alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Ambil Lepek Dawet Dianggap Suka Kepada Penjual

Mobile_AP_Rectangle 1

PONOROGO, RADARJEMBER.ID – Anda pernah mendengar mitos Dawet Jabung Ponorogo? Anda tidak boleh mengambil lepek saat penjual menyuguhkan semangkuk Dawet Jabung.Ternyata, penjual Dawet Jabung Ponorogo masih memegang tradisi tersebut hingga saat ini.

BACA JUGA : Mengaku Siap Jadi Tersangka Kasus ACT
Konon, jika pembeli mengambil lepek Dawet Jabung Ponorogo, artinya dia menyukai penjual dawet jabung tersebut.Selama ini penjual Dawet Jabung Ponorogo tidak pernah memberikan lepek tersebut kepada pembeli.

Si pembeli hanya diminta mengambil mangkuk isi Dawet Jabung Ponorogo saja.“Saya tidak mengetahui kebenarannya, tapi itu sudah jadi tradisi penjual Dawet Jabung di sini,” kata Mayasary, salah satu penjual dawet jabung di Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Senin (11/7/2022).

Mobile_AP_Rectangle 2

Maya, sapaan akrabnya, mengaku usaha Dawet Jabung sudah dijalankan turun-temurun. Kakeknya dulu berjualan tahun 1955 dengan memikul dan menjajakannya di jalanan atau ke sawah-sawah untuk para petani.

Pada tahun 1970, usaha itu turun ke ayahnya. Maya mengatakan kala itu sang ibu memasak Dawet Jabung dan ayahnya yang menjajakan dawet itu berkeliling. Baru pada tahun 2009 usaha itu dia lanjutkan.

 

“Soal lepek itu saya juga hanya meneruskan. Cerita yang beredar itu. Kenyataannya, saya tidak tahu,” ujar perempuan tersebut.Maya mengatakan hampir selalu ada momen tarik menarik lepek antara dirinya dengan pembeli yang baru kali pertama mencicipi Dawet Jabung.

- Advertisement -

PONOROGO, RADARJEMBER.ID – Anda pernah mendengar mitos Dawet Jabung Ponorogo? Anda tidak boleh mengambil lepek saat penjual menyuguhkan semangkuk Dawet Jabung.Ternyata, penjual Dawet Jabung Ponorogo masih memegang tradisi tersebut hingga saat ini.

BACA JUGA : Mengaku Siap Jadi Tersangka Kasus ACT
Konon, jika pembeli mengambil lepek Dawet Jabung Ponorogo, artinya dia menyukai penjual dawet jabung tersebut.Selama ini penjual Dawet Jabung Ponorogo tidak pernah memberikan lepek tersebut kepada pembeli.

Si pembeli hanya diminta mengambil mangkuk isi Dawet Jabung Ponorogo saja.“Saya tidak mengetahui kebenarannya, tapi itu sudah jadi tradisi penjual Dawet Jabung di sini,” kata Mayasary, salah satu penjual dawet jabung di Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Senin (11/7/2022).

Maya, sapaan akrabnya, mengaku usaha Dawet Jabung sudah dijalankan turun-temurun. Kakeknya dulu berjualan tahun 1955 dengan memikul dan menjajakannya di jalanan atau ke sawah-sawah untuk para petani.

Pada tahun 1970, usaha itu turun ke ayahnya. Maya mengatakan kala itu sang ibu memasak Dawet Jabung dan ayahnya yang menjajakan dawet itu berkeliling. Baru pada tahun 2009 usaha itu dia lanjutkan.

 

“Soal lepek itu saya juga hanya meneruskan. Cerita yang beredar itu. Kenyataannya, saya tidak tahu,” ujar perempuan tersebut.Maya mengatakan hampir selalu ada momen tarik menarik lepek antara dirinya dengan pembeli yang baru kali pertama mencicipi Dawet Jabung.

PONOROGO, RADARJEMBER.ID – Anda pernah mendengar mitos Dawet Jabung Ponorogo? Anda tidak boleh mengambil lepek saat penjual menyuguhkan semangkuk Dawet Jabung.Ternyata, penjual Dawet Jabung Ponorogo masih memegang tradisi tersebut hingga saat ini.

BACA JUGA : Mengaku Siap Jadi Tersangka Kasus ACT
Konon, jika pembeli mengambil lepek Dawet Jabung Ponorogo, artinya dia menyukai penjual dawet jabung tersebut.Selama ini penjual Dawet Jabung Ponorogo tidak pernah memberikan lepek tersebut kepada pembeli.

Si pembeli hanya diminta mengambil mangkuk isi Dawet Jabung Ponorogo saja.“Saya tidak mengetahui kebenarannya, tapi itu sudah jadi tradisi penjual Dawet Jabung di sini,” kata Mayasary, salah satu penjual dawet jabung di Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Senin (11/7/2022).

Maya, sapaan akrabnya, mengaku usaha Dawet Jabung sudah dijalankan turun-temurun. Kakeknya dulu berjualan tahun 1955 dengan memikul dan menjajakannya di jalanan atau ke sawah-sawah untuk para petani.

Pada tahun 1970, usaha itu turun ke ayahnya. Maya mengatakan kala itu sang ibu memasak Dawet Jabung dan ayahnya yang menjajakan dawet itu berkeliling. Baru pada tahun 2009 usaha itu dia lanjutkan.

 

“Soal lepek itu saya juga hanya meneruskan. Cerita yang beredar itu. Kenyataannya, saya tidak tahu,” ujar perempuan tersebut.Maya mengatakan hampir selalu ada momen tarik menarik lepek antara dirinya dengan pembeli yang baru kali pertama mencicipi Dawet Jabung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/