alexametrics
23.7 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Bikin Motif Batik Merah Putih 77 Meter Peringati HUT RI

Mobile_AP_Rectangle 1

JOGJAKARTA-RADARJEMBER.ID – Menyambut HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, seorang perajin batik di Kabupaten Kulonprogo membuat batik motif merah putih sepanjang 77 meter. Karya yang disebut sebagai batik pusaka ini nantinya akan dibuat menjadi baju dan satu di antaranya akan diserahkan khusus untuk Presiden Joko Widodo di Jakarta.

BACA JUGA : Komisi C DPRD Jember Minta PT KAI Salurkan CSR untuk Bangun Perlintasan

Proses pembuatan batik pusaka ini terbilang cukup unik. Kain sepanjang 77 meter itu dibentangkan memanjang di jalan menuju sentra produksi Sembung Batik, di Pedukuhan Sembungan, Gulurejo, Lendah. Sekat warna merah putih dibuat dengan malam atau lilin dilukiskan tepat di tengah kain menggunakan kuas memanjang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dibutuhkan sekitar 60 orang untuk membentangkan pusaka batik monumental ini. Di mana 50 orang di antaranya adalah karyawan Sembung Batik yang didominasi ibu-ibu lintas generasi dan berbagai usia. Proses pembatikan dengan kuas dilakukan dua orang pembatik profesional, termasuk empunya Sembung Batik (Bayu Permadi).

“Panjang kain ini 77 meter, lebarnya 115 sentimeter dan untuk pewarnaan saya gunakan lima liter pewarna berikut 10 kilogram lilin atau malam yang dicairkan. Bahan kain cukup mudah didapatkan, sebab mori dari pabrikan rata-rata diproduksi 100 meteran tanpa putus.” kata Bayu Permadi, perajin sekaligus pemilik Sembung Batik.

Bayu menambahkan, dari ukuran kain bikinan pabrik tersebut, ia ambil 77 meter saja untuk batik pusaka, hal tersebut ia samakan dengan angka 77 tahun Indonesia Merdeka,” ucap Bayu. Dijelaskan, ide awal pembuatan pusaka batik merah putih sepanjang 77 meter ini berangkat dari keinginan Sembung Batik ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan kali ini.

Kain batik merah putih nantinya akan dipotong-potong (dua meteran) untuk kemudian diproduksi menjadi baju batik khas kemerdekaan.“Salah satu baju dari batik pusaka ini nantinya akan saya kirimkan untuk Presiden Jokowi. Hanya satu harapan, batik Indonesia tetap langgeng dan berjaya di kemudian hari,”imbuh Bayu.

Lebih lanjut ia berharap,  pemerintah lebih memperhatikan nasib perajin batik seperti kami,” jelas Bayu.Menurutnya, batik pusaka 77 meter ini dibuat dengan tidak melepaskan teknik batik tulis, kendati proses pembatikan menggunakan kuas. Motif batik sengaja diguratkan di tengah kain sebagai pembatas warna merah dan putih.

“Ya ini menggunakan proses batik tulis, malam yang kami masak (dicairkan) kami lukiskan di kain. Jadi benar-benar handmade, bukan cap. Kain pusaka batik ini termasuk istimewa, karena memang hanya khusus dibuat dalam rangka HUT ke-77 RI ini,” ujar Bayu. Ditambahkan, proses pembuatannya melibatkan seluruh tim Sembung Batik yang berjumlah 50 orang lebih.

Mereka itu semua berasal dari semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, tua dan muda. Leadernya adalah ibu-ibu pembatik setempat yang diposisikan sebagai pahlawan batik Indonesia dari Sembungan.Saat melakukan pengerjaan batik spesial sebagai kado memperingati HUT RI tersebut, mereka terlihat bersemangat dan larut dalam kegembiraan tanpa mengenal lelah.

“Ada remaja juga, mereka adalah generasi penerus batik asal Sembungan. Pusaka batik ini kami upayakan selesai satu hari dibuat. Mulai proses pembatikan, pewarnaan, penjemuran, fiksasi dan penglorotan untuk melepas lilin dari kain,” kata Bayu.Disinggung kendala, Bayu menyebutkan, salah satunya cuaca. Selain itu, membentangkan kain sepanjang 77 meter bukan perkara mudah.

Butuh kerja sama serta kekompakan seluruh tim. Sekali bentang, harus selesai tanpa jeda. “Ya, sepanjang 77 meter ini tidak boleh putus berproses, maka dituntut kehati-hatian ekstra , khususnya dalam pewarnaan, melenceng atau warna melebihi motif dipastikan gagal,” terang Bayu

Menurutnya, batik merupakan warisan budaya yang sudah diakui dunia (UNESCO). Sudah seharusnya tetap dipertahankan, dilestarikan dan berjaya kendati di era globalisasi saat ini. Terlebih batik sudah menjadi identitas Indonesia.Prospek perajin batik juga cukup baik dari hari ke hari, ia mengklaim hampir seluruh wilayah Indonesia pernah memesan batik tersebut.

Bahkan HUT RI kali ini, pembeli bisa pre order (PO) sesuai dengan batik kemerdekaan yang diharapkan.“Kami sudah memproduksi 300 batik kemerdekaan, kisaran harga mulai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per potong. Semua sudah laku dan kami juga masih mengerjakan beberapa pesanan yang belum selesai,” pungkas Bayu. (*)

 

Winardyasto HariKirono

Foto:Hendri Utomo/Jawa Pos Radar Jogja

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja

 

- Advertisement -

JOGJAKARTA-RADARJEMBER.ID – Menyambut HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, seorang perajin batik di Kabupaten Kulonprogo membuat batik motif merah putih sepanjang 77 meter. Karya yang disebut sebagai batik pusaka ini nantinya akan dibuat menjadi baju dan satu di antaranya akan diserahkan khusus untuk Presiden Joko Widodo di Jakarta.

BACA JUGA : Komisi C DPRD Jember Minta PT KAI Salurkan CSR untuk Bangun Perlintasan

Proses pembuatan batik pusaka ini terbilang cukup unik. Kain sepanjang 77 meter itu dibentangkan memanjang di jalan menuju sentra produksi Sembung Batik, di Pedukuhan Sembungan, Gulurejo, Lendah. Sekat warna merah putih dibuat dengan malam atau lilin dilukiskan tepat di tengah kain menggunakan kuas memanjang.

Dibutuhkan sekitar 60 orang untuk membentangkan pusaka batik monumental ini. Di mana 50 orang di antaranya adalah karyawan Sembung Batik yang didominasi ibu-ibu lintas generasi dan berbagai usia. Proses pembatikan dengan kuas dilakukan dua orang pembatik profesional, termasuk empunya Sembung Batik (Bayu Permadi).

“Panjang kain ini 77 meter, lebarnya 115 sentimeter dan untuk pewarnaan saya gunakan lima liter pewarna berikut 10 kilogram lilin atau malam yang dicairkan. Bahan kain cukup mudah didapatkan, sebab mori dari pabrikan rata-rata diproduksi 100 meteran tanpa putus.” kata Bayu Permadi, perajin sekaligus pemilik Sembung Batik.

Bayu menambahkan, dari ukuran kain bikinan pabrik tersebut, ia ambil 77 meter saja untuk batik pusaka, hal tersebut ia samakan dengan angka 77 tahun Indonesia Merdeka,” ucap Bayu. Dijelaskan, ide awal pembuatan pusaka batik merah putih sepanjang 77 meter ini berangkat dari keinginan Sembung Batik ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan kali ini.

Kain batik merah putih nantinya akan dipotong-potong (dua meteran) untuk kemudian diproduksi menjadi baju batik khas kemerdekaan.“Salah satu baju dari batik pusaka ini nantinya akan saya kirimkan untuk Presiden Jokowi. Hanya satu harapan, batik Indonesia tetap langgeng dan berjaya di kemudian hari,”imbuh Bayu.

Lebih lanjut ia berharap,  pemerintah lebih memperhatikan nasib perajin batik seperti kami,” jelas Bayu.Menurutnya, batik pusaka 77 meter ini dibuat dengan tidak melepaskan teknik batik tulis, kendati proses pembatikan menggunakan kuas. Motif batik sengaja diguratkan di tengah kain sebagai pembatas warna merah dan putih.

“Ya ini menggunakan proses batik tulis, malam yang kami masak (dicairkan) kami lukiskan di kain. Jadi benar-benar handmade, bukan cap. Kain pusaka batik ini termasuk istimewa, karena memang hanya khusus dibuat dalam rangka HUT ke-77 RI ini,” ujar Bayu. Ditambahkan, proses pembuatannya melibatkan seluruh tim Sembung Batik yang berjumlah 50 orang lebih.

Mereka itu semua berasal dari semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, tua dan muda. Leadernya adalah ibu-ibu pembatik setempat yang diposisikan sebagai pahlawan batik Indonesia dari Sembungan.Saat melakukan pengerjaan batik spesial sebagai kado memperingati HUT RI tersebut, mereka terlihat bersemangat dan larut dalam kegembiraan tanpa mengenal lelah.

“Ada remaja juga, mereka adalah generasi penerus batik asal Sembungan. Pusaka batik ini kami upayakan selesai satu hari dibuat. Mulai proses pembatikan, pewarnaan, penjemuran, fiksasi dan penglorotan untuk melepas lilin dari kain,” kata Bayu.Disinggung kendala, Bayu menyebutkan, salah satunya cuaca. Selain itu, membentangkan kain sepanjang 77 meter bukan perkara mudah.

Butuh kerja sama serta kekompakan seluruh tim. Sekali bentang, harus selesai tanpa jeda. “Ya, sepanjang 77 meter ini tidak boleh putus berproses, maka dituntut kehati-hatian ekstra , khususnya dalam pewarnaan, melenceng atau warna melebihi motif dipastikan gagal,” terang Bayu

Menurutnya, batik merupakan warisan budaya yang sudah diakui dunia (UNESCO). Sudah seharusnya tetap dipertahankan, dilestarikan dan berjaya kendati di era globalisasi saat ini. Terlebih batik sudah menjadi identitas Indonesia.Prospek perajin batik juga cukup baik dari hari ke hari, ia mengklaim hampir seluruh wilayah Indonesia pernah memesan batik tersebut.

Bahkan HUT RI kali ini, pembeli bisa pre order (PO) sesuai dengan batik kemerdekaan yang diharapkan.“Kami sudah memproduksi 300 batik kemerdekaan, kisaran harga mulai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per potong. Semua sudah laku dan kami juga masih mengerjakan beberapa pesanan yang belum selesai,” pungkas Bayu. (*)

 

Winardyasto HariKirono

Foto:Hendri Utomo/Jawa Pos Radar Jogja

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja

 

JOGJAKARTA-RADARJEMBER.ID – Menyambut HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, seorang perajin batik di Kabupaten Kulonprogo membuat batik motif merah putih sepanjang 77 meter. Karya yang disebut sebagai batik pusaka ini nantinya akan dibuat menjadi baju dan satu di antaranya akan diserahkan khusus untuk Presiden Joko Widodo di Jakarta.

BACA JUGA : Komisi C DPRD Jember Minta PT KAI Salurkan CSR untuk Bangun Perlintasan

Proses pembuatan batik pusaka ini terbilang cukup unik. Kain sepanjang 77 meter itu dibentangkan memanjang di jalan menuju sentra produksi Sembung Batik, di Pedukuhan Sembungan, Gulurejo, Lendah. Sekat warna merah putih dibuat dengan malam atau lilin dilukiskan tepat di tengah kain menggunakan kuas memanjang.

Dibutuhkan sekitar 60 orang untuk membentangkan pusaka batik monumental ini. Di mana 50 orang di antaranya adalah karyawan Sembung Batik yang didominasi ibu-ibu lintas generasi dan berbagai usia. Proses pembatikan dengan kuas dilakukan dua orang pembatik profesional, termasuk empunya Sembung Batik (Bayu Permadi).

“Panjang kain ini 77 meter, lebarnya 115 sentimeter dan untuk pewarnaan saya gunakan lima liter pewarna berikut 10 kilogram lilin atau malam yang dicairkan. Bahan kain cukup mudah didapatkan, sebab mori dari pabrikan rata-rata diproduksi 100 meteran tanpa putus.” kata Bayu Permadi, perajin sekaligus pemilik Sembung Batik.

Bayu menambahkan, dari ukuran kain bikinan pabrik tersebut, ia ambil 77 meter saja untuk batik pusaka, hal tersebut ia samakan dengan angka 77 tahun Indonesia Merdeka,” ucap Bayu. Dijelaskan, ide awal pembuatan pusaka batik merah putih sepanjang 77 meter ini berangkat dari keinginan Sembung Batik ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan kali ini.

Kain batik merah putih nantinya akan dipotong-potong (dua meteran) untuk kemudian diproduksi menjadi baju batik khas kemerdekaan.“Salah satu baju dari batik pusaka ini nantinya akan saya kirimkan untuk Presiden Jokowi. Hanya satu harapan, batik Indonesia tetap langgeng dan berjaya di kemudian hari,”imbuh Bayu.

Lebih lanjut ia berharap,  pemerintah lebih memperhatikan nasib perajin batik seperti kami,” jelas Bayu.Menurutnya, batik pusaka 77 meter ini dibuat dengan tidak melepaskan teknik batik tulis, kendati proses pembatikan menggunakan kuas. Motif batik sengaja diguratkan di tengah kain sebagai pembatas warna merah dan putih.

“Ya ini menggunakan proses batik tulis, malam yang kami masak (dicairkan) kami lukiskan di kain. Jadi benar-benar handmade, bukan cap. Kain pusaka batik ini termasuk istimewa, karena memang hanya khusus dibuat dalam rangka HUT ke-77 RI ini,” ujar Bayu. Ditambahkan, proses pembuatannya melibatkan seluruh tim Sembung Batik yang berjumlah 50 orang lebih.

Mereka itu semua berasal dari semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, tua dan muda. Leadernya adalah ibu-ibu pembatik setempat yang diposisikan sebagai pahlawan batik Indonesia dari Sembungan.Saat melakukan pengerjaan batik spesial sebagai kado memperingati HUT RI tersebut, mereka terlihat bersemangat dan larut dalam kegembiraan tanpa mengenal lelah.

“Ada remaja juga, mereka adalah generasi penerus batik asal Sembungan. Pusaka batik ini kami upayakan selesai satu hari dibuat. Mulai proses pembatikan, pewarnaan, penjemuran, fiksasi dan penglorotan untuk melepas lilin dari kain,” kata Bayu.Disinggung kendala, Bayu menyebutkan, salah satunya cuaca. Selain itu, membentangkan kain sepanjang 77 meter bukan perkara mudah.

Butuh kerja sama serta kekompakan seluruh tim. Sekali bentang, harus selesai tanpa jeda. “Ya, sepanjang 77 meter ini tidak boleh putus berproses, maka dituntut kehati-hatian ekstra , khususnya dalam pewarnaan, melenceng atau warna melebihi motif dipastikan gagal,” terang Bayu

Menurutnya, batik merupakan warisan budaya yang sudah diakui dunia (UNESCO). Sudah seharusnya tetap dipertahankan, dilestarikan dan berjaya kendati di era globalisasi saat ini. Terlebih batik sudah menjadi identitas Indonesia.Prospek perajin batik juga cukup baik dari hari ke hari, ia mengklaim hampir seluruh wilayah Indonesia pernah memesan batik tersebut.

Bahkan HUT RI kali ini, pembeli bisa pre order (PO) sesuai dengan batik kemerdekaan yang diharapkan.“Kami sudah memproduksi 300 batik kemerdekaan, kisaran harga mulai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per potong. Semua sudah laku dan kami juga masih mengerjakan beberapa pesanan yang belum selesai,” pungkas Bayu. (*)

 

Winardyasto HariKirono

Foto:Hendri Utomo/Jawa Pos Radar Jogja

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/