alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Diduga Sesat, MUI Dalami Paham Dewa Matahari

Mobile_AP_Rectangle 1

LEBAK, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyebaran ajaran yang meresahkan masyarakat terjadi di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendalami dugaan penyebaran ajaran dewa matahari.

BACA JUGA : Bagikan NIB ke UMK, Presiden Kenang Sulitnya Miliki Izin Usaha

“Kami akan membahas masalah ajaran yang disebarkan Natrom (62), warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, yang mengaku sebagai dewa matahari,” kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori saat dihubungi di Lebak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hudori mengatakan, jika paham tersebut benar dilakukan oleh yang bersangkutan, hal itu masuk dalam kategori aliran menyimpang dari ajaran Islam. Apabila, ajaran itu dicampuradukkan dengan kepercayaan Islam, maka itu tergolong aliran sesat.

Oleh karena itu, MUI Kabupaten Lebak akan mendalami kebenaran informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama kepolisian.

Natrom, pria asal Bekasi, Jawa Barat, yang awalnya diduga menyebarkanajaran tersebut. Dia membeli tanah di Desa Sawarna Bayah, Kabupaten Lebak. Berdasar informasi, Natrom diduga menyebarkan ajaran dewa matahari dan warga dilarang salat serta tidak boleh mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw.

Berdasar informasi tersebut, warga setempat kemudian membawa Natrom ke Polsek Bayah. Hal itu dilakukan supaya tidak ada amukan massa karena informasi tersebut sudah berkembang di masyarakat. “Sekarang Natrom sudah diamankan di Polres Lebak,” katanya.

- Advertisement -

LEBAK, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyebaran ajaran yang meresahkan masyarakat terjadi di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendalami dugaan penyebaran ajaran dewa matahari.

BACA JUGA : Bagikan NIB ke UMK, Presiden Kenang Sulitnya Miliki Izin Usaha

“Kami akan membahas masalah ajaran yang disebarkan Natrom (62), warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, yang mengaku sebagai dewa matahari,” kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori saat dihubungi di Lebak.

Hudori mengatakan, jika paham tersebut benar dilakukan oleh yang bersangkutan, hal itu masuk dalam kategori aliran menyimpang dari ajaran Islam. Apabila, ajaran itu dicampuradukkan dengan kepercayaan Islam, maka itu tergolong aliran sesat.

Oleh karena itu, MUI Kabupaten Lebak akan mendalami kebenaran informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama kepolisian.

Natrom, pria asal Bekasi, Jawa Barat, yang awalnya diduga menyebarkanajaran tersebut. Dia membeli tanah di Desa Sawarna Bayah, Kabupaten Lebak. Berdasar informasi, Natrom diduga menyebarkan ajaran dewa matahari dan warga dilarang salat serta tidak boleh mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw.

Berdasar informasi tersebut, warga setempat kemudian membawa Natrom ke Polsek Bayah. Hal itu dilakukan supaya tidak ada amukan massa karena informasi tersebut sudah berkembang di masyarakat. “Sekarang Natrom sudah diamankan di Polres Lebak,” katanya.

LEBAK, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyebaran ajaran yang meresahkan masyarakat terjadi di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendalami dugaan penyebaran ajaran dewa matahari.

BACA JUGA : Bagikan NIB ke UMK, Presiden Kenang Sulitnya Miliki Izin Usaha

“Kami akan membahas masalah ajaran yang disebarkan Natrom (62), warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, yang mengaku sebagai dewa matahari,” kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori saat dihubungi di Lebak.

Hudori mengatakan, jika paham tersebut benar dilakukan oleh yang bersangkutan, hal itu masuk dalam kategori aliran menyimpang dari ajaran Islam. Apabila, ajaran itu dicampuradukkan dengan kepercayaan Islam, maka itu tergolong aliran sesat.

Oleh karena itu, MUI Kabupaten Lebak akan mendalami kebenaran informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama kepolisian.

Natrom, pria asal Bekasi, Jawa Barat, yang awalnya diduga menyebarkanajaran tersebut. Dia membeli tanah di Desa Sawarna Bayah, Kabupaten Lebak. Berdasar informasi, Natrom diduga menyebarkan ajaran dewa matahari dan warga dilarang salat serta tidak boleh mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw.

Berdasar informasi tersebut, warga setempat kemudian membawa Natrom ke Polsek Bayah. Hal itu dilakukan supaya tidak ada amukan massa karena informasi tersebut sudah berkembang di masyarakat. “Sekarang Natrom sudah diamankan di Polres Lebak,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/