” ujarnya.

Menurut dia, ada beberapa kunci upaya mempercepat penanganan PMK. Pertama, semua pihak bersikap tenang. Dia meyakinkan bahwa pemerintah bekerja cepat. ”Kedua, perbaiki data. Ini saatnya kita benahi dan faktualisasi data, termasuk berapa jumlah populasi, jumlah yang terkena PMK, dan lainnya,’’ bebernya.

Ketiga, pemerintah telah membentuk gugus tugas nasional sehingga harus ditindaklanjuti secara serius. Gugus tugas tidak hanya berada di pusat, namun juga di provinsi dan kabupaten. ”Gugus tugas ini berfungsi menyusun dan melakukan agenda aksi serta sebagai pusat informasi,’’ katanya. Dari gugus tugas akan lahir satuan tugas (satgas) yang didukung Polri, TNI, dan kejaksaan untuk mendukung percepatan penanganan PMK.

Selanjutnya, Kementan memiliki agenda penanganan saat agenda darurat, yakni lockdown atau menutup daerah. Lalu, agenda temporary, yakni penyuntikan, penyembuhan, dan lainnya.

Ada pula agenda recovery, yaitu ternak yang mati diganti, disembuhkan, dan ditambahkan. ”Yang terpenting juga dilakukan yaitu sosialisasi terkait PMK itu tidak berbahaya pada manusia. Kemudian, daging yang terkena PMK aman asalkan dimasak sampai matang,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jappdi Asnawi menyatakan bahwa virus PMK sudah meningkat dari semula menjangkiti dua provinsi kini melebar menjadi 10 provinsi. Meski demikian, Asnawi menegaskan bahwa harga daging, khususnya di Jabodetabek, tidak terpengaruh adanya virus tersebut. ”Justru harga posisi masih melandai, penyesuaian penurunan dari posisi Lebaran lalu. Dari peak harga Rp 160 ribu sampai Rp 180 ribu menjadi Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu,’’ jelas Asnawi kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/