alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Tegakkan Kehormatan Profesi Wartawan, Jawa Pos Gandeng PWI Jatim Gelar UKW

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Menjamurnya penggunaan media sosial saat ini, menjadi peluang merebaknya informasi tidak benar di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pers berperan penting menjadi penyaring. Kehormatan wartawan juga dipertaruhkan.

Mengantisipasi itu, Jawa Pos menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dan Dewan Pers menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-41 dan ke-42. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (13/6) hingga Kamis (16/6) yang didukung PT Semen Indonesia Pabrik Tuban (SIG). UKW dilaksanakan di Pena Room, Gedung Graha Pena Lantai 2 Jalan Ahmad Yani No. 88 Surabaya.

UKW ini diikuti oleh 51 peserta dengan pembagian tiga kelas. Kelas utama diikuti 12 orang, kelas madya 5 orang dan kelas muda 34 orang. Dengan ujian ini kompetensi seorang wartawan atau jurnalis dapat diukur dan diketahui.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Fokuskan Peningkatan Kompetensi Wartawan

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menegaskan, semua wartawan harus menjaga profesionalisme. Dan profesionalisme itu bisa diketahui saat wartawan mengikuti standardisasi kompetensi wartawan.

“Ini untuk memastikan agar wartawan menjadi profesi yang terjaga kehormatannya. Bukan sekadar wartawan yang mendatangi narasumber, wawancara lalu menulis berita, lantas keabsahannya dipertanyakan. Melainkan wartawan yang bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditulisnya,” katanya.

Selain Lutfil Hakim, turut hadir Direktur Jawa Pos Radar Nur Wahid, dan Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo dan SM of Corporate Communication PT SIG Setiawan Prasetyo.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Menjamurnya penggunaan media sosial saat ini, menjadi peluang merebaknya informasi tidak benar di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pers berperan penting menjadi penyaring. Kehormatan wartawan juga dipertaruhkan.

Mengantisipasi itu, Jawa Pos menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dan Dewan Pers menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-41 dan ke-42. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (13/6) hingga Kamis (16/6) yang didukung PT Semen Indonesia Pabrik Tuban (SIG). UKW dilaksanakan di Pena Room, Gedung Graha Pena Lantai 2 Jalan Ahmad Yani No. 88 Surabaya.

UKW ini diikuti oleh 51 peserta dengan pembagian tiga kelas. Kelas utama diikuti 12 orang, kelas madya 5 orang dan kelas muda 34 orang. Dengan ujian ini kompetensi seorang wartawan atau jurnalis dapat diukur dan diketahui.

BACA JUGA: Fokuskan Peningkatan Kompetensi Wartawan

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menegaskan, semua wartawan harus menjaga profesionalisme. Dan profesionalisme itu bisa diketahui saat wartawan mengikuti standardisasi kompetensi wartawan.

“Ini untuk memastikan agar wartawan menjadi profesi yang terjaga kehormatannya. Bukan sekadar wartawan yang mendatangi narasumber, wawancara lalu menulis berita, lantas keabsahannya dipertanyakan. Melainkan wartawan yang bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditulisnya,” katanya.

Selain Lutfil Hakim, turut hadir Direktur Jawa Pos Radar Nur Wahid, dan Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo dan SM of Corporate Communication PT SIG Setiawan Prasetyo.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Menjamurnya penggunaan media sosial saat ini, menjadi peluang merebaknya informasi tidak benar di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pers berperan penting menjadi penyaring. Kehormatan wartawan juga dipertaruhkan.

Mengantisipasi itu, Jawa Pos menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dan Dewan Pers menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-41 dan ke-42. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (13/6) hingga Kamis (16/6) yang didukung PT Semen Indonesia Pabrik Tuban (SIG). UKW dilaksanakan di Pena Room, Gedung Graha Pena Lantai 2 Jalan Ahmad Yani No. 88 Surabaya.

UKW ini diikuti oleh 51 peserta dengan pembagian tiga kelas. Kelas utama diikuti 12 orang, kelas madya 5 orang dan kelas muda 34 orang. Dengan ujian ini kompetensi seorang wartawan atau jurnalis dapat diukur dan diketahui.

BACA JUGA: Fokuskan Peningkatan Kompetensi Wartawan

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menegaskan, semua wartawan harus menjaga profesionalisme. Dan profesionalisme itu bisa diketahui saat wartawan mengikuti standardisasi kompetensi wartawan.

“Ini untuk memastikan agar wartawan menjadi profesi yang terjaga kehormatannya. Bukan sekadar wartawan yang mendatangi narasumber, wawancara lalu menulis berita, lantas keabsahannya dipertanyakan. Melainkan wartawan yang bisa mempertanggungjawabkan apa yang ditulisnya,” katanya.

Selain Lutfil Hakim, turut hadir Direktur Jawa Pos Radar Nur Wahid, dan Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo dan SM of Corporate Communication PT SIG Setiawan Prasetyo.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/