alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Pelaksanaan Festival Sandeq di Sulbar Akan Digelar Bersama Haornas

Mobile_AP_Rectangle 1

Mamuju, RADARJEMBER.ID – Menghadapi pelaksanaan festival perahu tradisional Sandeq yang akan digelar pada 9 September 2022, Pemerintah Sulawesi Barat (Sulbar) mematangkan persiapannya.

“Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Sulbar diminta lebih aktif dan mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Festival Sandeq Sulbar,” kata penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik di Mamuju, Sabtu.

Akmal mengatakan OPD lingkup Pemprov Sulbar terus diminta memberikan masukan untuk penyempurnaan Festival Sandeq Sulbar.

Bikin Motif Batik Merah Putih 77 Meter Peringati HUT RI

Mobile_AP_Rectangle 2

Festival perahu tradisional Sandeq di Sulbar, Menurut Akmal, telah disepakati bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali akan digelar bersama peringatan hari olahraga nasional (Haornas).

“Pemerintah Sulbar telah menyusun berbagai langkah untuk menyelenggarakan dua kegiatan tersebut yakni Haornas dan Festival Sandeq tersebut,” katanya.

Pemerintah Sulbar, jelas dia, akan menemui Walikota Balikpapan Provinsi Kaltim Rahman Mas’ud mengenai pelaksanaan Festival Sandeq yang akan berlayar mengurangi Selat Makassar, dari wilayah Sulbar menuju Ibukota Negara Baru (IKN) di pulau Kalimantan.

Kegiatan festival Sandeq tersebut digelar karena ingin menyampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa melalui budaya Sandeq pemerintah Sulbar memberikan dukungan pembangunan IKN.

“Sebanyak tiga puluh empat perahu Sandeq akan berlayar ke pulau Kalimantan sebagai tanda atau simbol yang dibungkus dalam budaya Sulbar, bahwa 34 provinsi di Indonesia siap memberikan dukungan percepatan pembangunan IKN,” jelasnya.

“Festival Sandeq dilaksanakan menggunakan dana dari sponsor serta pihak swasta, dan tidak menggunakan APBD, karena Pemerintah Sulbar ingin semua elemen siap menggelar dan menyukseskan Festival Sandeq sebagai kebanggaan masyarakat Sulbar,” ujarnya.

Sedangkan rute festival Sandeq akan dimulai dari Tanjung Silopo Kabupaten Polman, menuju Somba dan wilayah Deking di Majene Kabupaten Majene sejauh 170 kilometer.

Selanjutnya akan menuju pulau Kalimantan dan akan dikawal oleh TNI untuk menjaga keselamatan para “Passandeq” atau orang yang mengemudikan perahu tradisional tersebut. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA Foto/M Faisal Hanapi

Sumber Berita : Antara

- Advertisement -

Mamuju, RADARJEMBER.ID – Menghadapi pelaksanaan festival perahu tradisional Sandeq yang akan digelar pada 9 September 2022, Pemerintah Sulawesi Barat (Sulbar) mematangkan persiapannya.

“Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Sulbar diminta lebih aktif dan mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Festival Sandeq Sulbar,” kata penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik di Mamuju, Sabtu.

Akmal mengatakan OPD lingkup Pemprov Sulbar terus diminta memberikan masukan untuk penyempurnaan Festival Sandeq Sulbar.

Bikin Motif Batik Merah Putih 77 Meter Peringati HUT RI

Festival perahu tradisional Sandeq di Sulbar, Menurut Akmal, telah disepakati bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali akan digelar bersama peringatan hari olahraga nasional (Haornas).

“Pemerintah Sulbar telah menyusun berbagai langkah untuk menyelenggarakan dua kegiatan tersebut yakni Haornas dan Festival Sandeq tersebut,” katanya.

Pemerintah Sulbar, jelas dia, akan menemui Walikota Balikpapan Provinsi Kaltim Rahman Mas’ud mengenai pelaksanaan Festival Sandeq yang akan berlayar mengurangi Selat Makassar, dari wilayah Sulbar menuju Ibukota Negara Baru (IKN) di pulau Kalimantan.

Kegiatan festival Sandeq tersebut digelar karena ingin menyampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa melalui budaya Sandeq pemerintah Sulbar memberikan dukungan pembangunan IKN.

“Sebanyak tiga puluh empat perahu Sandeq akan berlayar ke pulau Kalimantan sebagai tanda atau simbol yang dibungkus dalam budaya Sulbar, bahwa 34 provinsi di Indonesia siap memberikan dukungan percepatan pembangunan IKN,” jelasnya.

“Festival Sandeq dilaksanakan menggunakan dana dari sponsor serta pihak swasta, dan tidak menggunakan APBD, karena Pemerintah Sulbar ingin semua elemen siap menggelar dan menyukseskan Festival Sandeq sebagai kebanggaan masyarakat Sulbar,” ujarnya.

Sedangkan rute festival Sandeq akan dimulai dari Tanjung Silopo Kabupaten Polman, menuju Somba dan wilayah Deking di Majene Kabupaten Majene sejauh 170 kilometer.

Selanjutnya akan menuju pulau Kalimantan dan akan dikawal oleh TNI untuk menjaga keselamatan para “Passandeq” atau orang yang mengemudikan perahu tradisional tersebut. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA Foto/M Faisal Hanapi

Sumber Berita : Antara

Mamuju, RADARJEMBER.ID – Menghadapi pelaksanaan festival perahu tradisional Sandeq yang akan digelar pada 9 September 2022, Pemerintah Sulawesi Barat (Sulbar) mematangkan persiapannya.

“Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Sulbar diminta lebih aktif dan mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Festival Sandeq Sulbar,” kata penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik di Mamuju, Sabtu.

Akmal mengatakan OPD lingkup Pemprov Sulbar terus diminta memberikan masukan untuk penyempurnaan Festival Sandeq Sulbar.

Bikin Motif Batik Merah Putih 77 Meter Peringati HUT RI

Festival perahu tradisional Sandeq di Sulbar, Menurut Akmal, telah disepakati bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali akan digelar bersama peringatan hari olahraga nasional (Haornas).

“Pemerintah Sulbar telah menyusun berbagai langkah untuk menyelenggarakan dua kegiatan tersebut yakni Haornas dan Festival Sandeq tersebut,” katanya.

Pemerintah Sulbar, jelas dia, akan menemui Walikota Balikpapan Provinsi Kaltim Rahman Mas’ud mengenai pelaksanaan Festival Sandeq yang akan berlayar mengurangi Selat Makassar, dari wilayah Sulbar menuju Ibukota Negara Baru (IKN) di pulau Kalimantan.

Kegiatan festival Sandeq tersebut digelar karena ingin menyampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa melalui budaya Sandeq pemerintah Sulbar memberikan dukungan pembangunan IKN.

“Sebanyak tiga puluh empat perahu Sandeq akan berlayar ke pulau Kalimantan sebagai tanda atau simbol yang dibungkus dalam budaya Sulbar, bahwa 34 provinsi di Indonesia siap memberikan dukungan percepatan pembangunan IKN,” jelasnya.

“Festival Sandeq dilaksanakan menggunakan dana dari sponsor serta pihak swasta, dan tidak menggunakan APBD, karena Pemerintah Sulbar ingin semua elemen siap menggelar dan menyukseskan Festival Sandeq sebagai kebanggaan masyarakat Sulbar,” ujarnya.

Sedangkan rute festival Sandeq akan dimulai dari Tanjung Silopo Kabupaten Polman, menuju Somba dan wilayah Deking di Majene Kabupaten Majene sejauh 170 kilometer.

Selanjutnya akan menuju pulau Kalimantan dan akan dikawal oleh TNI untuk menjaga keselamatan para “Passandeq” atau orang yang mengemudikan perahu tradisional tersebut. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA Foto/M Faisal Hanapi

Sumber Berita : Antara

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/