alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Dugaan Korupsi LPDB KUMKM akibatkan Kerugian Negara Rp 1 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

SURAKARTA, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi dana pinjaman Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) dengan tersangka Ketua Pengurus Koperasi BMT Nur Ummah berinisial S kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta dengan mengumpulkan 141 barang bukti terkait.

BACA JUGA : Tema Perundungan Inspirasi Lagu Jangan Bully Aku dari Arfa Band

“Kami masih dalam proses pemberkasan kasus dugaan kasus korupsi LPDB KUMKM dengan tersangka berinisial S selaku Ketua Pengurus Koperasi BMT Nur Ummah beralamat di Jalan MH Thamrin No. 77 Kerten,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Surakarta Bakhtiar Ihsan Agung Nugroho di Surakarta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penyidik Kejari, kata Bakhtiar, juga sudah mengumpulkan sebagian besar dokumen milik koperasi Nur Ummah terkait pengajuan proposal hingga cairnya dana senilai Rp 1 miliar.

Menurut Bakhtiar, dari 141 barang bukti yang telah dikumpulkan tersebut, beberapa di antaranya merupakan dokumen keuangan koperasi, dokumen legalitas koperasi, serta dokumen proposal pengajuan bantuan keuangan ke LPDB KUMKM.

Namun, Bakhtiar belum dapat menyampaikan secara rinci pokok perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara senilai Rp 1 miliar itu.

Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21), kasus tersebut akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Kemudian JPU melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang.

- Advertisement -

SURAKARTA, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi dana pinjaman Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) dengan tersangka Ketua Pengurus Koperasi BMT Nur Ummah berinisial S kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta dengan mengumpulkan 141 barang bukti terkait.

BACA JUGA : Tema Perundungan Inspirasi Lagu Jangan Bully Aku dari Arfa Band

“Kami masih dalam proses pemberkasan kasus dugaan kasus korupsi LPDB KUMKM dengan tersangka berinisial S selaku Ketua Pengurus Koperasi BMT Nur Ummah beralamat di Jalan MH Thamrin No. 77 Kerten,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Surakarta Bakhtiar Ihsan Agung Nugroho di Surakarta.

Penyidik Kejari, kata Bakhtiar, juga sudah mengumpulkan sebagian besar dokumen milik koperasi Nur Ummah terkait pengajuan proposal hingga cairnya dana senilai Rp 1 miliar.

Menurut Bakhtiar, dari 141 barang bukti yang telah dikumpulkan tersebut, beberapa di antaranya merupakan dokumen keuangan koperasi, dokumen legalitas koperasi, serta dokumen proposal pengajuan bantuan keuangan ke LPDB KUMKM.

Namun, Bakhtiar belum dapat menyampaikan secara rinci pokok perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara senilai Rp 1 miliar itu.

Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21), kasus tersebut akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Kemudian JPU melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang.

SURAKARTA, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi dana pinjaman Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) dengan tersangka Ketua Pengurus Koperasi BMT Nur Ummah berinisial S kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta dengan mengumpulkan 141 barang bukti terkait.

BACA JUGA : Tema Perundungan Inspirasi Lagu Jangan Bully Aku dari Arfa Band

“Kami masih dalam proses pemberkasan kasus dugaan kasus korupsi LPDB KUMKM dengan tersangka berinisial S selaku Ketua Pengurus Koperasi BMT Nur Ummah beralamat di Jalan MH Thamrin No. 77 Kerten,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Surakarta Bakhtiar Ihsan Agung Nugroho di Surakarta.

Penyidik Kejari, kata Bakhtiar, juga sudah mengumpulkan sebagian besar dokumen milik koperasi Nur Ummah terkait pengajuan proposal hingga cairnya dana senilai Rp 1 miliar.

Menurut Bakhtiar, dari 141 barang bukti yang telah dikumpulkan tersebut, beberapa di antaranya merupakan dokumen keuangan koperasi, dokumen legalitas koperasi, serta dokumen proposal pengajuan bantuan keuangan ke LPDB KUMKM.

Namun, Bakhtiar belum dapat menyampaikan secara rinci pokok perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara senilai Rp 1 miliar itu.

Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21), kasus tersebut akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Kemudian JPU melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/