alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Warga Tidak Lagi Pinjam Uang Ke Rentenir

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Diakui atau tidak praktik bank plecit atau rentenir di kawasan pedesaan memang sangat meresahkan. Tak jarang banyak pasangan suami-istri (pasutri) terpaksa bercerai, gara-gara terjerat hutang lintah darat.

BACA JUGA : Wabah PMK Ancam PAD Pasar Hewan

Nah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sumberjo, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri, memiliki solusi untuk itu .Program Penanggulangan Korban Plecit (P2KP) ini ditelurkan Kepala Desa (Kades) Sumberejo Tri Haryanto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ide dari program ini, bermula pada 2017 silam. Ketika banyak warga desa tersebut terjerat hutang kepada rentenir.Sebagian besar warga memiliki hutang adalah ibu rumah tangga, mereka berhutang tanpa sepengetahuan suami masing-masing.

“Ada pula mereka itu minggat, bahkan ada juga mau cerai saat itu. Seiring waktu berjalan , warga mulai resah karena memiliki hutang di rentenir sehingga bikin rumah tanggaq brerantakan,” kata Tri dan akrab dipanggil Triko ini.

Tak ingin permasalahan berlarut, pemerintah desa (pemdes) setempat merasa perlu mengambil sikap. Maka dibuatlah program P2KP, untuk mengentaskan warga dari jeratan maupun ketergantungan kepada lintah darat. Digelontorkan anggaran Rp 140 juta untuk itu.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Diakui atau tidak praktik bank plecit atau rentenir di kawasan pedesaan memang sangat meresahkan. Tak jarang banyak pasangan suami-istri (pasutri) terpaksa bercerai, gara-gara terjerat hutang lintah darat.

BACA JUGA : Wabah PMK Ancam PAD Pasar Hewan

Nah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sumberjo, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri, memiliki solusi untuk itu .Program Penanggulangan Korban Plecit (P2KP) ini ditelurkan Kepala Desa (Kades) Sumberejo Tri Haryanto.

Ide dari program ini, bermula pada 2017 silam. Ketika banyak warga desa tersebut terjerat hutang kepada rentenir.Sebagian besar warga memiliki hutang adalah ibu rumah tangga, mereka berhutang tanpa sepengetahuan suami masing-masing.

“Ada pula mereka itu minggat, bahkan ada juga mau cerai saat itu. Seiring waktu berjalan , warga mulai resah karena memiliki hutang di rentenir sehingga bikin rumah tanggaq brerantakan,” kata Tri dan akrab dipanggil Triko ini.

Tak ingin permasalahan berlarut, pemerintah desa (pemdes) setempat merasa perlu mengambil sikap. Maka dibuatlah program P2KP, untuk mengentaskan warga dari jeratan maupun ketergantungan kepada lintah darat. Digelontorkan anggaran Rp 140 juta untuk itu.

RADARJEMBER.ID – Diakui atau tidak praktik bank plecit atau rentenir di kawasan pedesaan memang sangat meresahkan. Tak jarang banyak pasangan suami-istri (pasutri) terpaksa bercerai, gara-gara terjerat hutang lintah darat.

BACA JUGA : Wabah PMK Ancam PAD Pasar Hewan

Nah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sumberjo, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri, memiliki solusi untuk itu .Program Penanggulangan Korban Plecit (P2KP) ini ditelurkan Kepala Desa (Kades) Sumberejo Tri Haryanto.

Ide dari program ini, bermula pada 2017 silam. Ketika banyak warga desa tersebut terjerat hutang kepada rentenir.Sebagian besar warga memiliki hutang adalah ibu rumah tangga, mereka berhutang tanpa sepengetahuan suami masing-masing.

“Ada pula mereka itu minggat, bahkan ada juga mau cerai saat itu. Seiring waktu berjalan , warga mulai resah karena memiliki hutang di rentenir sehingga bikin rumah tanggaq brerantakan,” kata Tri dan akrab dipanggil Triko ini.

Tak ingin permasalahan berlarut, pemerintah desa (pemdes) setempat merasa perlu mengambil sikap. Maka dibuatlah program P2KP, untuk mengentaskan warga dari jeratan maupun ketergantungan kepada lintah darat. Digelontorkan anggaran Rp 140 juta untuk itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/