alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Hobi Berburu Bangunan Tua Demi Konten Horor

Mobile_AP_Rectangle 1

“Kebetulan aku dari dulu suka sejarah. Menurut aku, berwisata horor tidak melulu dimaknai dari sisi mistis, tetapi dapat menggali cerita-cerita lain dari orang-orang di sekitar lokasi bangunan angker tersebut,” kata dia

.Sebagai warga Jogjakarta, dia memandang tanah Jogja mengandung beragam budaya lekat dengan adat tradisi maupun tempat spiritual dan supranatural. Adanya Keraton Jogjakarta semakin menguatkan lekatnya budaya maupun mitos di balik kota pelajar ini.

Menurutnya, wisata horor semakin tren di kalangan anak muda. Bahkan di jagat maya. Konten-konten horor selalu diminati, sehingga dia menilai tempat-tempat horor berpotensi menumbuhkan pariwisata Jogjakarta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berburu konten horor dia lakukan di siang maupun malam hari. Untuk mengurangi rasa takut saat penelusuran, ia biasa melakukannya secara live streaming dan menyapa penggemar kontennya.

Penulis: Winardyasto
Fotografi: Winardyasto
Sumber Berita: Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja

- Advertisement -

“Kebetulan aku dari dulu suka sejarah. Menurut aku, berwisata horor tidak melulu dimaknai dari sisi mistis, tetapi dapat menggali cerita-cerita lain dari orang-orang di sekitar lokasi bangunan angker tersebut,” kata dia

.Sebagai warga Jogjakarta, dia memandang tanah Jogja mengandung beragam budaya lekat dengan adat tradisi maupun tempat spiritual dan supranatural. Adanya Keraton Jogjakarta semakin menguatkan lekatnya budaya maupun mitos di balik kota pelajar ini.

Menurutnya, wisata horor semakin tren di kalangan anak muda. Bahkan di jagat maya. Konten-konten horor selalu diminati, sehingga dia menilai tempat-tempat horor berpotensi menumbuhkan pariwisata Jogjakarta.

Berburu konten horor dia lakukan di siang maupun malam hari. Untuk mengurangi rasa takut saat penelusuran, ia biasa melakukannya secara live streaming dan menyapa penggemar kontennya.

Penulis: Winardyasto
Fotografi: Winardyasto
Sumber Berita: Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja

“Kebetulan aku dari dulu suka sejarah. Menurut aku, berwisata horor tidak melulu dimaknai dari sisi mistis, tetapi dapat menggali cerita-cerita lain dari orang-orang di sekitar lokasi bangunan angker tersebut,” kata dia

.Sebagai warga Jogjakarta, dia memandang tanah Jogja mengandung beragam budaya lekat dengan adat tradisi maupun tempat spiritual dan supranatural. Adanya Keraton Jogjakarta semakin menguatkan lekatnya budaya maupun mitos di balik kota pelajar ini.

Menurutnya, wisata horor semakin tren di kalangan anak muda. Bahkan di jagat maya. Konten-konten horor selalu diminati, sehingga dia menilai tempat-tempat horor berpotensi menumbuhkan pariwisata Jogjakarta.

Berburu konten horor dia lakukan di siang maupun malam hari. Untuk mengurangi rasa takut saat penelusuran, ia biasa melakukannya secara live streaming dan menyapa penggemar kontennya.

Penulis: Winardyasto
Fotografi: Winardyasto
Sumber Berita: Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/