alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Bagikan NIB ke UMK, Presiden Kenang Sulitnya Miliki Izin Usaha

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –Pembagian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Gedung Nanggala, Komplek Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Rabu, diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA : Bupati Hendy Ajak Warga Jember Jadi Saksi Kemegahan JFC

Pada kesempatan itu, Jokowi mengenang sulitnya memiliki izin usaha saat dia memulai bisnis mebelnya tahun 1988 yang bernama CV Rakabu.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Awal-awal dulu saya berusaha, kesulitan terbesar yang saya alami adalah tidak memiliki izin usaha. Itu tahun ’88 ’89, tidak memiliki izin usaha, sehingga saya tidak bisa akses ke perbankan,” katanya.

Presiden Jokowi menceritakan bahwa dia tidak bisa mengakses permodalan lewat bank karena tidak memiliki izin usaha yang kala itu disebut Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Kalaupun ingin mengajukan SIUP, kala itu dia harus membayar dengan biaya yang besarannya cukup memberatkan.

“Kalau saya ingin mengajukan izin, harus bayar. Dan bayarnya untuk saya saat itu sangat berat, sehingga bertahun-tahun saya tidak memiliki yang namanya SIUP saat itu, yang itu sangat diperlukan oleh pengusaha mikro dan kecil kita,” kata Presiden Jokowi. Kepala negara mengajak agar seluruh pelaku UMK untuk dapat mengurus NIB sebagai langkah awal untuk mengembangkan usaha.

Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Ada pun Nomor NIB merupakan bentuk legalitas usaha, sekaligus juga bisa digunakan untuk membuka peluang usaha yang lebih besar, seperti akses pembiayaan dan pelatihan.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –Pembagian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Gedung Nanggala, Komplek Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Rabu, diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA : Bupati Hendy Ajak Warga Jember Jadi Saksi Kemegahan JFC

Pada kesempatan itu, Jokowi mengenang sulitnya memiliki izin usaha saat dia memulai bisnis mebelnya tahun 1988 yang bernama CV Rakabu.

“Awal-awal dulu saya berusaha, kesulitan terbesar yang saya alami adalah tidak memiliki izin usaha. Itu tahun ’88 ’89, tidak memiliki izin usaha, sehingga saya tidak bisa akses ke perbankan,” katanya.

Presiden Jokowi menceritakan bahwa dia tidak bisa mengakses permodalan lewat bank karena tidak memiliki izin usaha yang kala itu disebut Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Kalaupun ingin mengajukan SIUP, kala itu dia harus membayar dengan biaya yang besarannya cukup memberatkan.

“Kalau saya ingin mengajukan izin, harus bayar. Dan bayarnya untuk saya saat itu sangat berat, sehingga bertahun-tahun saya tidak memiliki yang namanya SIUP saat itu, yang itu sangat diperlukan oleh pengusaha mikro dan kecil kita,” kata Presiden Jokowi. Kepala negara mengajak agar seluruh pelaku UMK untuk dapat mengurus NIB sebagai langkah awal untuk mengembangkan usaha.

Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Ada pun Nomor NIB merupakan bentuk legalitas usaha, sekaligus juga bisa digunakan untuk membuka peluang usaha yang lebih besar, seperti akses pembiayaan dan pelatihan.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –Pembagian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Gedung Nanggala, Komplek Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Rabu, diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA : Bupati Hendy Ajak Warga Jember Jadi Saksi Kemegahan JFC

Pada kesempatan itu, Jokowi mengenang sulitnya memiliki izin usaha saat dia memulai bisnis mebelnya tahun 1988 yang bernama CV Rakabu.

“Awal-awal dulu saya berusaha, kesulitan terbesar yang saya alami adalah tidak memiliki izin usaha. Itu tahun ’88 ’89, tidak memiliki izin usaha, sehingga saya tidak bisa akses ke perbankan,” katanya.

Presiden Jokowi menceritakan bahwa dia tidak bisa mengakses permodalan lewat bank karena tidak memiliki izin usaha yang kala itu disebut Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Kalaupun ingin mengajukan SIUP, kala itu dia harus membayar dengan biaya yang besarannya cukup memberatkan.

“Kalau saya ingin mengajukan izin, harus bayar. Dan bayarnya untuk saya saat itu sangat berat, sehingga bertahun-tahun saya tidak memiliki yang namanya SIUP saat itu, yang itu sangat diperlukan oleh pengusaha mikro dan kecil kita,” kata Presiden Jokowi. Kepala negara mengajak agar seluruh pelaku UMK untuk dapat mengurus NIB sebagai langkah awal untuk mengembangkan usaha.

Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Ada pun Nomor NIB merupakan bentuk legalitas usaha, sekaligus juga bisa digunakan untuk membuka peluang usaha yang lebih besar, seperti akses pembiayaan dan pelatihan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/