alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Pelecehan Seksual Tak Terbukti Hentikan Kasus

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Brigjen Pol Andi Rian,  Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri memastikan tidak ada peristiwa pelecehan seksual kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi. Oleh karena itu, penyidikan kasus tersebut resmi dihentikan.

BACA JUGA : Tiga Hari, Lima Nyawa Warga Jember Melayang di Perlintasan Kereta

Keputusan ini diambil penyidik setelah melakukan gelar perkara. Kasus ini awalnya dilaporkan oleh Putri ke Polda Metro Jaya Nomor LPB/1630/VII/2022/SPKT Polda Metro Jaya tanggal 9 Juli 2022 terlapor almarhum Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Berdasarkan gelar perkara kedua perkara ini kami hentikan kasusnya. Karena tidak ditemukan peristiwa pidana,” kata Andi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/8). Selain itu, laporan polisi terkait percobaan pembunuhan ditangani Polres Metro Jakarta Selatan juga dihentikan.

Kasus ini diusut berdasarkan laporan tipe A dengan Nomor LP/368A/VII/2022/SPKT Polres Metro Jakarta Selatan tanggal 8 Juli 2022 terlapor Brigadir J dan korban Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Sehingga saat ini Polri memproses laporan polisi terkait dugaan pembunuhan berencana kepada Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan kawan-kawan. “Saat ini Bareskim menangani laporan polisi pembunuhan berencana almarhum Yosua. Perkara ini dihentikan penanganannya,” jelas Andi.

Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:ANTARA Laily Rahmawaty

Sumber Berita:jawapos.com

 

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Brigjen Pol Andi Rian,  Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri memastikan tidak ada peristiwa pelecehan seksual kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi. Oleh karena itu, penyidikan kasus tersebut resmi dihentikan.

BACA JUGA : Tiga Hari, Lima Nyawa Warga Jember Melayang di Perlintasan Kereta

Keputusan ini diambil penyidik setelah melakukan gelar perkara. Kasus ini awalnya dilaporkan oleh Putri ke Polda Metro Jaya Nomor LPB/1630/VII/2022/SPKT Polda Metro Jaya tanggal 9 Juli 2022 terlapor almarhum Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Berdasarkan gelar perkara kedua perkara ini kami hentikan kasusnya. Karena tidak ditemukan peristiwa pidana,” kata Andi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/8). Selain itu, laporan polisi terkait percobaan pembunuhan ditangani Polres Metro Jakarta Selatan juga dihentikan.

Kasus ini diusut berdasarkan laporan tipe A dengan Nomor LP/368A/VII/2022/SPKT Polres Metro Jakarta Selatan tanggal 8 Juli 2022 terlapor Brigadir J dan korban Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Sehingga saat ini Polri memproses laporan polisi terkait dugaan pembunuhan berencana kepada Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan kawan-kawan. “Saat ini Bareskim menangani laporan polisi pembunuhan berencana almarhum Yosua. Perkara ini dihentikan penanganannya,” jelas Andi.

Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:ANTARA Laily Rahmawaty

Sumber Berita:jawapos.com

 

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Brigjen Pol Andi Rian,  Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri memastikan tidak ada peristiwa pelecehan seksual kepada istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi. Oleh karena itu, penyidikan kasus tersebut resmi dihentikan.

BACA JUGA : Tiga Hari, Lima Nyawa Warga Jember Melayang di Perlintasan Kereta

Keputusan ini diambil penyidik setelah melakukan gelar perkara. Kasus ini awalnya dilaporkan oleh Putri ke Polda Metro Jaya Nomor LPB/1630/VII/2022/SPKT Polda Metro Jaya tanggal 9 Juli 2022 terlapor almarhum Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Berdasarkan gelar perkara kedua perkara ini kami hentikan kasusnya. Karena tidak ditemukan peristiwa pidana,” kata Andi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/8). Selain itu, laporan polisi terkait percobaan pembunuhan ditangani Polres Metro Jakarta Selatan juga dihentikan.

Kasus ini diusut berdasarkan laporan tipe A dengan Nomor LP/368A/VII/2022/SPKT Polres Metro Jakarta Selatan tanggal 8 Juli 2022 terlapor Brigadir J dan korban Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.

Sehingga saat ini Polri memproses laporan polisi terkait dugaan pembunuhan berencana kepada Brigadir J oleh Ferdy Sambo dan kawan-kawan. “Saat ini Bareskim menangani laporan polisi pembunuhan berencana almarhum Yosua. Perkara ini dihentikan penanganannya,” jelas Andi.

Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E. “RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:ANTARA Laily Rahmawaty

Sumber Berita:jawapos.com

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/