alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Kampanyekan Gelar Buah Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi yang bisa didorong untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional, bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Pada tahun 2020, ekspor hortikultura yang didominasi oleh komoditas buah-buahan meningkat sebesar 37,75 persen dibanding tahun 2019. Nilai realisasi ekspor buah-buahan tercatat sebesar USD 289,9 juta dengan lima negara tujuan utama yaitu Tiongkok, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memandang buah sebagai salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Untuk tujuan itulah Gelar Buah Nasional (GBN) diinisiasi.

Beragam hal mengenai kebaikan buah dikampanyekan melalui GBN setiap tahunnya. Gelaran ini menjadi bukti kehadiran dan keberpihakan pemerintah terhadap petani buah Nusantara. Rangkaian gelaran kampanye kebaikan buah dilanjutkan dengan pembagian bingkisan buah, Selasa (10/8), kepada para tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit, pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman, dan peserta vaksin. Sampai hari ini telah terkumpul 6 ribu paket buah mulai dari kementerian, perbankan, BUMN, pelaku usaha buah, e-commerce, dan komunitas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Demi memperluas dampak kebaikan ini, pemerintah juga merangkul para driver ojek daring untuk ikut menyalurkan 100 bingkisan buah kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. Dengan cara ini, Airlangga ingin memberikan contoh bahwa untuk memberikan paket buah kepada orang-orang yang membutuhkan bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi tanpa harus datang ke lokasi.

Pemerintah masih terus mengajak berbagai pihak untuk ikut serta bergotong royong menyukseskan GBN di momen pandemi. Ini menjadi momentum penting bagi peningkatan konsumsi buah di masyarakat yang angkanya masih cukup rendah. Dihardenga gelaran ini dapat meningkatkan angka konsumsi buah dan berdampak pada meningkatkannya produksi dan investasi usaha buah di Indonesia. “Kami mengapresiasi para dokter, seluruh tenaga kesehatan, dan jajaran, termasuk manajemen rumah sakit, yang bagus dan dapat dicontoh ke depan,” tutur Airlangga.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi yang bisa didorong untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional, bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Pada tahun 2020, ekspor hortikultura yang didominasi oleh komoditas buah-buahan meningkat sebesar 37,75 persen dibanding tahun 2019. Nilai realisasi ekspor buah-buahan tercatat sebesar USD 289,9 juta dengan lima negara tujuan utama yaitu Tiongkok, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memandang buah sebagai salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Untuk tujuan itulah Gelar Buah Nasional (GBN) diinisiasi.

Beragam hal mengenai kebaikan buah dikampanyekan melalui GBN setiap tahunnya. Gelaran ini menjadi bukti kehadiran dan keberpihakan pemerintah terhadap petani buah Nusantara. Rangkaian gelaran kampanye kebaikan buah dilanjutkan dengan pembagian bingkisan buah, Selasa (10/8), kepada para tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit, pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman, dan peserta vaksin. Sampai hari ini telah terkumpul 6 ribu paket buah mulai dari kementerian, perbankan, BUMN, pelaku usaha buah, e-commerce, dan komunitas.

Demi memperluas dampak kebaikan ini, pemerintah juga merangkul para driver ojek daring untuk ikut menyalurkan 100 bingkisan buah kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. Dengan cara ini, Airlangga ingin memberikan contoh bahwa untuk memberikan paket buah kepada orang-orang yang membutuhkan bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi tanpa harus datang ke lokasi.

Pemerintah masih terus mengajak berbagai pihak untuk ikut serta bergotong royong menyukseskan GBN di momen pandemi. Ini menjadi momentum penting bagi peningkatan konsumsi buah di masyarakat yang angkanya masih cukup rendah. Dihardenga gelaran ini dapat meningkatkan angka konsumsi buah dan berdampak pada meningkatkannya produksi dan investasi usaha buah di Indonesia. “Kami mengapresiasi para dokter, seluruh tenaga kesehatan, dan jajaran, termasuk manajemen rumah sakit, yang bagus dan dapat dicontoh ke depan,” tutur Airlangga.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi yang bisa didorong untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional, bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Pada tahun 2020, ekspor hortikultura yang didominasi oleh komoditas buah-buahan meningkat sebesar 37,75 persen dibanding tahun 2019. Nilai realisasi ekspor buah-buahan tercatat sebesar USD 289,9 juta dengan lima negara tujuan utama yaitu Tiongkok, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memandang buah sebagai salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Untuk tujuan itulah Gelar Buah Nasional (GBN) diinisiasi.

Beragam hal mengenai kebaikan buah dikampanyekan melalui GBN setiap tahunnya. Gelaran ini menjadi bukti kehadiran dan keberpihakan pemerintah terhadap petani buah Nusantara. Rangkaian gelaran kampanye kebaikan buah dilanjutkan dengan pembagian bingkisan buah, Selasa (10/8), kepada para tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit, pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman, dan peserta vaksin. Sampai hari ini telah terkumpul 6 ribu paket buah mulai dari kementerian, perbankan, BUMN, pelaku usaha buah, e-commerce, dan komunitas.

Demi memperluas dampak kebaikan ini, pemerintah juga merangkul para driver ojek daring untuk ikut menyalurkan 100 bingkisan buah kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. Dengan cara ini, Airlangga ingin memberikan contoh bahwa untuk memberikan paket buah kepada orang-orang yang membutuhkan bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi tanpa harus datang ke lokasi.

Pemerintah masih terus mengajak berbagai pihak untuk ikut serta bergotong royong menyukseskan GBN di momen pandemi. Ini menjadi momentum penting bagi peningkatan konsumsi buah di masyarakat yang angkanya masih cukup rendah. Dihardenga gelaran ini dapat meningkatkan angka konsumsi buah dan berdampak pada meningkatkannya produksi dan investasi usaha buah di Indonesia. “Kami mengapresiasi para dokter, seluruh tenaga kesehatan, dan jajaran, termasuk manajemen rumah sakit, yang bagus dan dapat dicontoh ke depan,” tutur Airlangga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/