alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Angkat Nama Desa Berkat Buah Rambutan

Mobile_AP_Rectangle 1

BOJONEGORO, RADARJEMBER.ID- Di bagian barat daya Kabupaten Bojonegoro memiliki sumber daya luar biasa, yakni di Kecamatan Kedewan. Selain terkenal dengan Ecopark Wonocolo, ternyata salah satu desa di Kedewan memiliki hasil perkebunan berbeda ketimbang desa lain.

Di Desa Beji, Kecamatan Kedewan, terdapat kebun rambutan dan telah ada sejak 25 tahun lalu. Desa berjarak 45 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro itu, bisa ditempuh dengan 1 jam 45 menit perjalanan.

Untuk mencapai Desa Beji terdapat tiga rute bisa dilalui. Namun rute tercepat melalui Kecamatan Malo. Dengan sepanjang jalan melewati beberapa hutan masih asri. Jalan tampak teduh karena beragam pepohonan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sampai di Desa Beji akan disambut tugu ikon desa. Sepanjang jalan poros desa terdapat pohon kelengkeng mulai berbuah di kanan kiri. Untuk mencapai kebun rambutan, jalannya sedikit menanjak.

Terdapat banyak warga memiliki pohon rambutan. Namun, pemilik pertama pohon sekaligus kebun rambutan terbesar adalah Sukat. Rumah dan kebunnya terletak di Dusun Dilem, Desa Beji.

Sukat memiliki pohon rambutan sejak 25 tahun lalu. Membeli bibit ketika bekerja di Semarang sebagai kuli bangunan. Setiap pulang ke Desa Beji selalu membawa bibit yang dulu berharga Rp 2.000, saat itu ia bekerja di proyek.

- Advertisement -

BOJONEGORO, RADARJEMBER.ID- Di bagian barat daya Kabupaten Bojonegoro memiliki sumber daya luar biasa, yakni di Kecamatan Kedewan. Selain terkenal dengan Ecopark Wonocolo, ternyata salah satu desa di Kedewan memiliki hasil perkebunan berbeda ketimbang desa lain.

Di Desa Beji, Kecamatan Kedewan, terdapat kebun rambutan dan telah ada sejak 25 tahun lalu. Desa berjarak 45 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro itu, bisa ditempuh dengan 1 jam 45 menit perjalanan.

Untuk mencapai Desa Beji terdapat tiga rute bisa dilalui. Namun rute tercepat melalui Kecamatan Malo. Dengan sepanjang jalan melewati beberapa hutan masih asri. Jalan tampak teduh karena beragam pepohonan.

Sampai di Desa Beji akan disambut tugu ikon desa. Sepanjang jalan poros desa terdapat pohon kelengkeng mulai berbuah di kanan kiri. Untuk mencapai kebun rambutan, jalannya sedikit menanjak.

Terdapat banyak warga memiliki pohon rambutan. Namun, pemilik pertama pohon sekaligus kebun rambutan terbesar adalah Sukat. Rumah dan kebunnya terletak di Dusun Dilem, Desa Beji.

Sukat memiliki pohon rambutan sejak 25 tahun lalu. Membeli bibit ketika bekerja di Semarang sebagai kuli bangunan. Setiap pulang ke Desa Beji selalu membawa bibit yang dulu berharga Rp 2.000, saat itu ia bekerja di proyek.

BOJONEGORO, RADARJEMBER.ID- Di bagian barat daya Kabupaten Bojonegoro memiliki sumber daya luar biasa, yakni di Kecamatan Kedewan. Selain terkenal dengan Ecopark Wonocolo, ternyata salah satu desa di Kedewan memiliki hasil perkebunan berbeda ketimbang desa lain.

Di Desa Beji, Kecamatan Kedewan, terdapat kebun rambutan dan telah ada sejak 25 tahun lalu. Desa berjarak 45 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro itu, bisa ditempuh dengan 1 jam 45 menit perjalanan.

Untuk mencapai Desa Beji terdapat tiga rute bisa dilalui. Namun rute tercepat melalui Kecamatan Malo. Dengan sepanjang jalan melewati beberapa hutan masih asri. Jalan tampak teduh karena beragam pepohonan.

Sampai di Desa Beji akan disambut tugu ikon desa. Sepanjang jalan poros desa terdapat pohon kelengkeng mulai berbuah di kanan kiri. Untuk mencapai kebun rambutan, jalannya sedikit menanjak.

Terdapat banyak warga memiliki pohon rambutan. Namun, pemilik pertama pohon sekaligus kebun rambutan terbesar adalah Sukat. Rumah dan kebunnya terletak di Dusun Dilem, Desa Beji.

Sukat memiliki pohon rambutan sejak 25 tahun lalu. Membeli bibit ketika bekerja di Semarang sebagai kuli bangunan. Setiap pulang ke Desa Beji selalu membawa bibit yang dulu berharga Rp 2.000, saat itu ia bekerja di proyek.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/