24.1 C
Jember
Wednesday, 29 March 2023

Dua Tahun Vakum, Lomba layar Sail Darwin Saumlaki Kembali Digelar

Mobile_AP_Rectangle 1

Kepulauan Tanimbar, RADARJEMBER.ID – Setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19, pelaksanaan lomba perahu layar (yacht) “Sail Darwin Saumlaki” dengan rute Darwin, Australia ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku kembali digelar pada 24-29 September.

BACA JUGA : Anies Baswedan Sebut Masih Jadi Gubernur Hingga 16 Oktober

“Pada tahun 2020 dan 2021 dunia dilanda pandemi COVID-19 sehingga selama itu tidak ada pelaksanaan lomba perahu layar ‘Sail Darwin Saumlaki’. Tahun ini sudah dipastikan pelaksanaannya tanggal 24 September sampai dengan 29 September,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maria Goretti Batlayeri di Saumlaki, Selasa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Maria menjelaskan, Pemkab Kepulauan Tanimbar telah menerima kepastian dari panitia penyelenggara “Sail Darwin Saumlaki” bahwa akan ada 69 peserta yang ikut serta menggunakan 15 perahu layar. Jumlah peserta kemungkinan masih akan bertambah karena panitia di Darwin masih membuka pendaftaran.

Para “yachter” dijadwalkan memulai lomba dari Darwin pada 23 September dan dijadwalkan tiba di perairan laut Saumlaki pada 24 September. “Karena ini lomba, bisa saja ada perahu layar yang tiba pagi, siang, sore, malam atau bisa saja tiba keesokan harinya. Ditargetkan semua peserta lomba sudah tiba di Saumlaki pada 25 September,” katanya menambahkan.

Maria menuturkan pemerintah daerah memanfaatkan lomba itu untuk mempromosikan destinasi wisata, sehingga peserta akan melanjutkan perjalanan sesuai paket tur wisata yang telah disiapkan, seperti melihat proses penyulingan minuman tradisional sopi di Kudan Sepan Desa Sifnana dan mengunjungi Desa Wisata Tumbur di Kecamatan Wertamrian.

Nilai jual yang hendak dipromosikan dari desa wisata tersebut adalah suvernir yang terkenal di Desa Tumbur berupa kain tenun ikat tanimbar buatan kelompok penenun tradisional. Selain itu, ada suvernir khas kriya seni rupa yaitu pahatan patung yang merupakan hasil seni karya original para perajin Desa Tumbur. Hasil seni pahatan dari Desa Tumbur berupa miniatur perahu para leluhur yang biasanya digunakan untuk berperang.

Selain itu, peserta lomba akan mengunjungi desa wisata Sangliat Dol di kecamatan Wertamrian untuk melihat situs perahu batu dan tangga batu.

“Usai melakukan tur wisata, mereka akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan bantuan buku. Salah satu sekolah yang akan dikunjungi adalah desa persiapan Wesawak di kecamatan Tanimbar Selatan,” katanya menjelaskan.

Selain itu, Pemkab Kepulauan Tanimbar akan menggelar acara pesta penyambutan untuk di restoran 3 koki yang beralamat di kampung kuliner Saumlaki.

Maria Goretti memastikan peserta “Sail Darwin Saumlaki” telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat mulai dari Australia hingga ke Saumlaki. Setibanya di Saumlaki, akan dilakukan pemeriksaan oleh tim CIQP, yaitu Custom (Bea dan Cukai), Immigration (Imigrasi) dan Quarrantine (Karantina), serta Port master (Syahbandar).

Dia mengatakan kegiatan “Sail Darwin Saumlaki” akan dikemas secara baik agar berkesan untuk peserta sehingga di tahun mendatang akan mendorong semakin banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan Tanimbar. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Simon Lolonlun

Sumber Berita : Antara

- Advertisement -

Kepulauan Tanimbar, RADARJEMBER.ID – Setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19, pelaksanaan lomba perahu layar (yacht) “Sail Darwin Saumlaki” dengan rute Darwin, Australia ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku kembali digelar pada 24-29 September.

BACA JUGA : Anies Baswedan Sebut Masih Jadi Gubernur Hingga 16 Oktober

“Pada tahun 2020 dan 2021 dunia dilanda pandemi COVID-19 sehingga selama itu tidak ada pelaksanaan lomba perahu layar ‘Sail Darwin Saumlaki’. Tahun ini sudah dipastikan pelaksanaannya tanggal 24 September sampai dengan 29 September,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maria Goretti Batlayeri di Saumlaki, Selasa.

Maria menjelaskan, Pemkab Kepulauan Tanimbar telah menerima kepastian dari panitia penyelenggara “Sail Darwin Saumlaki” bahwa akan ada 69 peserta yang ikut serta menggunakan 15 perahu layar. Jumlah peserta kemungkinan masih akan bertambah karena panitia di Darwin masih membuka pendaftaran.

Para “yachter” dijadwalkan memulai lomba dari Darwin pada 23 September dan dijadwalkan tiba di perairan laut Saumlaki pada 24 September. “Karena ini lomba, bisa saja ada perahu layar yang tiba pagi, siang, sore, malam atau bisa saja tiba keesokan harinya. Ditargetkan semua peserta lomba sudah tiba di Saumlaki pada 25 September,” katanya menambahkan.

Maria menuturkan pemerintah daerah memanfaatkan lomba itu untuk mempromosikan destinasi wisata, sehingga peserta akan melanjutkan perjalanan sesuai paket tur wisata yang telah disiapkan, seperti melihat proses penyulingan minuman tradisional sopi di Kudan Sepan Desa Sifnana dan mengunjungi Desa Wisata Tumbur di Kecamatan Wertamrian.

Nilai jual yang hendak dipromosikan dari desa wisata tersebut adalah suvernir yang terkenal di Desa Tumbur berupa kain tenun ikat tanimbar buatan kelompok penenun tradisional. Selain itu, ada suvernir khas kriya seni rupa yaitu pahatan patung yang merupakan hasil seni karya original para perajin Desa Tumbur. Hasil seni pahatan dari Desa Tumbur berupa miniatur perahu para leluhur yang biasanya digunakan untuk berperang.

Selain itu, peserta lomba akan mengunjungi desa wisata Sangliat Dol di kecamatan Wertamrian untuk melihat situs perahu batu dan tangga batu.

“Usai melakukan tur wisata, mereka akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan bantuan buku. Salah satu sekolah yang akan dikunjungi adalah desa persiapan Wesawak di kecamatan Tanimbar Selatan,” katanya menjelaskan.

Selain itu, Pemkab Kepulauan Tanimbar akan menggelar acara pesta penyambutan untuk di restoran 3 koki yang beralamat di kampung kuliner Saumlaki.

Maria Goretti memastikan peserta “Sail Darwin Saumlaki” telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat mulai dari Australia hingga ke Saumlaki. Setibanya di Saumlaki, akan dilakukan pemeriksaan oleh tim CIQP, yaitu Custom (Bea dan Cukai), Immigration (Imigrasi) dan Quarrantine (Karantina), serta Port master (Syahbandar).

Dia mengatakan kegiatan “Sail Darwin Saumlaki” akan dikemas secara baik agar berkesan untuk peserta sehingga di tahun mendatang akan mendorong semakin banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan Tanimbar. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Simon Lolonlun

Sumber Berita : Antara

Kepulauan Tanimbar, RADARJEMBER.ID – Setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19, pelaksanaan lomba perahu layar (yacht) “Sail Darwin Saumlaki” dengan rute Darwin, Australia ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku kembali digelar pada 24-29 September.

BACA JUGA : Anies Baswedan Sebut Masih Jadi Gubernur Hingga 16 Oktober

“Pada tahun 2020 dan 2021 dunia dilanda pandemi COVID-19 sehingga selama itu tidak ada pelaksanaan lomba perahu layar ‘Sail Darwin Saumlaki’. Tahun ini sudah dipastikan pelaksanaannya tanggal 24 September sampai dengan 29 September,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Tanimbar Maria Goretti Batlayeri di Saumlaki, Selasa.

Maria menjelaskan, Pemkab Kepulauan Tanimbar telah menerima kepastian dari panitia penyelenggara “Sail Darwin Saumlaki” bahwa akan ada 69 peserta yang ikut serta menggunakan 15 perahu layar. Jumlah peserta kemungkinan masih akan bertambah karena panitia di Darwin masih membuka pendaftaran.

Para “yachter” dijadwalkan memulai lomba dari Darwin pada 23 September dan dijadwalkan tiba di perairan laut Saumlaki pada 24 September. “Karena ini lomba, bisa saja ada perahu layar yang tiba pagi, siang, sore, malam atau bisa saja tiba keesokan harinya. Ditargetkan semua peserta lomba sudah tiba di Saumlaki pada 25 September,” katanya menambahkan.

Maria menuturkan pemerintah daerah memanfaatkan lomba itu untuk mempromosikan destinasi wisata, sehingga peserta akan melanjutkan perjalanan sesuai paket tur wisata yang telah disiapkan, seperti melihat proses penyulingan minuman tradisional sopi di Kudan Sepan Desa Sifnana dan mengunjungi Desa Wisata Tumbur di Kecamatan Wertamrian.

Nilai jual yang hendak dipromosikan dari desa wisata tersebut adalah suvernir yang terkenal di Desa Tumbur berupa kain tenun ikat tanimbar buatan kelompok penenun tradisional. Selain itu, ada suvernir khas kriya seni rupa yaitu pahatan patung yang merupakan hasil seni karya original para perajin Desa Tumbur. Hasil seni pahatan dari Desa Tumbur berupa miniatur perahu para leluhur yang biasanya digunakan untuk berperang.

Selain itu, peserta lomba akan mengunjungi desa wisata Sangliat Dol di kecamatan Wertamrian untuk melihat situs perahu batu dan tangga batu.

“Usai melakukan tur wisata, mereka akan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan bantuan buku. Salah satu sekolah yang akan dikunjungi adalah desa persiapan Wesawak di kecamatan Tanimbar Selatan,” katanya menjelaskan.

Selain itu, Pemkab Kepulauan Tanimbar akan menggelar acara pesta penyambutan untuk di restoran 3 koki yang beralamat di kampung kuliner Saumlaki.

Maria Goretti memastikan peserta “Sail Darwin Saumlaki” telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat mulai dari Australia hingga ke Saumlaki. Setibanya di Saumlaki, akan dilakukan pemeriksaan oleh tim CIQP, yaitu Custom (Bea dan Cukai), Immigration (Imigrasi) dan Quarrantine (Karantina), serta Port master (Syahbandar).

Dia mengatakan kegiatan “Sail Darwin Saumlaki” akan dikemas secara baik agar berkesan untuk peserta sehingga di tahun mendatang akan mendorong semakin banyak wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan Tanimbar. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Simon Lolonlun

Sumber Berita : Antara

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca